Pak Djarot ysh, saya tertawa membaca tanggapan bapak ini. Baru kali ini
saya lihat kandidatnya lebih degdegan dengan audiens dibandingkan dengan
pengujinya. Malah bisa jadi pengujinya nanti lebih degdegan dengan
kandidat dan audiensnya.

Saya sudah baca resume penelitiannya, punya beberapa komentar, tapi
lebih baik tidak disampaikan; siapa tahu ada penguji bapak yang ngintip
di milis ini. Tapi nanti kalau boleh guru-guru bapak diundang deh ke
milis ini, supaya kita bisa diajarin pinter juga.

Terakhir dalam hari tenang ini, coba bapak beli di toko buku G, ada buku
baru "Jurus Menang dalam Karier dan Hidup ala Samurai Sejati". Dengan
mempelajari 2-3 jurus saja dalam sehari ini saya yakin bapak akan
menang; terkecuali penguji bapak sudah mempelajari 9-10 jurus terlebih
dahulu. Salam.

-ekadj


--- In [email protected], Djarot Purbadi <dpurb...@...> wrote:
>
> Pak Eka, sanjungannya terlalu tinggi, saya jadi kikuk....saya sudah
ditunggu adiknya Obama lho dalam ujian besok....deg-degannya tambah
intens. Jika Allah menghendaki tentu doa Pak Eka dan saya bisa terkabul
secara penuh. Amien.
>
> Salam,
>
>
>
> Djarot Purbadi
>
>
>
> http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK]
>
> http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF]
>
> http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com
>
> --- On Sat, 12/19/09, ffekadj 4ek...@... wrote:
>
> From: ffekadj 4ek...@...
> Subject: [referensi] Re: posmo, induktif vs deduktif Pak Djarot
> To: [email protected]
> Date: Saturday, December 19, 2009, 12:51 PM
>
> Pak Djarot ysh, saya kira pendekatan bapak cukup kompleks, dan
>
> memungkinkan munculnya teori hybrid. Coba hal ini bapak kembangkan
>
> setelah lulus nanti, terutama memadukan fenomenologi Husserl bapak
>
> dengan Heidegger-nya Pak ATA dan Ricoeur-nya Pak Eko. Saya dan ratusan
>
> juta rakyat yang pengkonsumsi ilmu menunggu penuh harap. Salam.
>
>
>
> -ekadj
>
>
>
> --- In refere...@yahoogrou ps.com, Djarot Purbadi dpurbadi@ .> wrote:
>
> >
>
> > Pak Eka, dalam proses yang saya lakukan, digunakan induksi
bersinerji
>
> dengan refleksi. Kedua proses ini ternyata sangat kuat perannya untuk
>
> menguak fenomena yang sedang kita amati, karena ketika kita tenggelam
di
>
> dalam lautan teks atau lautan fenomena visual, refleksi membantu kita
>
> melihat kembali seluruhnya sampai sangat detil tanpa kehilangan arah.
>
> Jadi siklusnya induksi - refleksi. Begitu kayaknya.
>
> >
>
> > Salam,
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > Djarot Purbadi
>
> >
>
> >
>
> >
>
> > http://realmwk. wordpress. com [Blog Resmi MWK]
>
> >
>
> > http://forumriset. wordpress. com [Blog Resmi APRF]
>
> >
>
> > http://fenomenologi arsitektur. wordpress. com



Kirim email ke