setuju?.... 
Kalau mbak Nita setuju dgn mas Erwin….. saya setuju dgn pak Iman deh… krn kalau 
menurut saya tugasnya birokrat itu ya memang untuk mbantah-mbantahin wartawan 
gitu….nah sekarang mbak Nita mau apa…..
Kalau soal  harapan agar para perencana rajin nulis di media…. Para perencana 
itu sih bukannya pada  nggak mau mbak ….krn kalau tulisannya dimuat khan dapet 
honor dan namanya ngetop…. Masalahnya adalah medianya itu sendiri yg pada  
nggak doyan muat tulisan2 ttg tata ruang mbak…… pertama mereka nggak ngerti…. 
Tata ruang itu apa.. manfaatnya apa dan hasilnya apa…. Dan lagipula antar media 
juga sudah bingung dgn persaingan antar mereka sendiri utk berebut pembaca dan 
pemasang iklan utk survival mrk sendiri… jadi mereka skrg lbh utamakan tulisan2 
yg hangat dan panas dimasyarakat….. maka kalau kita lihat spt di Kompas 
misalnya…. Dulu pernah ada kolom tetap berkala  “kota kita” misalnya… tapi 
itupun hanya sebesar 2 kolom x 20cm dan muncul paling2 2 minggu sekali….dan  
itupun  terbanyak yg dimuat lbh ttg lansekap dan arsitektur kota atau kalau 
nggak ya arsitektur rumah…..krn tentang keruangan.. para redaktur media itu jauh
 lbh memahami arsitektur (rumah, kota) dan lansekap (taman) atau interior…. 
Bagi mereka itu menurut Marco Kusumawijaya… rumah adalah konkrit, arsitektur 
kota adlh konkrit… taman adalah konkrit… sementara itu penataan ruang adalah 
abstrak… jadi mereka gak mudeng….. 
atau mereka bisa memuat tulisan wartawan mereka sendiri sampai berseri… namun 
nanti lebih ttg sosiologi perkotaan misalnya…… krn redaktur media sering lbh 
banyak berasal dari studi sosiologi juga….. untung saja kita masih punya 
planner mbak Nita yg nyelip didunia media….
Salam,

--- On Mon, 11/9/09, arinynta <[email protected]> wrote:


From: arinynta <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Practical Planning lagi
To: [email protected]
Date: Monday, November 9, 2009, 7:22 PM


  





setuju...
saya setuju dengan pendapat mas erwin, jangan selalu menyalahkan wartawan. 
dalam media, bahasa teknis harus diolah menjadi bahasa yang lebih dimengerti 
oleh masyarakat apalagi yang awam. maksudnya cuma satu, agar pesannya dapat 
diterima dengan baik dan masyarakat jadi paham.
memang tidak bisa dipungkiri, kalau media acapkali membuat blunder, makin 
membuat ruwet. sebab memang berita yang disampaikan tidak diolah lagi, apalagi 
dianalisa. apalagi kalau yg menjadi narasumber adalah pakar (entah itu 
pengakuannya) , mau dicek ke pakar lain? wah bisa2 tidak turun cepat beritanya.

saya juga berharap, para ahli perencana rajin menulis di media, dengan segala 
topik yang sesuai dengan kepakarannya. percayalah, kami dari media juga akan 
senang. hitun-hitung, sang ahli pun menyosialisasikan ilmunya sendiri (mumpung 
sekarang isu tata ruang sedang naik daun).

salam,
nita










From: Erwin Fahmi <erwin.fahmi@ gmail.com>
To: refere...@yahoogrou ps.com
Sent: Tuesday, November 10, 2009 9:27:29
Subject: Re: [referensi] Practical Planning lagi

  


Pak Iman,
 
Saya kok jadinya mau usul ke Bapak, baik sebagai pejabat di Ditjen Penataan 
Ruang maupun sebagai ketua IAP. Berita itu dan berita-berita lainnya, memang 
kerap tersaji dalam bahasa atau ungkapan yang secara teknis dapat dianggap 
kurang tepat. Namun, saya kira para wartawan itu tidak sepenuhnya dapat 
disalahkan. Memang bukan urusan mereka untuk menyajikan sesuatu yang secara 
teknis akurat; tugas mereka, sebagai wartawan media umum, adalah menyajikan 
berita (peristiwa, aspirasi masyarakat banyak, observable facts) yang mudah 
dipahami oleh khalayak pembacanya. Memang kadang2 provokatif, kadang pula 
'menggelikan' . Namun, point mereka mungkin adalah: pesan tersampaikan. Karena 
itu, daripada kita 'sibuk' membantah atau mencela ketidakakuratan teknis 
bahasanya, sikap yang lebih positif mungkin adalah: kantor Bapak atau IAP 
berinisiatif mengadakan pelatihan, atau workshop, sehari-dua untuk menjelaskan 
tentang istilah dan situasi tata ruang/penataan
 ruang di republik ini.
 
Saya kira, jika acara semacam itu dapat dijalankan, banyak hal akan kita 
peroleh. Di antaranya, sejumlah wartawan yang semakin awas dengan kerumitan, 
kalau bukan karut-marut,  dunia penataan ruang kita. Mohon jangan salah 
tangkap: ini bukan salah satu-dua pihak; ini persoalan bersama kita sebagai 
bangsa.
 
 
Salam,
EF 


2009/11/10 <isoedradjat@ yahoo.com>


  



Dlm artikel tsb bahasanya "Tumpang Tindih Tata Ruang", ini bahasa ngga jelas. 
Yg tumpang tindih itu apa? 
Powered by Telkomsel BlackBerry®



From: Risfan Munir <risf...@yahoo. com> 
Date: Tue, 10 Nov 2009 07:38:19 +0700
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: RE: [referensi] Practical Planning lagi




  

Pak Iman, 

Judul Berita: 
Tata Ruang - Fokus di Sumatera dan Kalimantan.

Lead beritanya:
"Program pemerintah menyelesaikan tumpang tindih lahan dalam penyusunan tata 
ruang patut diapresiasi. Menteri Kehutanan sebaiknya mengawali program ini dari 
Sumatera dan Kalimantan. dst.
.......... termasuk kutipan sebelumnya itu.

Salam,

-----Original Message-----
From: isoedradjat@ yahoo.com
Sent: Tuesday, November 10, 2009 7:12 AM
To: refere...@yahoogrou ps.com
Subject: Re: [referensi] Practical Planning lagi

Kho Tata Ruang bisa tumpang tindih. Yg tumpang tindih apanya sih? Mohon 
berbahasa yg baik ya.
Yg tumpang tindih itu adalah antara Hutan dgn Perkebunan, antara Pertambangan 
dgn Hutan, antara Kegiatan Pariwisata dgn Pertambangan, antara Permukiman dgn 
Hutan dst, dst, dst.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Risfan Munir <risf...@yahoo. com>
Date: Tue, 10 Nov 2009 07:05:15 
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: [referensi] Practical Planning lagi

Rekans ysh,

Berita terkait tata ruang hari ini di Harian Kompas (10/11/09):

1. Tata Ruang - Fokus di Sumatera dan Kalimantan : hampir 80 persen masalah 
tumpang tindih tata ruang wilayah (terkait kehutanan) terjadi di pulau ini

------------ --------- --------- ------

Komunitas Referensi
http://groups. yahoo.com/ group/referensi/ Yahoo! Groups Links






-- 
Erwin Fahmi

Cell. (+62) 812 199 3233






New Email addresses available on Yahoo! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does! 







      

Kirim email ke