Mas Soegiono ysh,

Waduh-waduh kok bermimpi ya kita kalau mengatakan bahwa bahasa Jawa mau jadi 
global, meskipun sekarang sudah dipergunakan paling tidak di 3 benua 
(Amerika-Suriname, Asia-Indonesia-sebagian Malaysia, Afrika-Madagaskar). Bahkan 
menteri pertahanan Malaysia waktu berkunjung ke Jogja mengatakan "Menawi saged 
kulo bade sowan dateng Nanggulan Kilen Pragi, amargi simbah kulo saking 
mriku"!!! (Kalau bisa saya bisa datang kie Nanggulan Kulon Progo karena nenek 
saya dari sana).

Nah dalam hal ini pada level mana bahasa jawa yang akan dipergunakan? Ini tidak 
ditentukan karena ini bentuknya himbauan dan tidak diharapkan berjalan secara 
formalistik. Jadi yang penting kita menggunakan bahasa Jawa dan disini 
sebenarnya diasah kepekaan kita dalam menggunakan bahasa yang lebih lanjut akan 
mengarah kepada kepekaan terhadap budaya.

Sekali lagi saya hanya ingin mengatakan bahwa penggunaan bahasa Jawa setiap 
sabtu di kantor Pemerintahan secara internal ini tidak dimaksudkan untuk 
menjadikan bahasa Jawa menjadikan bahasa dunia atau untuk mendorong perasaan 
uber ales orang jogja.

Selain itu saya juga matur kalau saya juga warga Seruling Mas karena ibu saya 
dari Gombong lho he he he.

Salam.

bambang sp

Kirim email ke