Pak Risfan dan Sahabats,

Hal yang sangat jelas terjadi pada saya sebagai hasil pergaulan di milis ini: 
(1) kritik tajam para sahabat milis ini selalu membangunkan kesadaranku untuk 
berpikir terus menemukan jawaban atau penjelasan yang diperlukan (pengalaman 
diskusi fenomenologi); (2) dialog mind to mind telah mengasah kepekaanku untuk 
"memahami skenario lawan" ala Musashi, sehingga ketika sidang tertutup aku 
bagaikan berselancar menghadapi serangan yang bergelombang dengan ketenangan 
terkendali; dan (3) imbas bergelut dengan para sahabat milis yang "tanpa tatap 
muka" telah melatih dan mengembangkan kemampuanku berargumentasi di dalam 
sidang tertutup dengan penuh keyakinan....meskipun waktu menuju ruang sidang 
itu aku sempat menyanyikan lagu rohani terus-menerus dari rumah bagaikan 
berdzikir...yang memantapkan keutuhan diri untuk menghadapi situasi yang 
diperkirakan merupakan "pertarungan tak seimbang"....lagu itu bahkan aku 
nyanyikan sampai saat ini.....kelak akan aku tuliskan
 di salah satu halaman naskah disertasiku.

Kepada para sahabat milis, aku hanya bisa menghaturkan terima kasih ! 

Salam,



Djarot Purbadi



http://realmwk.wordpress.com [Blog Resmi MWK]

http://forumriset.wordpress.com [Blog Resmi APRF]

http://fenomenologiarsitektur.wordpress.com

--- On Sat, 1/16/10, Risfan M <[email protected]> wrote:

From: Risfan M <[email protected]>
Subject: Bls: [referensi] annual book
To: [email protected]
Date: Saturday, January 16, 2010, 7:38 PM







 



  


    
      
      
      Rekans ysh,

Senang bisa kopi darat kemarin, walau yang minum kopi betulan kayaknya hanya 
saya dan Kang Deden, yang lain jus dan teh, plus french-fries. Sebetulnya yang 
datang 8, tapi yang satu masih dalam perut ibunya.



Menarik bahwa rupanya dari forum Referensi, Deden (Savanah,USA) dan Djarot 
(Jogja) ada kerjasama riset dan penulisan tanpa pernah tatap muka. Ini pula 
yang ditawarkan Deden, termasuk info studi dst. 



Obrolan Fahmi-Deden yang saya tangkap (saya telat) sekitar pengalaman 
berplanning untuk wilayah pasca gempa, dan Deden mendorong agar ada publikasi 
atau refleksi pengalaman lebih banyak sebagaimana penulisanpengalaman disaster 
Katarina (New Orleans). Karena pelajaran itu penting mengingat kok bencana itu 
beruntun terjadi, seperti terakhir di Haiti. 

Ini penting agar perhatian dunia tidak hanya pada Climate Change/ Global 
Warming semata.



Perkembangan ini meyakinkan saya bahwa Referensi telah berkembang menjadi 
"community of practice" dimana terjadi sharing pengetahuan antar peminat 
"pengembangan wilayah & kota"(PWK).

Bahwa lontaran di milist ini sering informal, ide sesaat, uneg2, ternyata 
dibalik itu sering ditindak lanjuti oleh teman-teman dengan pendalaman(kayak 
Dewan aja) teori atau dikaitkan dengan pekerjaan masing2. Diam2 banyak 
mahasiswa dan dosen yang ikut baca, dan terjadi dialog diluar forum ini.

Oleh karena itu, mendukung Agenda "satu tahun(lahir) satu buku". Ini tidak 
mustahil, karena diskusi informal di forum ini bisa kita compile, kita mintakan 
mahasiswa program doktor/master untuk bantu nambal teorinya. Lalu kita minta 
para senior, profesor sebagai editor. 



Mudah2an terlaksana.



Salam,

Risfan Munir



Pada Sab, 16 Jan 2010 05:12 CST - ekadj menulis:



>Ibu Reny dan Referensiers ysh,

>Alhamdulillah kemarin kita jadi juga kopi darat bersama Prof.Dr. Deden

>Rukmana. Hadir 7 orang, yaitu: Deden, Risfan, Erwin, Moris, Bayu, Aulia, dan

>saya. Dimulai jam 5 dan berakhir sekitar jam 8.30. Cukup banyak dan panjang

>yang dibicarakan, mungkin nanti rekan-rekan yang lain akan menambahkan.

>Beberapa pokok pembicaraan sekitar kinerja reformasi, jejaring, pemindahan

>ibukota, Buku 3 vs RTRWN, evaluasi singkat komunitas, dlsb. Juga

>dibagi-bagikan buku, dan juga ada hadiah buku "Samurai" dari Pak Risfan;

>sepertinya ini sudah menjadi tradisi kita.

>Dari Pak Deden diperoleh beberapa gagasan tentang pengembangan jaringan

>global, anti-metropolitan, dan penerbitan Referensi's annual book. Masalah

>jaringan global rupanya diam-diam sudah menjerat Pak Djarot untuk go

>international, mungkin perlu penjelasan sendiri. Saya akan ulas sedikit

>tentang rencana kita untuk menerbitkan 'annual book of spatial development'

>(Indonesian version). Jadi perlu pemilahan dan pemilihan topik secara

>tematik, yang akan mengumpulkan tulisan terpilih yang layak menjadi

>referensi ilmiah utama dan diterbitkan setiap tahun. Perlu kerjasama dan

>usaha yang kuat untuk mewujudkan ini. Hal ini menarik kita diskusikan

>menyangkut topik per tahun, kriteria, calon-calon penulis dan editornya.

>Untuk modal awal sudah terkumpul dari pertemuan uang sebesar $38.000, dan

>saat ini bendahara dipegang oleh rekan Moris.

>Sementara demikian yang dapat saya laporkan. Salam.

>

>-ekadj

>2010/1/15 Reny ansih renyan...@yahoo. com





    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke