ngomong2 bisa nggak... disebutkan dulu honornya brp?..... --- On Mon, 11/9/09, arinynta <[email protected]> wrote:
From: arinynta <[email protected]> Subject: Re: [referensi] Practical Planning lagi To: [email protected] Date: Monday, November 9, 2009, 10:30 PM ayo, kalo begitu saya tantang untuk nulis di media saya. bagaimana??? majalahnya bulanan, jadi cuma ada 12 edisi setiap tahunnya. silakan gantian. tirasnya memang kecil, tapi nasional. namanya "Properti Indonesia".. . so, sangat berkaitan dengan tata ruang. mudah2an dari yg kecil ini bisa menyebar. salam, nita From: hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com> To: refere...@yahoogrou ps.com Sent: Tuesday, November 10, 2009 12:07:15 Subject: Re: [referensi] Practical Planning lagi setuju?.... Kalau mbak Nita setuju dgn mas Erwin….. saya setuju dgn pak Iman deh… krn kalau menurut saya tugasnya birokrat itu ya memang untuk mbantah-mbantahin wartawan gitu….nah sekarang mbak Nita mau apa….. Kalau soal harapan agar para perencana rajin nulis di media…. Para perencana itu sih bukannya pada nggak mau mbak ….krn kalau tulisannya dimuat khan dapet honor dan namanya ngetop…. Masalahnya adalah medianya itu sendiri yg pada nggak doyan muat tulisan2 ttg tata ruang mbak…… pertama mereka nggak ngerti…. Tata ruang itu apa.. manfaatnya apa dan hasilnya apa…. Dan lagipula antar media juga sudah bingung dgn persaingan antar mereka sendiri utk berebut pembaca dan pemasang iklan utk survival mrk sendiri… jadi mereka skrg lbh utamakan tulisan2 yg hangat dan panas dimasyarakat….. maka kalau kita lihat spt di Kompas misalnya…. Dulu pernah ada kolom tetap berkala “kota kita” misalnya… tapi itupun hanya sebesar 2 kolom x 20cm dan muncul paling2 2 minggu sekali….dan itupun terbanyak yg dimuat lbh ttg lansekap dan arsitektur kota atau kalau nggak ya arsitektur rumah…..krn tentang keruangan.. para redaktur media itu jauh lbh memahami arsitektur (rumah, kota) dan lansekap (taman) atau interior…. Bagi mereka itu menurut Marco Kusumawijaya… rumah adalah konkrit, arsitektur kota adlh konkrit… taman adalah konkrit… sementara itu penataan ruang adalah abstrak… jadi mereka gak mudeng….. atau mereka bisa memuat tulisan wartawan mereka sendiri sampai berseri… namun nanti lebih ttg sosiologi perkotaan misalnya…… krn redaktur media sering lbh banyak berasal dari studi sosiologi juga….. untung saja kita masih punya planner mbak Nita yg nyelip didunia media…. Salam, --- On Mon, 11/9/09, arinynta <ariny...@yahoo. com> wrote: From: arinynta <ariny...@yahoo. com> Subject: Re: [referensi] Practical Planning lagi To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Monday, November 9, 2009, 7:22 PM setuju... saya setuju dengan pendapat mas erwin, jangan selalu menyalahkan wartawan. dalam media, bahasa teknis harus diolah menjadi bahasa yang lebih dimengerti oleh masyarakat apalagi yang awam. maksudnya cuma satu, agar pesannya dapat diterima dengan baik dan masyarakat jadi paham. memang tidak bisa dipungkiri, kalau media acapkali membuat blunder, makin membuat ruwet. sebab memang berita yang disampaikan tidak diolah lagi, apalagi dianalisa. apalagi kalau yg menjadi narasumber adalah pakar (entah itu pengakuannya) , mau dicek ke pakar lain? wah bisa2 tidak turun cepat beritanya. saya juga berharap, para ahli perencana rajin menulis di media, dengan segala topik yang sesuai dengan kepakarannya. percayalah, kami dari media juga akan senang. hitun-hitung, sang ahli pun menyosialisasikan ilmunya sendiri (mumpung sekarang isu tata ruang sedang naik daun). salam, nita From: Erwin Fahmi <erwin.fahmi@ gmail.com> To: refere...