Mas Djarot yshm

Saya pernah mendengar waktu dulu masih sering kluyuran di petilasan2 itu bahwa 
ada 2 pendekatan mengenai perkataan Wali Sanga. Ini memang subyektivitas dari 
orang yang mengatakan. Namun itu juga sudah dibukukan. Bukunya bisa dibeli saat 
kita ke Masjid Demak, atau Kadilangu. Disana dikatakan ada 2 kemungkinan 
pengertian :

Pengertian 1

Seperti yang dikemukakan mas Djarot bahwa Wali Sanga itu merupakan sebutan pada 
Dewan Wali yang memback up kerajaan Demak yang jumlahnya selalu 9. Hal ini 
misalnya merujuk pada kejadian Sunan Ngudung dan Sunan Kudus.  Dan antara Sunan 
Kudus Tua dan Sunan Kudus Muda. 

Pengertian 2

Wali Sanga sebenarnya merupakan perubahan dari kata Wali Tsana, atau wali 
utama. Hal ini dibuktikan bahwa pada masa itu sebnarnya ada wali2 lain yang 
juga berfungsi sebagai wali tetapi tidak masuk dalam kelompok tersebut. 
Contohnya adalah Sunan Geseng, Sunan Mbayat dlsb. 

Namun dari perjalanan lebih lanjut kelihatannya Wali Sanga lebih diorientasikan 
kepada Dewan Wali dengan keahliannya masing-masing. Seperti Sunan Bonang untuk 
Pemerintahan, ini hampir sama dengan Sunan Ampel. Kalau diperhatikan, keduanya 
overlap waktu.

Demikian sekedar tambahan yang tidak berguna.

Salam

bambang sp

Kirim email ke