Pak Iman, Saya kok jadinya mau usul ke Bapak, baik sebagai pejabat di Ditjen Penataan Ruang maupun sebagai ketua IAP. Berita itu dan berita-berita lainnya, memang kerap tersaji dalam bahasa atau ungkapan yang secara teknis dapat dianggap kurang tepat. Namun, saya kira para wartawan itu tidak sepenuhnya dapat disalahkan. Memang bukan urusan mereka untuk menyajikan sesuatu yang secara teknis akurat; tugas mereka, sebagai wartawan media umum, adalah menyajikan berita (peristiwa, aspirasi masyarakat banyak, observable facts) yang mudah dipahami oleh khalayak pembacanya. Memang kadang2 provokatif, kadang pula 'menggelikan'. Namun, point mereka mungkin adalah: pesan tersampaikan. Karena itu, daripada kita 'sibuk' membantah atau mencela ketidakakuratan teknis bahasanya, sikap yang lebih positif mungkin adalah: kantor Bapak atau IAP berinisiatif mengadakan pelatihan, atau workshop, sehari-dua untuk menjelaskan tentang istilah dan situasi tata ruang/penataan ruang di republik ini.
Saya kira, jika acara semacam itu dapat dijalankan, banyak hal akan kita peroleh. Di antaranya, sejumlah wartawan yang semakin awas dengan kerumitan, kalau bukan karut-marut, dunia penataan ruang kita. Mohon jangan salah tangkap: ini bukan salah satu-dua pihak; ini persoalan bersama kita sebagai bangsa. Salam, EF 2009/11/10 <[email protected]> > > > Dlm artikel tsb bahasanya "Tumpang Tindih Tata Ruang", ini bahasa ngga > jelas. Yg tumpang tindih itu apa? > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From: *Risfan Munir <[email protected]> > *Date: *Tue, 10 Nov 2009 07:38:19 +0700 > *To: *<[email protected]> > *Subject: *RE: [referensi] Practical Planning lagi > > > > Pak Iman, > > Judul Berita: > Tata Ruang - Fokus di Sumatera dan Kalimantan. > > Lead beritanya: > "Program pemerintah menyelesaikan tumpang tindih lahan dalam penyusunan > tata ruang patut diapresiasi. Menteri Kehutanan sebaiknya mengawali program > ini dari Sumatera dan Kalimantan. dst. > .......... termasuk kutipan sebelumnya itu. > > Salam, > > -----Original Message----- > From: [email protected] <isoedradjat%40yahoo.com> > Sent: Tuesday, November 10, 2009 7:12 AM > To: [email protected] <referensi%40yahoogroups.com> > Subject: Re: [referensi] Practical Planning lagi > > Kho Tata Ruang bisa tumpang tindih. Yg tumpang tindih apanya sih? Mohon > berbahasa yg baik ya. > Yg tumpang tindih itu adalah antara Hutan dgn Perkebunan, antara > Pertambangan dgn Hutan, antara Kegiatan Pariwisata dgn Pertambangan, antara > Permukiman dgn Hutan dst, dst, dst. > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: Risfan Munir <[email protected] <risfano%40yahoo.com>> > Date: Tue, 10 Nov 2009 07:05:15 > To: <[email protected] <referensi%40yahoogroups.com>> > Subject: [referensi] Practical Planning lagi > > Rekans ysh, > > Berita terkait tata ruang hari ini di Harian Kompas (10/11/09): > > 1. Tata Ruang - Fokus di Sumatera dan Kalimantan : hampir 80 persen masalah > tumpang tindih tata ruang wilayah (terkait kehutanan) terjadi di pulau ini > > ------------------------------------ > > Komunitas Referensi > http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links > > > -- Erwin Fahmi Cell. (+62) 812 199 3233

