Iya, setuju....kata kawan saya saat di Belanda memang di sana orang beli sepeda 
utk siap hilang..., belum juga beli tp mental hrs siap utk kehilangan
Salam,
Oka
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Djarot Purbadi <[email protected]>
Date: Sat, 12 Dec 2009 23:52:21 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] rural transport di Indonesia?

Teman saya pernah studi di Belanda, dia bangga dengan budaya bersepeda di sana. 
Tetapi kayaknya dia juga pernah bercerita, punya kebiasaan mencopot ban depan 
sepedanya ketika parkir di tempat umum dan membawanya ke dalam kelas.....sebab 
jika tidak demikian bisa ilang semua....mending masih menyimpan ban depan !

Salam,



Djarot Purbadi



http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK]

http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF]

http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com

--- On Sun, 12/13/09, Harya Setyaka <[email protected]> wrote:

From: Harya Setyaka <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] rural transport di Indonesia?
To: [email protected]
Date: Sunday, December 13, 2009, 4:14 AM







 



  


    
      
      
      














>>>> Tetapi yang ingin disampaikan adalah, ketika kita sudah enak naik sepeda 
>>>> motor ada rasa enggan untuk kembali naik sepeda, apalagi ketika sudah 
>>>> nyaman mengendarai mobil sang
......


++
Ah masa iyaa...
Trus mas Dwiagus gmana?
Trus anggota Bike2Work yg 10ribu itu gmana?
Turis Belanda yg di Jogja nge-becak atau ngojek, pas balik lagi ke Belanda.. 
Apa lantas beli motor disana??

Kebanyakan mitos nih..

-K-


Pedal Powered BikeBerry
From:  Djarot Purbadi <dpurb...@yahoo. com>
Date: Sat, 12 Dec 2009 13:08:50 -0800 (PST)To: <refere...@yahoogrou 
ps.com>Subject: Re: [referensi] rural transport di Indonesia?

 



    
      
      
      Ya, teorinya memang kebablasan karena tanpa basis evidensi yang mantap. 
Tetapi yang ingin disampaikan adalah, ketika kita sudah enak naik sepeda motor 
ada rasa enggan untuk kembali naik sepeda, apalagi ketika sudah nyaman 
mengendarai mobil sangat sulit untuk kembali ke pola hidup berjalan kaki lagi 
seperti masa kecil kita. Apalagi pada saat masih di dalam kandungan sudah naik 
mobil, waaah rasanya agak mustahil deh diajak apalagi berpikir nikmatnya 
berjalan kaki. Tampaknya perlu ada revolusi berpikir yang mampu mengubah 
mindset kita untuk ke arah itu. Pemahaman dan kesadaran tentang teori-teori 
pemanasan global, polusi dsb barangkali belum cukup. Tentu ada penjelasan lain 
yang diperlukan deh.

Salam,



Djarot Purbadi



http://realmwk. wordpress. com [Blog Resmi MWK]

http://forumriset. wordpress. com [Blog Resmi APRF]

http://fenomenologi arsitektur. wordpress. com

--- On Sun, 12/13/09, efha_mardiansjah@ yahoo.com <efha_mardiansjah@ yahoo.com> 
wrote:

From: efha_mardiansjah@ yahoo.com <efha_mardiansjah@ yahoo.com>
Subject: Re: [referensi] rural transport di Indonesia?
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Sunday, December 13, 2009, 12:41 AM







 



    
      
      
      Tapi saya belum pernah lihat tas atau sepatu buatan Bantul atau Cibaduyut 
di butik mewah di paris hua ha ha ha..... (kalo sepatu kodian macem Nike sih 
sering lah....)
 
Salam,
 
Fadjar Undip
 
 


--- On Sun, 12/13/09, Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com> wrote:


From: Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com>
Subject: Re: [referensi] rural transport di Indonesia?
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Sunday, December 13, 2009, 12:15 AM


  


Karena HDI Paris>>>HDI Jkt>> HDI NTB&NTT..
-K-




Pedal Powered BikeBerry



From: Djarot Purbadi <dpurb...@yahoo. com> 
Date: Sat, 12 Dec 2009 02:27:06 -0800 (PST)
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: Re: [referensi] rural transport di Indonesia?

  





Mas, tetapi ada teori yang menentangnya lho. Orang desa dimana-mana ingin ke 
kota, setelah di kota lulus sekolah, ingin kerja di Jakarta. Setelah di 
jakarta, dia ingin ke Singapore, atau Paris. Ketika di Paris beli tas dan 
sepatu di butik mewah, eee ternyata tas dan sepatu itu buatan Manding (Bantul) 
atau Cibaduyut (Jabar).... 

