YO BENER MAS BTS, sing 'KEDUMAN' = KEmaruk DUdu MANungso, he he he ...
To: [email protected] From: [email protected] Date: Mon, 7 Jun 2010 23:49:32 +0800 Subject: RE: [referensi] Lebih Besar dari "Century" HAMENANGI JAMAN EDAN, SING ORA EDAN ORA KEDUMAN...NANGING SAK BEJA-BEJANE WONG SING EDAN, ISIH BEJO WONG SING KEDUMAN (DAPAT BAGIAN)" Thanks. CU. BTS. --- Pada Sen, 7/6/10, Sugiono Ronodihardjo <[email protected]> menulis: Dari: Sugiono Ronodihardjo <[email protected]> Judul: RE: [referensi] Lebih Besar dari "Century" Kepada: "[email protected]" <[email protected]> Tanggal: Senin, 7 Juni, 2010, 2:06 PM WADUUUH...TERNYATA BENAR APA KATA MBAH RONGGOWARSITO (?) : "HAMENANGI JAMAN EDAN, SING ORA EDAN ORA KEDUMAN...NANGING SAK BEJA-BEJANE WONG SING EDAN, ISIH BEJO WONG SING ELING LAN WASPODO"...TERNYATA 'ERA REFORMASI MENUJU DEMOKRASI' YANG MEMBAWA KESEJAHTERAAN RAKYAT INDONESIA YTC. MASIH LUAMAAA... & PANJAAANG... MUSTI SABAAAR... WASSALAM. To: refere...@yahoogrou ps.com From: bdwia...@gmail. com Date: Mon, 7 Jun 2010 05:23:43 +0000 Subject: Re: [referensi] Lebih Besar dari "Century" Kalau mau lebih cerdas, ada indikator2 yg bisa dipake utk menunjukkan kalau anggota itu memang "berjuang untuk aspirasi dapilnya dan memberikan balik" yaitu dgn brapa kali anggota dewan itu lobi/advokasi ke komisi/panitia anggaran, berapa kali anggota dewan itu loby/advokasi kementrian teknis, berapa kali anggota dewan itu field visit ke dapilnya, bikin rumusan kebutuhan pemb dapilnya trus kampanye ke eksekutif dan kampanye ke media. Jangan cari gampang tanpa modal trus dpt 15 miliar... Apa kata cak andri,..eh,. . Maksudnya apa kata Dunia... Salam Dwiagus »»» digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~ Genjot Teruuusss... !!! From: SUWARDJOKO WARPANI <swarp...@yahoo. com> Sender: refere...@yahoogrou ps.com Date: Sun, 6 Jun 2010 21:20:15 -0700 (PDT) To: <refere...@yahoogrou ps.com> ReplyTo: refere...@yahoogrou ps.com Subject: Re: [referensi] Lebih Besar dari "Century" Artinya, berjanji atas dasar buta pengetahuan tentang anggaran; pokoknya terpilih, titik. Kini, karena bingung lantas berulah macam-macam. Kalau macam begini, mana pemerintah (yang dikontrol) mana DPR (yang mengontrol). Makin tua rasa saya makin bego (khusus dalam mengikuti jalan pikiran para poli-tikus). WASSALAM "SUWARDJOKO WARPANI" From: Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com> To: refere...@yahoogrou ps.com Sent: Mon, June 7, 2010 11:10:23 AM Subject: [referensi] Lebih Besar dari "Century" Apa sih yang mereka janjikan itu? mbok ya keluar anggaran nya specific untuk mendanai program-2 tsb.. apa jangan-2 mereka punya janji atau balas budi atau bahkan hutang money politics (beli suara) pada kader-2 team sukses nya masing-2.. alias.. ya itu duit disedot orang-2 partai.. gak nyampe ke rakyat.. setuju banget kalau ada alokasi dana dari APBN untuk program-2 yang dibutuhkan rakyat dimanapun, di-DaPil manapun.. tapi apa gak ada cara lain yg lebih amanah, mendidik dan bebas tangan jahil? -K- 2010/6/6 Aunur rofiq <aunurrofiqhadi@ yahoo.com> Rekans ysh Saya bukan anggota DPR, tetapi saya ingin meluruskan soal dana Aspirasi yang 15 M per anggota. Dana tersebut tidak dimiliki oleh anggota DPR tapi disalurkan melalui pemerintah daerah. Ceritanya begini, para anggota DPR gelisah karena janji mereka di DAPIL tidak dapat dipenuhi meskipun masyarakat memilih dasarnya adalah janji anggota DPR ini Meskipun DPR mempunyai hak anggaran, tapi selama ini mereka tidak mampu memperjuangkan aspirasi DAPILnya untuk memperoleh program dari kementerian tertentu. Kebijakan Kementerian memang tidak selalu mengakomodir permintaan "anggota" DPR, kecuali mereka yang menjadi anggota panitia anggaran. Hal ini dianggap tidak "fair", karena para anggota DPR terpilih seharusnya "membalas budi" masyarakat pemilih dengan program pembangunan di dapilnya. Misalnya seorang anggota DPR dari DAPIL 1, yang daerahnya butuh program pertanian, belum tentu dapat memperjuangkan program pertanian, karena oleh partainya dia di masukkan pada komisi yang membidangi hukum. Memang sistem yang ada tidak memungkinkan seorang anggota DPR memperjuangkan aspirasi dari dapilnya, karena mereka sangat terikat pada kebutuhan partainya, hal ini berbeda dengan sistem distrik, dimana janji seorang DPR adalah memperjuangkan aspirasi distriknya. Nah dana aspirasi tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi aspirasi daerah pemilihanya, caranya bisa disalurkan melalui DAK atau TP dari Kementerian tertentu. Sehingga diharapkan masyarakat tidak sia-sia memilih anggota DPR. Salam Aunur Rofiq ----- Original Message ---- From: "mand...@gmail. com" <mand...@gmail. com> Sent: Sat, June 5, 2010 5:48:13 PM Subject: [futurologi] Lebih Besar dari "Century" Rekan-rekan Yth., Mari kita belajar berhitung. Jumlah anggota DPR = 560. Jumlah yang diminta per dapil = Rp 15 M. Ekspektasi jumlah yang harus dibayar kepada mereka "sesuai dengan peraturan yang bakal berlaku" = 560 x Rp 15 M = Rp 8,4 T. Jadi, bila ini benar-benar di-"SETUJUUU" -kan, Anda akan segera tahu makhluk macam apa yang telah Anda pilih mewakili Anda di parlemen. Salam, CA BebasOrba® TaatPajak® AntiLumpur® ------------ --------- --------- ------ New Windows 7: Find the right PC for you. Learn more. _________________________________________________________________ NEW! Get Windows Live FREE. http://www.get.live.com/wl/all

