Iya Pak Eko, kalau bapak sudah membetulkan, ya gimana lagi, saya ikut
saja. Kalau dilihat perjalanan kampanye beberapa waktu ini, sepertinya
para capres ingin memaknakan 'ekonomi kerakyatan' itu melalui kunjungan
ke 'pasar-pasar tradisional'. Jadi memang belum ada kunjungan ke pasar
modal, mall, ITC, kawasan industri, dll. Secara sempit sepertinya itulah
'ekonomi kerakyatan'. Kalau 'pasar non-kerakyatan' ketemunya di gedung
pertemuan, lapangan golf, dll.

Mohon pencerahan bapak selanjutnya mengenai istilah 'rakyat' ini,
berhubung berada di lumbung teori-teori rakyat. Salam.

-ekadj


--- In [email protected], Eko B K <ekobu...@...> wrote:
>
> Pak Iman betul Pak Eka, kan beberapa hari lalu Prabowo sudah
mengkonfirmasi di hadapan para pengusaha tionghoa bahwa para pengusaha
tsb juga termasuk rakyat yg dilindungi dlm "ekonomi kerakyatannya
Mega-Pro"... Â Jadi semakin membingungkan, apa karakteristik khusus
dr ekonomi kerakyatan ini...
> Mungkin yg lebih menarik issue "pemerataan" yg sempat diusung oleh
SBY, yg mungkin bisa menyentuh pembelaan thd rakyat miskin... sayangnya
issue ini juga tidak dielaborasi lebih dalam, apa yg dimaksud oleh SBY
dgn "pemerataan" dan bagaimana mencapainya? Pdhal Pak Aby sudah berusaha
keras mengadvokasi "pemerataan" dengan ide2 pembangunan di KTI...:)
>
> --- On Sun, 6/21/09, isoedrad...@... isoedrad...@... wrote:
>
>
> Pak Eka,
> Ekonomi kerakyatan itu tdk hanya menggarap terinya tapi Kakapnya juga
perlu digarap supaya tdk makan teri, tapi mengayomi.Powered by Telkomsel
BlackBerry®From: "ffekadj" 4ek...@gmail. com>
> Date: Sun, 21 Jun 2009 03:36:56 -0000
> To: refere...@yahoogrou ps.com>
> Subject: [referensi] Re: Kemiskinan dan Ekonomi Kerakyatan.
>
> Pak Iman, Pak Aby, Pak ATA, dkk ysh.
>
> Mohon kiranya dapat diidentifikasi kelompok-kelompok yang masuk dalam
> ekonomi kerakyatan ini, supaya penanganan dan pengembangannya dapat
> lebih fokus/terpisah. Mungkin ciri umumnya adalah : pelakunya miskin
dan
> mandiri.
>
> Pedagang tradisional : pedagang yang menempati lapak-lapak usaha di
> pasar-pasar tradisional, dengan jenis usaha: sembako, tekstil murah,
> perlengkapan rumah tangga, barang-barang bekas, dll. Pada musim
kampanye
> kemarin, kelompok ini paling sering dikunjungi oleh para
> capres/cawapres.
>
> Pedagang kaki lima : pedagang yang menempati lapak-lapak temporer di
> ruang-ruang publik, dan termasuk di dalamnya yang bergerak secara
> mobile. Beberapa di antaranya : pedagang asongan, makanan, mainan,
dll.
> Pada musim-musim tertentu para pedagang ini sering dikunjungi oleh
> Satpol PP.
>
> Pedagang illegal : pedagang yang tidak memiliki izin usaha, tidak
> membayar pajak, termasuk juga menjual barang-barang haram; dapat
> berusaha di ruang-ruang publik maupun privat. Beberapa di antaranya :
> pedagang asongan, ibu-ibu yang nyambi jualan pada waktu arisan,
pedagang
> narkoba, usaha rumah tangga, nelayan merangkap pedagang di tengah
laut,
> lobbiest, pedagang suara, dll.
>
> Yang agak sulit pengelompokannya seperti sales door-to-door, pedagang
> jasa (buruh garuk), dlsb.
>
> Mohon pencerahannya lebih lanjut, khususnya dalam rangka pengembangan
> ekonomi bejo-ajo-inang- daeng kita. Salam.
>
> -ekadj
>
> --- In refere...@yahoogrou ps.com, hengky abiyoso <watashiaby@ ...>
wrote:
> >
> > ++++: Saya dapat cerita dari teman yg ketamuan kerabatnya dari
kampung
> pinggir kota dan menginap dirumahnya. Kerabat ini membawa anak kecil
> kurus berumur delapan tahun. Hari pertama, waktu makannya malam,Â
> teman ini menawarkan makan kepada kerabatnya khususnya kepada
anak
> kecilnya. Apa jawab si anak? Menolak makan dan dia bingung kho malam
> disuruh makan! Tukas anaknya, kan udah makan "tadi siang".
> > Kenapa? Astagfirullah. Anak ini rupanya tdk biasa makan
> malam, terbiasa makan hanya 1 kali dlm sehari, siang saja!
> Teman ini terenyuh dan berlinang air mata. Ya Allah, beginikah
kehidupan
> kerabatku, yg dulu sahabatku, aku tahu masa kecil sahabatku, dulu
serba
> cukup.Â
> > Keluarga kerabat ini hanya representatif dari jutaan orang
miskin
> Indonesia, yg mungkin sdh terbiasa makan 1 kali sehari atau pola pola
> hidup miskin lainnya untuk bisa bertahan hidup dibumi Nusantara yg
> katanya kaya raya.
> > >>>>: Teman bpk itu seharusnya jangan2 buru2 meneteskan airmata dulu
> pak…… siapa tahu cara makan 1 kali sehari disiang
hari adlh
> bagian dari kearifan lokal dari para leluhur kita dulu yg malah perlu
> dilestarikan……. Terbukti makan kelebihan jadi
obesitas,
> kolesterol, stroke, jantung dsb… malah minum susupun
menurut
> Prof. Hiromi Shinya, penulis buku laris The Miracle of Enzyme katanya,
> susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk
> manusia………....
> > Â
> > ++++: Teman dr BKKBN cerita, bahwa puluhan juta Balita di Indonesia
> malnutrisi alias kekurangan gizi, yg berakibat pertumbuhan otak anak
> anak tdk dpt optimal, artinya perkembangan IQnya akan dibawah rata2,
dan
> biasanya orang ini , kemampuan edukasinya lemahn tdk bisa sampai
> pada level manajerial, alias hanya bisa bekerja sebagai
> pegawai rendahan, buruh, pembantu, tukang sapu dan
selevelnya.Â
> Inilah nanti modal bangsa Indonesia kelak sebagai penerus bangsa,
> mudah2an tdk sbg pensupply TKI terus.
> > >>>>>: Pak Iman….. dulu ada presiden kita yg memerintah
bahkan
> lbh dari 30 tahun dan keluarganya kayaknya tak pernah kurang
> gizi…… tapi kok rekor edukasi anak2nya pada nggak
tinggi juga
> ya?......:-- )).. tapi emang iya siih…. Biar gitu
kemampuannya utk
> menghitung dan memiliki duit ternyata pd diatas level manajerial jg
> siih…….:--))
> > Â
> > +++++: Cerita lain……..
> > >>>>>:
> > Â
> > Salam,
>



Kirim email ke