setuju...
saya setuju dengan pendapat mas erwin, jangan selalu menyalahkan wartawan. 
dalam media, bahasa teknis harus diolah menjadi bahasa yang lebih dimengerti 
oleh masyarakat apalagi yang awam. maksudnya cuma satu, agar pesannya dapat 
diterima dengan baik dan masyarakat jadi paham.
memang tidak bisa dipungkiri, kalau media acapkali membuat blunder, makin 
membuat ruwet. sebab memang berita yang disampaikan tidak diolah lagi, apalagi 
dianalisa. apalagi kalau yg menjadi narasumber adalah pakar (entah itu 
pengakuannya), mau dicek ke pakar lain? wah bisa2 tidak turun cepat beritanya.

saya juga berharap, para ahli perencana rajin menulis di media, dengan segala 
topik yang sesuai dengan kepakarannya. percayalah, kami dari media juga akan 
senang. hitun-hitung, sang ahli pun menyosialisasikan ilmunya sendiri (mumpung 
sekarang isu tata ruang sedang naik daun).

salam,
nita









________________________________
From: Erwin Fahmi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, November 10, 2009 9:27:29
Subject: Re: [referensi] Practical Planning lagi

  
Pak Iman,
 
Saya kok jadinya mau usul ke Bapak, baik sebagai pejabat di Ditjen Penataan 
Ruang maupun sebagai ketua IAP. Berita itu dan berita-berita lainnya, memang 
kerap tersaji dalam bahasa atau ungkapan yang secara teknis dapat dianggap 
kurang tepat. Namun, saya kira para wartawan itu tidak sepenuhnya dapat 
disalahkan. Memang bukan urusan mereka untuk menyajikan sesuatu yang secara 
teknis akurat; tugas mereka, sebagai wartawan media umum, adalah menyajikan 
berita (peristiwa, aspirasi masyarakat banyak, observable facts) yang mudah 
dipahami oleh khalayak pembacanya. Memang kadang2 provokatif, kadang pula 
'menggelikan'. Namun, point mereka mungkin adalah: pesan tersampaikan. Karena 
itu, daripada kita 'sibuk' membantah atau mencela ketidakakuratan teknis 
bahasanya, sikap yang lebih positif mungkin adalah: kantor Bapak atau IAP 
berinisiatif mengadakan pelatihan, atau workshop, sehari-dua untuk menjelaskan 
tentang istilah dan situasi tata ruang/penataan ruang di
 republik ini.
 
Saya kira, jika acara semacam itu dapat dijalankan, banyak hal akan kita 
peroleh. Di antaranya, sejumlah wartawan yang semakin awas dengan kerumitan, 
kalau bukan karut-marut,  dunia penataan ruang kita. Mohon jangan salah 
tangkap: ini bukan salah satu-dua pihak; ini persoalan bersama kita sebagai 
bangsa.
 
 
Salam,
EF 


2009/11/10 <isoedradjat@ yahoo.com>

  
>Dlm artikel tsb bahasanya "Tumpang Tindih Tata Ruang", ini bahasa ngga jelas. 
>Yg tumpang tindih itu apa? 
>
>Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________
 >
>From: Risfan Munir <risf...@yahoo. com> 
>Date: Tue, 10 Nov 2009 07:38:19 +0700
>To: <refere...@yahoogrou ps.com>
>Subject: RE: [referensi] Practical Planning lagi
>
>  
>Pak Iman, 
>
>Judul Berita: 
>Tata Ruang - Fokus di Sumatera dan Kalimantan.
>
>Lead beritanya:
>"Program pemerintah menyelesaikan tumpang tindih lahan dalam penyusunan tata 
>ruang patut diapresiasi. Menteri Kehutanan sebaiknya mengawali program ini 
>dari Sumatera dan Kalimantan. dst.
>>.......... termasuk kutipan sebelumnya itu.
>
>Salam,
>
>-----Original Message-----
>From: isoedradjat@ yahoo.com
>Sent: Tuesday, November 10, 2009 7:12 AM
>>To: refere...@yahoogrou ps.com
>Subject: Re: [referensi] Practical Planning lagi
>
>Kho Tata Ruang bisa tumpang tindih. Yg tumpang tindih apanya sih? Mohon 
>berbahasa yg baik ya.
>>Yg tumpang tindih itu adalah antara Hutan dgn Perkebunan, antara Pertambangan 
>>dgn Hutan, antara Kegiatan Pariwisata dgn Pertambangan, antara Permukiman dgn 
>>Hutan dst, dst, dst.
>Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
>-----Original Message-----
>>From: Risfan Munir <risf...@yahoo. com>
>Date: Tue, 10 Nov 2009 07:05:15 
>To: <refere...@yahoogrou ps.com>
>>Subject: [referensi] Practical Planning lagi
>
>Rekans ysh,
>
>Berita terkait tata ruang hari ini di Harian Kompas (10/11/09):
>
>1. Tata Ruang - Fokus di Sumatera dan Kalimantan : hampir 80 persen masalah 
>tumpang tindih tata ruang wilayah (terkait kehutanan) terjadi di pulau ini
>
>------------ --------- --------- ------
>
>Komunitas Referensi
>http://groups. yahoo.com/ group/referensi/ Yahoo! Groups Links
>
>


-- 
Erwin Fahmi

Cell. (+62) 812 199 3233




 


      New Email names for you! 
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke