Pak Eka, Pak Risfan, dkk.
 
Senang sekali saya memiliki kesempatan untuk kopi darat dg beberapa rekan 
referensi. Saya appresiasi sekali thd inisiatif dan segala yg telah dilakukan 
oleh Pak Eka utk terselenggaranya kegiatan kopi darat tsb.
 
Adalah pengalaman yg sangat berkesan utk dpt berdiskusi off-line dg rekan2 yg 
selama ini hanya dilakukan melalui on-line. Pertemuan informal dg suasana yg 
sangat bersahabat membuat diskusi semakin saya nikmati. Ide dan pemikiran dari 
peserta diskusi yg beragam membuat suasana diskusi sangat menarik dan hidup.
 
Dari kegiatan kopi darat tsb, melengkapi apa yg sudah ditulis oleh Pak Eka dan 
Pak Risfan, dpt saya sampaikan sbb:
 
-          Komunitas Referensi adalah suatu komunitas yg memiliki potensi besar 
utk berkontribusi thd pengkayaan keilmuan pembangunan dan perencanaan kota dan 
wilayah Indonesia (PPKWI). Anggota komunitas ini adalah majemuk dari beragam 
latar belakang pendidikan, keahlian dan profesi. Satu hal yg menyatukan kita 
semua, yaitu komitmen yg kuat thd PPKWI. Usulan utk membuat buku ataupun 
publikasi tahunan (yg berkesinambungan) adalah jawaban yg tepat utk 
mengkapitalisasikan potensi Komunitas Referensi bagi pengembangan keilmuan 
PPKWI. Saya pun berkomitmen utk ikut menggiring usulan ini menjadi kenyataan 
pada tahun 2010 ini. Kualitas dan kapasitas publikasi ini perlu dilakukan 
secara bertahap, dan saya berenvisi dalam 5-10 thn ke dpn, publikasi ini 
menjadi salah satu referensi penting bagi semua pihak yg memiliki perhatian thp 
PPKWI.
-          Diskusi ttg pengertian perencanaan kota dan wilayah (PWK) dikaitkan 
dengan kurikulum PWK juga mengemuka. 
-          Diskusi singkat ttg ide pemindahan ibukota RI pun sempat 
dibicarakan. Kesimpulannya adalah mega proyek ini tidak mudah dilakukan tapi 
perlu terus dikembangkan wacananya dan adalah bukan hal yg mustahil bilamana 
suatu saat nanti ibukota RI pindah dari Jakarta. 
-          Materi yg saya sampaikan di kuliah tamu di PWK ITB pun sempat 
ditanyakan. Materi yg saya sampaikan bertopik “Tantangan Perencanaan Kota di 
tahun 2010 dan sesudahnya”. Saya sarikan ada tiga:
o   Global warming 
o   The great recession and the increasing role of government
o   The fast-growing of web technologies. 
-          Dan masih ada topik2 lainnya.
 
Saya pun menyampaikan bahwa ingin rasanya menumbuhkembangkan network antara 
anggota komunitas Referensi dgn network yg saya telah/sedang kembangkan di US. 
Intinya bilamana ada yg berminat melanjutkan sekolah planning di US, saya 
bersedia memberikan informasi awal ataupun dijadikan salah satu referensi. 
Bilamana ada yg tertarik publikasi international, mungkin saya dpt ikut 
memfasilitasinya utk mencarikan nara sumber, referensi, or info lainnya.
 
Sekian hal yg dapat saya tambahkan dari kegiatan Kopi Darat yg sangat 
mengesankan saya tersebut.
. 
Terima kasih dan salam hangat dari Jakarta.
Deden Rukmana
 

  
________________________________
From: Risfan M <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sat, January 16, 2010 7:38:35 AM
Subject: Bls: [referensi] annual book

Rekans ysh,
Senang bisa kopi darat kemarin, walau yang minum kopi betulan kayaknya hanya 
saya dan Kang Deden, yang lain jus dan teh, plus french-fries. Sebetulnya yang 
datang 8, tapi yang satu masih dalam perut ibunya.

