Pak Bambang SP ysh, Ada sedikit ceritera dari Papua, tahun lalu saya kebetulan diajak jalan teman-2 PU dengan 'abidin' ke Manokwari, disana sempat ngobrol lama dengan teman asli Papua tetapi dapat berbahasa jawa cukup halus, beliau usulkan agar anak-2 asli Papua sebaiknya belajar ke Jogya mulai dari SMP sampai lulus SMA, syukur bisa melanjutkan ke PT (jadi minimal sekitar 6 tahun tinggal di Jogya). Saya tanya buat apa belajar jauh-2 kan di Manokwari sudah ada fasilitas pendidikan dari TK sampai PT ? Jawabnya, dengan belajar di Jogya akan dapat 'pelajaran anggah-ungguh', maksudnya budipekerti yang mempengaruhi pola kehidupan mereka. Apakah mungkin, sebetulnya yang penting itu 'budaya anggah-ungguh' ya.. bahasa jawa mungkin bagian dari itu ? Mungkin dalam upaya meningkatkan pengetahuan bahasa jawa, sebaiknya diberikan dalam bentuk kegiatan sekolah dan seni-budaya (wayang, tarian, ketoprak, dagelan), bukan dengan pemaksaan untuk berbicara bahasa jawa ?
Semoga ceritera diatas bermanfaat, Wassalam, Onnos To: [email protected] From: [email protected] Date: Tue, 18 Aug 2009 00:03:31 +0700 Subject: RE: [referensi] Think locally, do globally ? Mas Soegiono ysh, Waduh-waduh kok bermimpi ya kita kalau mengatakan bahwa bahasa Jawa mau jadi global, meskipun sekarang sudah dipergunakan paling tidak di 3 benua (Amerika-Suriname, Asia-Indonesia-sebagian Malaysia, Afrika-Madagaskar). Bahkan menteri pertahanan Malaysia waktu berkunjung ke Jogja mengatakan "Menawi saged kulo bade sowan dateng Nanggulan Kilen Pragi, amargi simbah kulo saking mriku"!!! (Kalau bisa saya bisa datang kie Nanggulan Kulon Progo karena nenek saya dari sana). Nah dalam hal ini pada level mana bahasa jawa yang akan dipergunakan? Ini tidak ditentukan karena ini bentuknya himbauan dan tidak diharapkan berjalan secara formalistik. Jadi yang penting kita menggunakan bahasa Jawa dan disini sebenarnya diasah kepekaan kita dalam menggunakan bahasa yang lebih lanjut akan mengarah kepada kepekaan terhadap budaya. Sekali lagi saya hanya ingin mengatakan bahwa penggunaan bahasa Jawa setiap sabtu di kantor Pemerintahan secara internal ini tidak dimaksudkan untuk menjadikan bahasa Jawa menjadikan bahasa dunia atau untuk mendorong perasaan uber ales orang jogja. Selain itu saya juga matur kalau saya juga warga Seruling Mas karena ibu saya dari Gombong lho he he he. Salam. bambang sp _________________________________________________________________ With Windows Live, you can organize, edit, and share your photos. http://www.microsoft.com/indonesia/windows/windowslive/products/photo-gallery-edit.aspx

