salam kenal smuanya,
Alhamdulillah jd yg paling cantik skaligus jd pembawa peserta ke 8 di acara 
kopi darat kemaren..hehe..
Seneng bisa ikutan diskusi dgn macem2 topik yang menarik 
Saya rasa sebagian besar sudah dirangkum n dijelaskan.. Semoga bisa 
berkelanjutan n terealisasi.. :) 

...Aulia...

Erwin Fahmi wrote: 
>    
>         [ Attachment(s) from Erwin Fahmi included below] 
>       Rekan2 referensi ysh, 
>    
>  Sekedar melengkapi laporan 3 rekan (Ekadj, Risfan, dan Deden) sebelumnya, 
> saya ingin menambahkan ini: banyak sekali topik yang, walau sekelebatan, 
> sempat didiskusikan dalam Kopi Darat itu. Kok bisa? Ya, karena energi dan 
> antusiasme para peserta, entah bagaimana, sangatlah tinggi... Praktis, selama 
> waktu efektif sekitar 2,5 jam itu omongan mengalir terus, berganti-cepat dari 
> satu topik ke topik lainnya. Topik-topik itu, menurut hemat saya, berharga 
> untuk diteruskan pembahasannya di milis ini. Beberapa yang agak lebih panjang 
> dibicarakan dari topik lain adalah: 
>    
>  1. soal publikasi. Sempat berkembang beberapa opsi: jurnal, meski hanya 1 
> edisi per tahun; buku, meski juga hanya 1 buah/tahun; atau penerbitan buku 
> atau kumpulan hasil diskusi secara ad hoc. Dua yang pertama, memerlukan 
> komitmen dan stamina yang cukup; yang kedua, ya lebih longgar... Semua 
> sepakat bahwa publikasi ini perlu dan dapat menjadi tonggak dalam perjalanan 
> pemikiran penataan ruang, pembangunan kota dan wilayah, atau lainnya yang 
> menjadi minat kita bersama. Tentu ini memerlukan perenungan dan, 
> semoga, langkah- langkah nyata untuk merelisasikannya; 
>    
>  2. soal pemindahan ibukota. Pro-kon di milis selama ini tampaknya justru 
> membuatnya semakin menarik dan seksi. Secara bersamaan, di luaran rupanya isu 
> ini juga dibicarakan, bahkan oleh elit republik. Seorang rekan yang tidak 
> sempat hadir di Kopi Darat, Pak Abdul Alim Salam, mengirimkan sms: kalau 
> topik ini hendak diangkat ke Dialog Nasional, beliau siap membantu; 
>    
>  3. soal tantangan pembangunan dan perenc kota dan wilayah ke depan. 
> Tampaknya, isu kebencanaan (disaster) perlu melengkapi cerita climate change 
> - global warming. Catatan saya: tampaknya, belum banyak telaah akademik dan 
> praktis kita berkaitan dengan kedua isu itu, meski Hyogo Framewrok of Action 
> (2005, berkaitan dengan bencana) telah menunjukkan kuatnya kontribusi 
> penataan ruang dalam mitigasi bencana. Bencana beruntun yang terjadi di 
> sejumlah tempat, tidak hanya di Indonesia namun juga di tempat-tempat lain, 
> dan potensinya yang tetap besar untuk terjadi lagi, patut membuat kita 
> merenung dan mengambil langkah - apapun itu;  
>    
>  4. soal tantangan (percepatan) pembangunan Papua. Ini memang isu yang hanya 
> sempat dibahas oleh rekan-rekan yang datang ke Kopdar lebih awal. Sempat 
> disinggung soal: tantangan kultural, sikap politik Jakarta, kuatnya desakan 
> untuk terus melakukan pemekaran wilayah (administratif) , dan persoalan 
> birokrasi dan korupsi. Catatan saya: rasanya, milis kita ini masih terbatas 
> membahas isu ini (atau area studies umumnya), ya... Proponen utamanya mungkin 
> baru Pak Aby, rekan Ekadj, rekan Yando dan 1-2 rekan dari Papua; 
>    
>  5.  soal RTRWN dll. Ditengarai bahwa RTRWN, yang ditetapkan dengan PP namun 
> mungkin disusun dengan waktu yang terbatas, masih menyimpan kekurangan di 
> sana-sini: data yang tidak akurat (seperti, konon, P. Komodo dan G Tambora 
> disebutkan berada di NTT), tantangan dan prospek pengembangan cenderung 
> dilihat dari kacamata Jakarta dan belum sepenuhnya dari kacamata Daerah, dan 
> seterusnya. Catatan saya: sebagai dokumen, mungkin RTRWN 'sudah selesai'; 
> Namun, sebagai proses merencana, mungkin justru baru dimulai dan karena itu 
> berharga untuk ditelaah lebih jauh. 
>    
>  Sementara, demikian catatan saya. Mohon maaf jika ada yang terlewat atau 