Salam,

Djarot Purbadi

http://realmwk. wordpress. com [Blog Resmi MWK]
http://forumriset. wordpress. com [Blog Resmi APRF]
http://fenomenologi arsitektur. wordpress. com

--- On Sat, 12/12/09, Benedictus Dwiagus S. <bdwia...@gmail. com> wrote:


From: Benedictus Dwiagus S. <bdwia...@gmail. com>
Subject: Re: [referensi] rural transport di Indonesia?
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Saturday, December 12, 2009, 2:40 PM


  

Saya juga mau berkomen yg hampir sama dengan koko.

Kalow di NTT dan NTB, angka HDI yg buruk disumbang dari angka kematian ibu dan 
anak yg lumayan tinggi. Dan kebanyakan disebabkan karena keterlambatan dalam 
mencapai fasilitas kesehatan, yg dikarenakan tak adanya sistem angkutan rural 
yg bisa membawa ibu hamil dan anak yg bermasalah kesehatan ke rumah sakit. 
Tambahan lagi, hal tersebut juga membuat para keluarga enggan membawa ibu dan 
anak ke fasilitas kesehatan. Dan mereka prefer pergi ke dukun. 
Salah satu konsep intervensinya, maka sistem transportasi menjadi salah satu 
bagian sistem kesiagaan sebuah desa utk menghadapi permasalah kesehatan ibu dan 
anak. Mulai dari identifikasi siapa punya kendaraan apa, kendaraan mana 
membantu siapa, dst.
Itu yg dilakukan AusAID dan diteruskan GTZ di NTT dan NTB dan kemudian jd 
program nasional Desa Siaga-nya Menkes.

Jadi saya numpang teriak amin, utk menegaskan pentingnya rural transportation
 system.

Salam
Dwiagus
»»» digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~ Genjot Teruuusss... !!!


From: "Harya Setyaka" <harya.setyaka@ gmail.com> 
Date: Sat, 12 Dec 2009 06:47:10 +0000
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: Re: [referensi] rural transport di Indonesia?

  


Teman2 dari PUSTRAL(Pusat Studi Transp Logistic) UGM menggiati rural transport 
cukup intensive.
Prof. Danang Parikesit, salah satu profesor muda di bidang transport juga 
sempat menjadi ketua IFRTD: Ins. For Rural Transp Devt., yg berkedudukan di 
London.

Di luar Jawa, misal di Papua, minimnya infastruktur transportasi menjadi 
kendala pelayanan kesehatan&pendidikan. HDI nya jadi keok. JaTeng Yogya HDI nya 
cukup tinggi..

Mengenai mangga busuk di Kediri: artinya harga produksi mangga+investasi 
pendingin+ ongkos angkut / kg >>> harga jual /kg di pasar/kota.. (Basic Von 
Thunnen).

Kalau sudah panen tapi tidak terangkut juga; artinya ongkos angkut >= harga 
jual.

Sulitnya Informasi mengenai harga jual (price signal) ini menjadi tantangan 
bagi petani..



Salam,
-K-





Pedal Powered BikeBerry



From: Eko B K <ekobu...@yahoo. com> 
Date: Fri, 11 Dec 2009 20:30:13 -0800 (PST)
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: [referensi] rural transport di Indonesia?

  





Bapak, Ibu, referensiers ysh., 

Selain MRT dan sepeda utk memecahkan masalah urban transport, saya kira kita 
juga punya masalah dgn rural transport... sayangnya (rasanya) belum pernah kita 
diskusikan di milis ini... saya terpikir setelah melihat foto2 kawan di Jawa 
Tengah dan Yogya yg memperlihatkan beberapa pickup (yg juga sudah penuh dgn 
barang) masih dipenuhi oleh 20 an orang...aneh tapi nyata...

sungguh miris melihat di era masa kini di mana ada indikasi korupsi ratusan 
milyar bahkan triliun rupiah, masih ada sekelompok saudara2 kita yg tidak hanya 
dihilangkan haknya utk menikmati transportasi yg nyaman, tapi bahkan juga yg 
aman... masalah "keamanan" dlm bertransportasi publik mungkin sudah sering kita 
lihat di KA Jabotabek... Tapi rural transport pun ternyata bermasalah, dan saya 
tidak tahu banyak ttg ini di Indonesia... kecuali bahwa pernah
 ada penelitian di Planologi ITB ttg dampak lingkungan dari rural transport, yg 
kalau hipothesis saya sih tidak akan signifikan dampaknya karena karakter dari 
rural transport yg merupakan low volume traffic... menurut saya yg perlu 
diteliti dr rural transport di Indonesia adalah keandalannya (ada ketika 
diperlukan), murahnya (kasus panen mangga di Kediri yg akhirnya dibiarkan 
membusuk akibat transportasi yg mahal dan tdk tersedianya fasilitas pendingin), 
kenyamanan dan keamanan (kasus manusia yg dijejal2 di belakang pickup).... dan 
masalahnya bisa bervariasi antara wilayah2 di Jawa dan luar Jawa, di dalam 
pulau dan antar pulau...

barangkali ada bapak/ibu yg berkenan sharing pengetahuannya, terimakasih. ..

salam.








      

    
     



 







      

    
     

    










    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke