Pak Risfan, Pak Aby, Mbak Windy, dan rekan2 ysh. ada 2 hal penting yg menurut saya baik utk milist ini ke depan:
1. mari kita tidak men-discourage kontribusi2 best practices.. 2. tapi jangan juga kita men-discourage upaya mendiskusikan sesuatu lebih dalam lagi..dgn alasan misalkan: .."ya pasti"... "semua orang tahu".... tentu saja diskusi dgn segala keterbatasan mengingat ini adalah milist bukan jurnal ilmiah, paling banter yg kita bisa lakukan adalah konstruksi hipotesis yg loose... interest setiap orang berbeda, demikian jg dgn knowledge yg dimiliki...apalagi anggota milist ini cukup bervariasi... sebagian dr kita belum tahu Curitiba, sebagian sudah dan ingin tahu lebih jauh...terus terang utk Curitiba ini saya tidak tertarik dgn penjabaran data komposisi ras penduduk, income/cap, dst (sori Pak Aby hehe tapi sy yakin byk jg yg berminat)... minat sy lebih pd apa peran faktor2 tsb thd bentuk ruang Curitiba saat ini... Saya msh ingat cerita Pak BSP ttg jawaban walikota Tokyo bahwa sebagian masalah2 kota (banjir?) akan selesai dgn sendirinya seiring dgn meningkatnya kesejahteraan penduduknya... mungkin tdk 100% tepat, tapi makna yg terkandung sgt dalam, dan menarik utk digali... saya tadinya bermaksud membawa diskusinya ke cabang ini, sampai pd kota2 yg terfragmentasi, yg produksi ruangnya jg berbeda, sekalian menjawab pertanyaan Pak Eka...now I lost my appetite..:) Mari kita sama2 membuat apapun diskusi menjadi berkembang, sepanjang sesuai dgn jalur milis ini... I rest my case... --- On Mon, 12/7/09, Risfan Munir <[email protected]> wrote: From: Risfan Munir <[email protected]> Subject: RE: [referensi] Curitiba dan Production of Space (was Re: Kota2 Ideal Mereka Disana.. To: [email protected] Date: Monday, December 7, 2009, 8:42 PM F Windy dan rekans ysh, Itulah yang saya maksud Bu. Dari info inovasi (idea in action, good practice, dst) yang saling di-share-kan akan ada koleksi referensi yang akan bisa menginspirasi kita-kita, dan nantinya Pemda-pemda yang otonom. Selama ini kebanyakan Pemda hanya meniru Jakarta termasuk yang salahnya. Bahwa tiap inovasi dari tempat lain itu mesti disesuaikan dgn kondisi 'daerah pengadopsi', ya mesti. Saya bertanya waktu itu, didasari ingin tahu lebih jauh point of innovation dan key success factor-nya. Siapa tahu Anda pernah menekuni itu lebih jauh, atau teman-teman pembaca yang tahu. Tapi diberi tahu ada case itu saja sdh manfaat tentu. Saya ingin tiap lontaran info, ide, knowledge di Referensi ini di-encourage, karena ternyata banyak rekan mahasiswa jd member, dan kita juga, yang tentu bisa ambil manfaat dari info-info tersebut. Tapi sikap umumnya orang thd best-practice kadang memang terlampau critical Karena itu saya lebih sering pakai istilah "good" practice, spy tidak dicecar pagi-pagi karena istilah "best" itu. Banyak case bagus dari daerah seperti Sragen, Tarakan, Solo, Temanggung, Lamongan, Jembrana. Banyak point of innovation nya yg layak dipelajari (bukan ditiru semata-mata) juga key success factorsnya. Tapi banyak juga yang apatis mencecar, "bgm kalau kepala daerah ganti?", "apa pencantuman kode anggarannya betul?". Pertanyaan wajar, tapi karena disampaikan bertubi-tubi, jadi menutupi good point nya. Thanks Bu atas kontribusinya. Member Referensi tentu berharap kian banyak info dan kontributor nya. Saya sendiri pernah mengasuh desk "idea-in-action & good-practice" untuk program yang bekerja di 8 propinsi. Saya tahu betapa sulitnya meng-encourage ahli apalagi pelaku untuk menuliskan pengalamannya. Jadi mohon maaf kalau saya terlalu sensitif thd hal yang (tampaknya) men-discourage itu. Pak BSP, yang pernah jd petinggi di daerah, termasuk yg selalu mengingatkan saya untuk mendorong penulisan "practical planning". Istilah beliau untuk inovasi atau idea-in-actions dari daerah. Salam, Risfan Munir -----Original Message----- From: franciska windy <[email protected]> Sent: Tuesday, December 08, 2009 1:23 AM To: [email protected] Subject: Re: [referensi] Curitiba dan Production of Space (was Re: Kota2 Ideal Mereka Disana.. kepada rekan2, sekedar mengkonfirmasi (lagi) tentang apa yang saya kirimkan. saya ingin menjawab beberapa pertanyaan tentang artikel yang saya kirimkan