> kurang akurat. Terlampir, 2 foto yang sempat diambil... 
>    
>  Salam, EF 
>    
>  Keterangan foto: 
>    
>  Aulia Amanda Siradj - peserta paling cantik; 
>  Bayu Dharma - batik merah; 
>  Deden Rukmana - pake dasi; 
>  Risfan Munir - batik biru; 
>  Moris Nuaimi - batik kuning/jaket hitam; 
>  Eka Aurihan Djasriain (Pak Datuk) - batik hitam; 
>  Erwin Fahmi - kaos biru. 
>  2010/1/16 Risfan M < risf...@yahoo. com > 
>    
>  Rekans ysh, Senang bisa kopi darat kemarin, walau yang minum kopi betulan 
> kayaknya hanya saya dan Kang Deden, yang lain jus dan teh, plus french-fries. 
> Sebetulnya yang datang 8, tapi yang satu masih dalam perut ibunya. 
>  Menarik bahwa rupanya dari forum Referensi, Deden (Savanah,USA) dan Djarot 
> (Jogja) ada kerjasama riset dan penulisan tanpa pernah tatap muka. Ini pula 
> yang ditawarkan Deden, termasuk info studi dst. Obrolan Fahmi-Deden yang saya 
> tangkap (saya telat) sekitar pengalaman berplanning untuk wilayah pasca 
> gempa, dan Deden mendorong agar ada publikasi atau refleksi pengalaman lebih 
> banyak sebagaimana penulisanpengalaman disaster Katarina (New Orleans). 
> Karena pelajaran itu penting mengingat kok bencana itu beruntun terjadi, 
> seperti terakhir di Haiti. 
> Ini penting agar perhatian dunia tidak hanya pada Climate Change/ Global 
> Warming semata. Perkembangan ini meyakinkan saya bahwa Referensi telah 
> berkembang menjadi "community of practice" dimana terjadi sharing pengetahuan 
> antar peminat "pengembangan wilayah & kota"(PWK). 
> Bahwa lontaran di milist ini sering informal, ide sesaat, uneg2, ternyata 
> dibalik itu sering ditindak lanjuti oleh teman-teman dengan pendalaman(kayak 
> Dewan aja) teori atau dikaitkan dengan pekerjaan masing2. Diam2 banyak 
> mahasiswa dan dosen yang ikut baca, dan terjadi dialog diluar forum ini. 
> Oleh karena itu, mendukung Agenda "satu tahun(lahir) satu buku". Ini tidak 
> mustahil, karena diskusi informal di forum ini bisa kita compile, kita 
> mintakan mahasiswa program doktor/master untuk bantu nambal teorinya. Lalu 
> kita minta para senior, profesor sebagai editor. 
>  Mudah2an terlaksana. Salam, Risfan Munir Pada Sab, 16 Jan 2010 05:12 CST - 
> ekadj menulis: >Ibu Reny dan Referensiers ysh, >Alhamdulillah kemarin kita 
> jadi juga kopi darat bersama Prof.Dr. Deden 
>>Rukmana. Hadir 7 orang, yaitu: Deden, Risfan, Erwin, Moris, Bayu, Aulia, dan 
>>>saya. Dimulai jam 5 dan berakhir sekitar jam 8.30. Cukup banyak dan panjang 
>>>yang dibicarakan, mungkin nanti rekan-rekan yang lain akan menambahkan. 
>>Beberapa pokok pembicaraan sekitar kinerja reformasi, jejaring, pemindahan 
>>>ibukota, Buku 3 vs RTRWN, evaluasi singkat komunitas, dlsb. Juga 
>>>dibagi-bagikan buku, dan juga ada hadiah buku "Samurai" dari Pak Risfan; 
>>sepertinya ini sudah menjadi tradisi kita. >Dari Pak Deden diperoleh beberapa 
>>gagasan tentang pengembangan jaringan >global, anti-metropolitan, dan 
>>penerbitan Referensi's annual book. Masalah >jaringan global rupanya 
>>diam-diam sudah menjerat Pak Djarot untuk go 
>>international, mungkin perlu penjelasan sendiri. Saya akan ulas sedikit 
>>>tentang rencana kita untuk menerbitkan 'annual book of spatial development' 
>>>(Indonesian version). Jadi perlu pemilahan dan pemilihan topik secara 
>>tematik, yang akan mengumpulkan tulisan terpilih yang layak menjadi 
>>>referensi ilmiah utama dan diterbitkan setiap tahun. Perlu kerjasama dan 
>>>usaha yang kuat untuk mewujudkan ini. Hal ini menarik kita diskusikan 
>>menyangkut topik per tahun, kriteria, calon-calon penulis dan editornya. 
>>>Untuk modal awal sudah terkumpul dari pertemuan uang sebesar $38.000, dan 
>>>saat ini bendahara dipegang oleh rekan Moris. >Sementara demikian yang dapat 
>>saya laporkan. Salam. 
>> >-ekadj >2010/1/15 Reny ansih renyan...@yahoo. com 
>  -- Erwin Fahmi Cell. (+62) 812 199 3233 
>      



      

Kirim email ke