Pak Onnos ysh, ++++: ..Omomg- omong tentang Cinta Tanah Air, saya jadi teringat dengan para 'mbak Yu penjual Jamu Gendong'. Mereka banyak saya temui hampir di seluruh pelosok tanah air, seperti di Kep. Batam-Bintan dsk, Pulau Sedanau Kep. Natuna, Nunukan Pulau Sebatik, Kep. Sangihe - Talaud, Morotai, Sorong, Manokwari, Biak, Jayapura, Merauke dll. Kebanyakan mbak/mbok Jamu Gendong itu berasal dari Jawa Tengah (Wonogiri, Pekalongan) & Jawa Timur (Pacitan, Blitar), mereka merantau bersama suami dan sanak saudaranya, biasanya sang suami sebagai 'tukang bangunan' atau pedagang informal (K-5) seperti jual bakso atau nasi soto dll. Saya terpikir mereka ini termasuk para pejuang dalam rangka 'proyek nasionalisme' . Mungkin saja mereka ada juga yang awalnya ikut proyek transmigrasi, tetapi terus nyambi berdagang jamu gendong ke kota terdekat. Walau demikian, mereka itu 'tanpa banyak omong' telah ikut berjuang menegakkan NKRI. Maaf kalau saya salah pemahaman dalam diskus ini ya.. >>>>: ‘Heroisme’ migrasi sektor informal dgn merantau keluar Jawa menuju >>>>lokasi2 terpencil dan kota2 kecil umumnya sptnya lbh dikaitkan dgn contoh >>>>pioneering transmigrasi utk mengurangi kepadatan penduduk di Jawa … selain >>>>menjadi propaganda program transmigrasi sekaligus pembuktian ketidak >>>>benaran tuduhan/ ejekan bhw suku Jawa bersifat sedentary (lahir, besar dan >>>>mati menetap terus didesa yg sama)……. Boleh jadi para migran sektor >>>>informal itu malah tak berpikir ttg ‘proyek nasionalisme’ atau penegakan >>>>NKRI spt yg sedang kita diskusikan (sebaliknya daerah tujuan malah kadang >>>>mengeluh kesan ‘Jawanisasi)…… Nampaknya motivasi kewiraswastaan kecil, >>>>pikiran menjadi pengusaha tertentu yg baru pertama dilokasi tujuan dan agar >>>>mendapatkan porsi pasar yg besar lbh menjadi tujuan utama mereka…….
++++: BTW, buat mbah Aby selamat jadi simbah beneran ya atas lahirnya cucunda yang pertama, semoga tambah bijak ya.. >>>>: Ya pak Onnos, sekarang saya sdh resmi jadi akung beneran dan maturnuwun >>>>atas perhatian serta doanya……salam, aby Sunday, November 22, 2009 9:55 AM From: "Sugiono Ronodihardjo" <[email protected]> Salam sejahtera pak RM dan rekan-2 ysh, Ikut nimbrung nich..Omomg- omong tentang Cinta Tanah Air, saya jadi teringat dengan para 'mbak Yu penjual Jamu Gendong'. Mereka banyak saya temui hampir di seluruh pelosok tanah air, seperti di Kep. Batam-Bintan dsk, Pulau Sedanau Kep. Natuna, Nunukan Pulau Sebatik, Kep. Sangihe - Talaud, Morotai, Sorong, Manokwari, Biak, Jayapura, Merauke dll. Kebanyakan mbak/mbok Jamu Gendong itu berasal dari Jawa Tengah (Wonogiri, Pekalongan) & Jawa Timur (Pacitan, Blitar), mereka merantau bersama suami dan sanak saudaranya, biasanya sang suami sebagai 'tukang bangunan' atau pedagang informal (K-5) seperti jual bakso atau nasi soto dll. Saya terpikir mereka ini termasuk para pejuang dalam rangka 'proyek nasionalisme' . Mungkin saja mereka ada juga yang awalnya ikut proyek transmigrasi, tetapi terus nyambi berdagang jamu gendong ke kota terdekat. Walau demikian, mereka itu 'tanpa banyak omong' telah ikut berjuang menegakkan NKRI. Maaf kalau saya salah pemahaman dalam diskus ini ya.. BTW, buat mbah Aby selamat jadi simbah beneran ya atas lahirnya cucunda yang pertama, semoga tambah bijak ya.. Wassalam, Onnos

