Pak BTS dan rekan-rekan ysh,

Mungkin bapak masih ingat beberapa belas tahun yang lalu kita duduk
bertiga, saya, anda, dan MarcoK. Marco pernah melemparkan satu topik
pembicaraan tentang ketidakdisiplinan prilaku masyarakat di jalan, dan
Marco sangat kesal.

"Bagaimana sih mendisiplinkan pengguna jalan itu. Mereka suka
menghentikan kendaraan sembarangan, terutama angkutan umum itu".

"Iya nih, sebel banget deh, kadang-kadang suka selonongan, nyalip dari
kiri, dst".

"Iya, padahal kan sudah ada peraturan lalu-lintas, rambu-rambu jalan,
nggak boleh stop, dll".

"Tapi pengguna jalan nggak bisa disalahkan, mereka nggak dididik untuk
disiplin".

"Seharusnya sopir-sopir angkot itu dimasukkan dalam penjara, biar tahu
rasa".

.....

"Hukum itu tidak harus ditegakkan oleh pemerintah, tetapi juga oleh
masyarakat sendiri", saya timpali.

"Iya, bagaimana bisa, kan itu harusnya tugas polisi dll".

"Tidak pak, bapak juga bisa menghukum".

"Wah, bagaimana mungkin saya menghukum kesalahan orang lain".

"Apa yang bapak lakukan ketika diserempet angkutan umum?"

"Yaa tak klakson keras-keras".

"Nah, itu salah satu bentuk hukuman yang bisa kita berikan sebagai
sesama pengguna jalan".



Salam,

-ekadj


--- In [email protected], "Btatas" <bta...@...> wrote:
>
> Pak Eka, mau nambahin. Dalam diskusi, kalau berbeda pendapat, langsung
saja didebat secara substansial, jangan men-stigmasi : tidak nasional,
tidak berwawasan, planner yang memalukan, ....dsb.
>
> Thanks. CU. BTS.



Kirim email ke