Yup, betul, Mas Koko. De gustibus non est disputandum. Selera tidak untuk diperdebatkan. Kecuali, tentu saja, bila "selera"-nya mengganggu umum seperti menjadi gig*l* di pantai.
Salam, CA On 5/12/10, Harya Setyaka <[email protected]> wrote: > > Yaah Pak.. Maklum sajalah Pak.. Ini kan preferensi para konsumen seni.. Sama > aja kayak konsumen rujak.. Ada yg suka yg puedes sampai bikin budeg.. Ada > pula yg suka yang manis.. > -K- > > > > Pedal Powered BikeBerry > > > -----Original Message----- > From: [email protected] > Date: Wed, 12 May 2010 02:03:18 > To: <[email protected]> > Subject: Re: Bls Bls: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah > > Dear all, > Jika sy bisa berpuisi, ataupun jika harus berdemo baik dibayar ataupun > tidak, sy berusaha dan lebih suka utk melakukan dengan jalan kasih sayang > drpd jalan cercaan atau makian atau hasutan atau gosipan....hanya dlm > prakteknya cara2 ini sering berbuah teror yg berujung kekerasan juga > he2....apalagi jika menghadapi tembok...its a matter of choice > Salam > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > > -----Original Message----- > From: [email protected] > Date: Tue, 11 May 2010 22:58:19 > To: <[email protected]> > Subject: Re: Bls Bls: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah > > Ya brangkali ada yg mrasa khawatir , trganggu dg kata bedebah.... > Sy sih setuju sj kang Iman n Uni... > > Wss. > Rdd > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > -----Original Message----- > From: [email protected] > Date: Tue, 11 May 2010 23:56:10 > To: <[email protected]> > Subject: Re: Bls Bls: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah > > Demo biasanya setelah segala ekspresi dr lisan, tulis, puisi, nyanyi, > ngerap, tarian dsbnya ngga di dengar. Nah, kalo demo, segala macam demo > ngga juga di dengar, berarti pimpinan atau pejabat yg didemo udah budeg > alias bolot. > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > -----Original Message----- > From: [email protected] > Date: Tue, 11 May 2010 23:51:01 > To: <[email protected]> > Subject: Re: Bls Bls: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah > > Hehe...setuju p. Deni...jenis puisi kayaknya juga ada yg disebut "sarkastik" > ....atau "sisindiran" ...ya itu biasa aja. Senang ga senang juga tergantung > suasana hati yg mendengar. Ini termasuk cara yg menurutku lebih baik dp DEMO > apalagi demo yg dibayar ya... > > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > -----Original Message----- > From: [email protected] > Date: Tue, 11 May 2010 22:05:29 > To: <[email protected]> > Subject: Re: Bls Bls: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah > > Dlam sejarahnya puisi itu jg punya fungsi mengkritik... Kritikan trhadap > kerusakan alam, ketidak adilan, sosial, kemajuan, bhkan kepada budaya dn > seni itu sndiri... > Jdi ya biasa2 sj... Adq yg suka dn tidak suka jg ya biasa2 sj... > > Rdd > Sent from my BlackBerry® > powered by Sinyal Kuat INDOSAT > > -----Original Message----- > From: hengky abiyoso <[email protected]> > Date: Tue, 11 May 2010 09:17:20 > To: <[email protected]> > Subject: Re: Bls Bls: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah > > Rekan Sariffuddin ysh, > Eee iya lo…… sama ..... dan saya juga gak suka puisinya alm Rendra itu > ……bhsnya juga kasar or sarkastik …..Dan lagian wong puisi kok ngritik > …ngritik pemerintah dan ketidak-adilan…..lha itu khan sama juga gerutu > ...lha buat apa? .....kalo saya sih paling senang ya jenis penyair salon > itu ..…yaitu penyair yg kerjanya menulis puisi tentang betis, anggur dan > rembulan gitu :-)……salam, > aby > > --- On Tue, 5/11/10, Sariffuddin <[email protected]> wrote: > > > From: Sariffuddin <[email protected]> > Subject: Bls: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah > To: [email protected] > Date: Tuesday, May 11, 2010, 2:03 AM > > > > > > > > Dear Pak BTS > > Sebagian orang sependapat dengan Bapak, namun sebagian yang lain mungkin > berpendapat lain. Saya rasa karya seni berlaku bukan untuk beberapa golongan > orang saja. > > thanks > Sarif > > > > > > > > Dari: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com> > Kepada: refere...@yahoogrou ps.com > Terkirim: Sel, 11 Mei, 2010 15:50:50 > Judul: Bls: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah > > > > > > > > > Terus terang, aku tak suka puisi ini. Nilai seninya miskin sekali karena > bahasanya kasar. Saya kira ini bukan puisi, tapi gerutu. Kalau > gerutu,...buat apa? > > He-he-he.. sorry. > > Thanks. CU. BTS. > > > > --- Pada Sel, 11/5/10, Sariffuddin <sari...@yahoo. com> menulis: > > > Dari: Sariffuddin <sari...@yahoo. com> > Judul: [referensi] Puisi Negeri Para Bedebah > Kepada: planostation2001@ yahoogroups. com, refere...@yahoogrou ps.com > Tanggal: Selasa, 11 Mei, 2010, 8:27 AM > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Puisi Negeri Para Bedebah > Karya:Adhie Massardi > > Ada satu negeri yang dihuni para bedebah > Lautnya pernah dibelah tongkat Musa > Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah > Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala > > Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah? > Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah > Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah > Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah > > Di negeri para bedebah > Orang baik dan bersih dianggap salah > Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan > Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah > Karena hanya penguasa yang boleh marah > Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah > > Maka bila negerimu dikuasai para bedebah > Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah > Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum > Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya > > Maka bila negerimu dikuasai para bedebah > Usirlah mereka dengan revolusi > Bila tak mampu dengan revolusi, > Dengan demonstrasi > Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi > Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan > > Source: forum.detik. com > > > > > > > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ Komunitas Referensi http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/referensi/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/referensi/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

