Yaaap.....!! --- On Tue, 5/11/10, [email protected] <[email protected]> wrote:
From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: Bls Bls: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah To: [email protected] Date: Tuesday, May 11, 2010, 4:56 PM Demo biasanya setelah segala ekspresi dr lisan, tulis, puisi, nyanyi, ngerap, tarian dsbnya ngga di dengar. Nah, kalo demo, segala macam demo ngga juga di dengar, berarti pimpinan atau pejabat yg didemo udah budeg alias bolot. Powered by Telkomsel BlackBerry®From: renyan...@yahoo. com Date: Tue, 11 May 2010 23:51:01 +0000To: <refere...@yahoogrou ps.com>Subject: Re: Bls Bls: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah Hehe...setuju p. Deni...jenis puisi kayaknya juga ada yg disebut "sarkastik" ....atau "sisindiran" ...ya itu biasa aja. Senang ga senang juga tergantung suasana hati yg mendengar. Ini termasuk cara yg menurutku lebih baik dp DEMO apalagi demo yg dibayar ya... Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSATFrom: redi...@cbn. net.id Date: Tue, 11 May 2010 22:05:29 +0000To: <refere...@yahoogrou ps.com>Subject: Re: Bls Bls: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah Dlam sejarahnya puisi itu jg punya fungsi mengkritik.. . Kritikan trhadap kerusakan alam, ketidak adilan, sosial, kemajuan, bhkan kepada budaya dn seni itu sndiri... Jdi ya biasa2 sj... Adq yg suka dn tidak suka jg ya biasa2 sj... RddSent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSATFrom: hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com> Date: Tue, 11 May 2010 09:17:20 -0700 (PDT)To: <refere...@yahoogrou ps.com>Subject: Re: Bls Bls: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah Rekan Sariffuddin ysh, Eee iya lo…… sama ..... dan saya juga gak suka puisinya alm Rendra itu ……bhsnya juga kasar or sarkastik …..Dan lagian wong puisi kok ngritik …ngritik pemerintah dan ketidak-adilan…..lha itu khan sama juga gerutu ...lha buat apa? .....kalo saya sih paling senang ya jenis penyair salon itu ..…yaitu penyair yg kerjanya menulis puisi tentang betis, anggur dan rembulan gitu :-)……salam, aby --- On Tue, 5/11/10, Sariffuddin <sari...@yahoo. com> wrote: From: Sariffuddin <sari...@yahoo. com> Subject: Bls: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Tuesday, May 11, 2010, 2:03 AM Dear Pak BTS Sebagian orang sependapat dengan Bapak, namun sebagian yang lain mungkin berpendapat lain. Saya rasa karya seni berlaku bukan untuk beberapa golongan orang saja. thanks Sarif Dari: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com> Kepada: refere...@yahoogrou ps.com Terkirim: Sel, 11 Mei, 2010 15:50:50 Judul: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah Terus terang, aku tak suka puisi ini. Nilai seninya miskin sekali karena bahasanya kasar. Saya kira ini bukan puisi, tapi gerutu. Kalau gerutu,...buat apa? He-he-he.. sorry. Thanks. CU. BTS. --- Pada Sel, 11/5/10, Sariffuddin <sari...@yahoo. com> menulis: Dari: Sariffuddin <sari...@yahoo. com> Judul: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah Kepada: planostation2001@ yahoogroups. com, refere...@yahoogrou ps.com Tanggal: Selasa, 11 Mei, 2010, 8:27 AM Puisi Negeri Para Bedebah Karya:Adhie Massardi Ada satu negeri yang dihuni para bedebah Lautnya pernah dibelah tongkat Musa Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah? Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah Di negeri para bedebah Orang baik dan bersih dianggap salah Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah Karena hanya penguasa yang boleh marah Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah Maka bila negerimu dikuasai para bedebah Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya Maka bila negerimu dikuasai para bedebah Usirlah mereka dengan revolusi Bila tak mampu dengan revolusi, Dengan demonstrasi Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan Source: forum.detik. com

