Kembali kebunyi pusinya Adie M tsb, (bukan diskusi komentarnya BTS ya),
Kayaknya yang kasar cuma kata "bedebah".
 
Menurut saya frame nya mengambil dari beberapa ayat Kitab Suci, tentang 
...."Tuhan akan mengubah nasib suatu kaum hanya kalau mereka berusaha"... lalu 
pengertian Iman, selemah-lemah iman adalah Iman mereka yang tak berbuat apa-apa 
(hanya simpati dalam hati).... oleh dia diganti 'cuma diskusi'... tapi dalam 
kenyataan ... cuma simpati lewat "jempol mencet HP/FB"....
 
Kata "bedebah" nampaknya untuk mengganti kata "yang ditinggalkanTuhan" atau 
mungkin "jahiliyah".
Bedebah itu menurut kamus artinya apa sih ( = JAHIL)? Kasar ya? disini kali 
"beda selera"nya teman-teman.
 
Salam,
Risfan Munir
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


--- On Tue, 5/11/10, [email protected] <[email protected]> wrote:


From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: Bls Bls: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah
To: [email protected]
Date: Tuesday, May 11, 2010, 9:03 PM


  



Dear all,
Jika sy bisa berpuisi, ataupun jika harus berdemo baik dibayar ataupun tidak, 
sy berusaha dan lebih suka utk melakukan dengan jalan kasih sayang drpd jalan 
cercaan atau makian atau hasutan atau gosipan....hanya dlm prakteknya cara2 ini 
sering berbuah teror yg berujung kekerasan juga he2....apalagi jika menghadapi 
tembok...its a matter of choice
Salam
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... 
!


From: redi...@cbn. net.id 
Date: Tue, 11 May 2010 22:58:19 +0000
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: Re: Bls Bls: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah

  

Ya brangkali ada yg mrasa khawatir , trganggu dg kata bedebah....
Sy sih setuju sj kang Iman n Uni...

Wss.
Rdd
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: isoedradjat@ yahoo.com 
Date: Tue, 11 May 2010 23:56:10 +0000
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: Re: Bls Bls: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah

  

Demo biasanya setelah segala ekspresi dr lisan, tulis, puisi, nyanyi, ngerap, 
tarian dsbnya ngga di dengar. Nah, kalo demo, segala macam demo ngga juga di 
dengar, berarti pimpinan atau pejabat yg didemo udah budeg alias bolot. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: renyan...@yahoo. com 
Date: Tue, 11 May 2010 23:51:01 +0000
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: Re: Bls Bls: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah

  

Hehe...setuju p. Deni...jenis puisi kayaknya juga ada yg disebut "sarkastik" 
....atau "sisindiran" ...ya itu biasa aja. Senang ga senang juga tergantung 
suasana hati yg mendengar. Ini termasuk cara yg menurutku lebih baik dp DEMO 
apalagi demo yg dibayar ya...

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: redi...@cbn. net.id 
Date: Tue, 11 May 2010 22:05:29 +0000
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: Re: Bls Bls: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah

  

Dlam sejarahnya puisi itu jg punya fungsi mengkritik.. . Kritikan trhadap 
kerusakan alam, ketidak adilan, sosial, kemajuan, bhkan kepada budaya dn seni 
itu sndiri...
Jdi ya biasa2 sj... Adq yg suka dn tidak suka jg ya biasa2 sj...

Rdd
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: hengky abiyoso <watashi...@yahoo. com> 
Date: Tue, 11 May 2010 09:17:20 -0700 (PDT)
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: Re: Bls Bls: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah

  






Rekan Sariffuddin ysh, 
Eee iya lo…… sama ..... dan saya juga gak suka puisinya alm Rendra itu ……bhsnya 
juga kasar or sarkastik …..Dan lagian wong puisi kok ngritik …ngritik 
pemerintah dan ketidak-adilan…..lha itu khan sama juga gerutu  ...lha buat apa? 
.....kalo saya sih paling senang ya jenis penyair salon itu ..…yaitu penyair yg 
kerjanya menulis puisi tentang betis, anggur dan rembulan  gitu :-)……salam, 
aby

--- On Tue, 5/11/10, Sariffuddin <sari...@yahoo. com> wrote:


From: Sariffuddin <sari...@yahoo. com>
Subject: Bls: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah
To: refere...@yahoogrou ps.com
Date: Tuesday, May 11, 2010, 2:03 AM


  


Dear Pak BTS

Sebagian orang sependapat dengan Bapak, namun sebagian yang lain mungkin 
berpendapat lain. Saya rasa karya seni berlaku bukan untuk beberapa golongan 
orang saja. 

thanks
Sarif







Dari: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com>
Kepada: refere...@yahoogrou ps.com
Terkirim: Sel, 11 Mei, 2010 15:50:50
Judul: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah

  






Terus terang, aku tak suka puisi ini. Nilai seninya miskin sekali karena 
bahasanya kasar. Saya kira ini bukan puisi, tapi gerutu. Kalau gerutu,...buat 
apa?
 
He-he-he.. sorry.
 
Thanks. CU. BTS.
 


--- Pada Sel, 11/5/10, Sariffuddin <sari...@yahoo. com> menulis:


Dari: Sariffuddin <sari...@yahoo. com>
Judul: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah
Kepada: planostation2001@ yahoogroups. com, refere...@yahoogrou ps.com
Tanggal: Selasa, 11 Mei, 2010, 8:27 AM





















Puisi Negeri Para Bedebah
Karya:Adhie Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah 
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa 
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah 
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah? 
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah 
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah 
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah 
Orang baik dan bersih dianggap salah 
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan 
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah 
Karena hanya penguasa yang boleh marah 
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah 
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah 
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum 
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah 
Usirlah mereka dengan revolusi 
Bila tak mampu dengan revolusi, 
Dengan demonstrasi 
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi 
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan

Source: forum.detik. com

















      

Kirim email ke