Menarik bahwa rupanya dari forum Referensi, Deden (Savanah,USA) dan Djarot 
(Jogja) ada kerjasama riset dan penulisan tanpa pernah tatap muka. Ini pula 
yang ditawarkan Deden, termasuk info studi dst. 

Obrolan Fahmi-Deden yang saya tangkap (saya telat) sekitar pengalaman 
berplanning untuk wilayah pasca gempa, dan Deden mendorong agar ada publikasi 
atau refleksi pengalaman lebih banyak sebagaimana penulisanpengalaman disaster 
Katarina (New Orleans). Karena pelajaran itu penting mengingat kok bencana itu 
beruntun terjadi, seperti terakhir di Haiti. 
Ini penting agar perhatian dunia tidak hanya pada Climate Change/ Global 
Warming semata.

Perkembangan ini meyakinkan saya bahwa Referensi telah berkembang menjadi 
"community of practice" dimana terjadi sharing pengetahuan antar peminat 
"pengembangan wilayah & kota"(PWK).
Bahwa lontaran di milist ini sering informal, ide sesaat, uneg2, ternyata 
dibalik itu sering ditindak lanjuti oleh teman-teman dengan pendalaman(kayak 
Dewan aja) teori atau dikaitkan dengan pekerjaan masing2. Diam2 banyak 
mahasiswa dan dosen yang ikut baca, dan terjadi dialog diluar forum ini.
Oleh karena itu, mendukung Agenda "satu tahun(lahir) satu buku". Ini tidak 
mustahil, karena diskusi informal di forum ini bisa kita compile, kita mintakan 
mahasiswa program doktor/master untuk bantu nambal teorinya. Lalu kita minta 
para senior, profesor sebagai editor. 

Mudah2an terlaksana.

Salam,
Risfan Munir

Pada Sab, 16 Jan 2010 05:12 CST - ekadj menulis:

>Ibu Reny dan Referensiers ysh,
>Alhamdulillah kemarin kita jadi juga kopi darat bersama Prof.Dr. Deden
>Rukmana. Hadir 7 orang, yaitu: Deden, Risfan, Erwin, Moris, Bayu, Aulia, dan
>saya. Dimulai jam 5 dan berakhir sekitar jam 8.30. Cukup banyak dan panjang
>yang dibicarakan, mungkin nanti rekan-rekan yang lain akan menambahkan.
>Beberapa pokok pembicaraan sekitar kinerja reformasi, jejaring, pemindahan
>ibukota, Buku 3 vs RTRWN, evaluasi singkat komunitas, dlsb. Juga
>dibagi-bagikan buku, dan juga ada hadiah buku "Samurai" dari Pak Risfan;
>sepertinya ini sudah menjadi tradisi kita.
>Dari Pak Deden diperoleh beberapa gagasan tentang pengembangan jaringan
>global, anti-metropolitan, dan penerbitan Referensi's annual book. Masalah
>jaringan global rupanya diam-diam sudah menjerat Pak Djarot untuk go
>international, mungkin perlu penjelasan sendiri. Saya akan ulas sedikit
>tentang rencana kita untuk menerbitkan 'annual book of spatial development'
>(Indonesian version). Jadi perlu pemilahan dan pemilihan topik secara
>tematik, yang akan mengumpulkan tulisan terpilih yang layak menjadi
>referensi ilmiah utama dan diterbitkan setiap tahun. Perlu kerjasama dan
>usaha yang kuat untuk mewujudkan ini. Hal ini menarik kita diskusikan
>menyangkut topik per tahun, kriteria, calon-calon penulis dan editornya.
>Untuk modal awal sudah terkumpul dari pertemuan uang sebesar $38.000, dan
>saat ini bendahara dipegang oleh rekan Moris.
>Sementara demikian yang dapat saya laporkan. Salam.
>
>-ekadj
>2010/1/15 Reny ansih renyan...@yahoo. com





      

Kirim email ke