@yahoogrou ps.com Sent: Tuesday, November 10, 2009 9:27:29 Subject: Re: [referensi] Practical Planning lagi Pak Iman, Saya kok jadinya mau usul ke Bapak, baik sebagai pejabat di Ditjen Penataan Ruang maupun sebagai ketua IAP. Berita itu dan berita-berita lainnya, memang kerap tersaji dalam bahasa atau ungkapan yang secara teknis dapat dianggap kurang tepat. Namun, saya kira para wartawan itu tidak sepenuhnya dapat disalahkan. Memang bukan urusan mereka untuk menyajikan sesuatu yang secara teknis akurat; tugas mereka, sebagai wartawan media umum, adalah menyajikan berita (peristiwa, aspirasi masyarakat banyak, observable facts) yang mudah dipahami oleh khalayak pembacanya. Memang kadang2 provokatif, kadang pula 'menggelikan' . Namun, point mereka mungkin adalah: pesan tersampaikan. Karena itu, daripada kita 'sibuk' membantah atau mencela ketidakakuratan teknis bahasanya, sikap yang lebih positif mungkin adalah: kantor Bapak atau IAP berinisiatif mengadakan pelatihan, atau workshop, sehari-dua untuk menjelaskan tentang istilah dan situasi tata ruang/penataan ruang di republik ini. Saya kira, jika acara semacam itu dapat dijalankan, banyak hal akan kita peroleh. Di antaranya, sejumlah wartawan yang semakin awas dengan kerumitan, kalau bukan karut-marut, dunia penataan ruang kita. Mohon jangan salah tangkap: ini bukan salah satu-dua pihak; ini persoalan bersama kita sebagai bangsa. Salam, EF 2009/11/10 <isoedradjat@ yahoo.com> Dlm artikel tsb bahasanya "Tumpang Tindih Tata Ruang", ini bahasa ngga jelas. Yg tumpang tindih itu apa? Powered by Telkomsel BlackBerry® From: Risfan Munir <risf...@yahoo. com> Date: Tue, 10 Nov 2009 07:38:19 +0700 To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: RE: [referensi] Practical Planning lagi Pak Iman, Judul Berita: Tata Ruang - Fokus di Sumatera dan Kalimantan. Lead beritanya: "Program pemerintah menyelesaikan tumpang tindih lahan dalam penyusunan tata ruang patut diapresiasi. Menteri Kehutanan sebaiknya mengawali program ini dari Sumatera dan Kalimantan. dst. .......... termasuk kutipan sebelumnya itu. Salam, -----Original Message----- From: isoedradjat@ yahoo.com Sent: Tuesday, November 10, 2009 7:12 AM To: refere...@yahoogrou ps.com Subject: Re: [referensi] Practical Planning lagi Kho Tata Ruang bisa tumpang tindih. Yg tumpang tindih apanya sih? Mohon berbahasa yg baik ya. Yg tumpang tindih itu adalah antara Hutan dgn Perkebunan, antara Pertambangan dgn Hutan, antara Kegiatan Pariwisata dgn Pertambangan, antara Permukiman dgn Hutan dst, dst, dst. Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Risfan Munir <risf...@yahoo. com> Date: Tue, 10 Nov 2009 07:05:15 To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: [referensi] Practical Planning lagi Rekans ysh, Berita terkait tata ruang hari ini di Harian Kompas (10/11/09): 1. Tata Ruang - Fokus di Sumatera dan Kalimantan : hampir 80 persen masalah tumpang tindih tata ruang wilayah (terkait kehutanan) terjadi di pulau ini ------------ --------- --------- ------ Komunitas Referensi http://groups. yahoo.com/ group/referensi/ Yahoo! Groups Links -- Erwin Fahmi Cell. (+62) 812 199 3233 New Email addresses available on Yahoo! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! Get your new Email address! Grab the Email name you've always wanted before someone else does!

