Terima kasih atas koreksinya.. memang bukan 'membentak', tapi
'berteriak-teriak'.

>> Maroko yang tinggi
besar sangar naik sepeda motor menghampiri kami. Di atas sadel motornya
dia kemudian teriak-teriak sambil menunjuk-nunjuk ke arah belanjaan


Secara tidak sadar (atau mungkin sadar); kedua pemuda tsb anda beri satu
nama; "Si Maroko"..
bukan si A dan si B..


Emic adalah bahasa ilmu Antropologi budaya..
dan budaya pun dibangun oleh memori kolektif .. bagaimana dengan memori
kolektif saudara kita kelahiran Papua yang ditindas aparat berlogo Garuda?


Keberatan saya terhadap kutipan Olwig; adalah dalam mengasumsikan asal
muasal bumi,.
Nah, menarik kan; mengapa migrasi Karibia ke Inggris, Korea ke Pantai Barat
Amerika, tidak pernah menjadi masalah sebagaimana migrasi Maroko ke Eropa?

Mengenai deterritorialized world; secara semangat sih saya setuju saja..
karena, bagi saya, detteritorialized  adalah sub-definisi dari globalisasi.
Obama adalah produk Globalisasi gelombang ke-3..
Negara Amerika, Australia, Canada, Amerika Selatan juga produk Globalisasi
gelombang sebelumnya.


Saya sekarang baru sadar; kalau saya mendekati ini dari sudut pandang hukum,
dan bukan dari pisau antropologi budaya seperti anda, dimana si Geert diakui
sebagai manusia karena secara hukum dia diterima sebagai manusia.
Kesaksian dia di muka hukum dianggap sah. Hak politik dia juga sebagai
manusia diakui.. beda dengan si Lassie.

Mengenai 'cranial bone'.. wah.. semoga anak-cucu kita lahir dengan fisik
sempurna deh.. amit-2 kalau karena ada sedikit cacat fisik lantas derajatnya
diturunkan secara kategoris oleh otoritas-definisi ilmu.
Si Geert lahir tidak bisa memilih apakah dia akan lahir dengan fisik
sempurna atau tidak.
Saya kira, kitapun tidak akan senang kalau kita dinilai secara fisik.
Bukannya saya setuju dengan ucapan Geert; tapi saya lebih tidak setuju kalau
kita menilai seseorang dari kelengkapan/kesempurmaan fisik;  itu lebih parah
dari SARA., karena saat lahir kita tidak bisa memilih "badan/tubuh manusia
seperti apa yg akan kita pinjam untuk hidup"..



Terima kasih atas sarannya, sangat bermanfaat. Saya terima dengan ucapan
syukur.


Salam,
-K-





2009/11/9 ffekadj <[email protected]>

>
>
>
>
> --- In [email protected] <referensi%40yahoogroups.com>, Harya
> Setyaka <harya.sety...@...>
> wrote:
> >
> > Mohon ralat sebagai catatan; saya tidak punya dugaan apa-2 mengenai si
> > Geert.
> >
> Salah! Si Geert ini sudah dikenal reputasinya sejak 2-3 tahun yang lalu.
>
>
> > Yang bagi saya 'shocking' adalah; ternyata dalam thread ini ada
> > 'generalisasi' terhadap dua individu yang berbeda; satu seorang pemuda
> yg
> > ber-sepeda-motor membentak Pak Hendro di taman dan satu lagi seorang
> Suami
> > yg tinggal di apartemen atas di Rotterdam-- sebagai satu entitas: 'Si
>
> Salah! Tidak ada tulisan tentang 'membentak'.
>
>
> > Maroko' ... tanpa sedikitpun kita ragukan bahwa perilaku kedua
> individu
> > lepas tersebut adalah dilatar-belakangi hal lain yang non-genetik,
> > non-kultural dan non-origin.
>
> Salah! Itu kisah tentang 'consociates', tidak bisa ditarik generalisasi.
>
>
> > Begitupula si Geert, yang lantas disebut sebagai jenis primata
> atoleran,
> > dalam men-generalisir para imigran Muslim di Eropa.
> >
> Betul! Perlu penghayatan 1 siklus kehidupan untuk menangkap emic's
> meaning. Geertz mengatakan, manusia yang berbudaya itu berpikir pun
> sudah publik. Tapi srigala yang selalu menyeringai adalah homo homini
> lupus. Primata berbudaya (homo habilis) baru dimulai 2,3 juta tahun yang
> lalu, ditandai dengan ceruk (niche) pada tengkorak atas. Saya lihat di
> foto si Geert ini masih memiliki 'thinner cranial bone'. Silahkan
> periksa!
>
>
> > Lantas; apakah seorang kelahiran Papua, yang keturunan ras Melanesia,
> lalu
> > sah untuk berapriori kepada 'si Jawa' karena kawannya disiksa Polisi
> > kelahiran Jawa?
> >
> Contoh perbandingan tidak pas. Belajarlah memahami emic, bukan logika,
> karena masyarakat itu membangun kategori-kategorinya sendiri.
>
>
> > >> Karen Fog Olwig: 'God created the earth for people to go and from,
> not to
> > stay in one place"
> >
> > Lalu mengapa ada 'Kepemilikan Lahan' ? Mengapa ada pagar rumah -
> bangunan?
> > Tapi memang dari 4 kata pertama dalam kutipan si Olwig pun sudah dapat
> > diketahui bahwa si Olwig ini hanya sedang ber-sastra-ria.. tidak ada
> nilai
> > ilmiahnya sama sekali.
> >
> Salah! Perlu waktu 2 tahun di Karibia untuk sampai pada kalimat itu;
> sama dengan ilmuwan mengerti konsep 'immitation' setelah 7 tahun
> memelototi Macaca. Olwiglah yang pertama kali memperkenalkan istilah
> 'deterritorialized world', dan terus berkembang menjadi konsep populer
> saat ini: 'third culture kids', terutama setelah ada fenomena Obama.
>
> > Salam,
> > -K-
>
> Saran: daripada berkomentar ringkas, sebaiknya kembangkan juga kemampuan
> ber-proposisi secara lengkap. Salam.
>
>  
>



-- 
================
Harya Setyaka

973 Turtle Crest Drive | Irvine, CA 92603
Phone : +1.949.769.3624 | Mobile : +1.949.748.0978
Skype ID : harya.setyaka | BB-M PIN: 20EEEBB4

Kirim email ke