Ini sih bukan edan lagi, lebih dari itu sudah "gendheng tur gemblung"
Wass. SW ________________________________ From: Sugiono Ronodihardjo <[email protected]> To: "[email protected]" <[email protected]> Sent: Tue, June 8, 2010 12:17:27 AM Subject: RE: [referensi] Lebih Besar dari "Century" YO BENER MAS BTS, sing 'KEDUMAN' = KEmaruk DUdu MANungso, he he he ... ________________________________ To: refere...@yahoogrou ps.com From: btsamia...@yahoo. com Date: Mon, 7 Jun 2010 23:49:32 +0800 Subject: RE: [referensi] Lebih Besar dari "Century" HAMENANGI JAMAN EDAN, SING ORA EDAN ORA KEDUMAN...NANGING SAK BEJA-BEJANE WONG SING EDAN, ISIH BEJO WONG SING KEDUMAN (DAPAT BAGIAN)" Thanks. CU. BTS. --- Pada Sen, 7/6/10, Sugiono Ronodihardjo <sugion...@hotmail. com> menulis: >Dari: Sugiono Ronodihardjo <sugion...@hotmail. com> >Judul: RE: [referensi] Lebih Besar dari "Century" >Kepada: "refere...@yahoogro ups.com" <refere...@yahoogrou ps.com> >Tanggal: Senin, 7 Juni, 2010, 2:06 PM > > > >WADUUUH...TERNYATA BENAR APA KATA MBAH RONGGOWARSITO (?) : "HAMENANGI JAMAN >EDAN, SING ORA EDAN ORA KEDUMAN...NANGING SAK BEJA-BEJANE WONG SING EDAN, ISIH >BEJO WONG SING ELING LAN WASPODO"...TERNYATA 'ERA REFORMASI MENUJU DEMOKRASI' >YANG MEMBAWA KESEJAHTERAAN RAKYAT INDONESIA YTC. MASIH LUAMAAA... & >PANJAAANG... MUSTI SABAAAR... WASSALAM. > >________________________________ >To: refere...@yahoogrou ps.com >From: bdwia...@gmail. com >Date: Mon, 7 Jun 2010 05:23:43 +0000 >Subject: Re: [referensi] Lebih Besar dari "Century" > > >Kalau mau lebih cerdas, ada indikator2 yg bisa dipake utk menunjukkan kalau >anggota itu memang "berjuang untuk aspirasi dapilnya dan memberikan balik" >yaitu dgn brapa kali anggota dewan itu lobi/advokasi ke komisi/panitia >anggaran, berapa kali anggota dewan itu loby/advokasi kementrian teknis, >berapa kali anggota dewan itu field visit ke dapilnya, bikin rumusan kebutuhan >pemb dapilnya trus kampanye ke eksekutif dan kampanye ke media. > >Jangan cari gampang tanpa modal trus dpt 15 miliar... > >Apa kata cak andri,..eh,. . Maksudnya apa kata Dunia... > >Salam >Dwiagus > > > > > >»»» digowes dari Rempoa dengan BikeBerry® ~ Genjot Teruuusss... !!! >________________________________ > >From: SUWARDJOKO WARPANI <swarp...@yahoo. com> >Sender: refere...@yahoogrou ps.com >Date: Sun, 6 Jun 2010 21:20:15 -0700 (PDT) >To: <refere...@yahoogrou ps.com> >ReplyTo: refere...@yahoogrou ps.com >Subject: Re: [referensi] Lebih Besar dari "Century" > > >Artinya, berjanji atas dasar buta pengetahuan tentang anggaran; pokoknya >terpilih, titik. Kini, karena bingung lantas berulah macam-macam. >Kalau macam begini, mana pemerintah (yang dikontrol) mana DPR (yang >mengontrol). >Makin tua rasa saya makin bego (khusus dalam mengikuti jalan pikiran para >poli-tikus). > > WASSALAM > > >"SUWARDJOKO WARPANI" > > > > > > ________________________________ From: Harya Setyaka <harya.setyaka@ gmail.com> >To: refere...@yahoogrou ps.com >Sent: Mon, June 7, 2010 11:10:23 AM >Subject: [referensi] Lebih Besar dari "Century" > > > > > > >Apa sih yang mereka janjikan itu? mbok ya keluar anggaran nya specific untuk >mendanai program-2 tsb.. >apa jangan-2 mereka punya janji atau balas budi atau bahkan hutang money >politics (beli suara) pada kader-2 team sukses nya masing-2.. >alias.. ya itu duit disedot orang-2 partai.. gak nyampe ke rakyat.. > > >setuju banget kalau ada alokasi dana dari APBN untuk program-2 yang dibutuhkan >rakyat dimanapun, di-DaPil manapun.. tapi apa gak ada cara lain yg lebih >amanah, mendidik dan bebas tangan jahil? > > >-K- > > > > >2010/6/6 Aunur rofiq <aunurrofiqhadi@ yahoo.com> > > > >>Rekans ysh >>Saya bukan anggota DPR, tetapi saya ingin meluruskan soal dana Aspirasi yang >>15 M per anggota. Dana tersebut tidak dimiliki oleh anggota DPR tapi >>disalurkan melalui pemerintah daerah. Ceritanya begini, para anggota DPR >>gelisah karena janji mereka di DAPIL tidak dapat dipenuhi meskipun masyarakat >>memilih dasarnya adalah janji anggota DPR ini >>Meskipun DPR mempunyai hak anggaran, tapi selama ini mereka tidak mampu >>memperjuangkan aspirasi DAPILnya untuk memperoleh program dari kementerian >>tertentu. Kebijakan Kementerian memang tidak selalu mengakomodir permintaan >>"anggota" DPR, kecuali mereka yang menjadi anggota panitia anggaran. Hal ini >>dianggap tidak "fair", karena para anggota DPR terpilih seharusnya "membalas >>budi" masyarakat pemilih dengan program pembangunan di dapilnya. Misalnya >>seorang anggota DPR dari DAPIL 1, yang daerahnya butuh program pertanian, >>belum tentu dapat memperjuangkan program pertanian, karena oleh partainya dia >>di masukkan pada komisi yang membidangi hukum. Memang sistem yang ada tidak >>memungkinkan seorang anggota DPR memperjuangkan aspirasi dari dapilnya, >>karena mereka sangat terikat pada kebutuhan partainya, hal ini berbeda dengan >>sistem distrik, dimana janji seorang DPR adalah memperjuangkan aspirasi >>distriknya. >> >>Nah dana aspirasi tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi aspirasi >>daerah pemilihanya, caranya bisa disalurkan melalui DAK atau TP dari >>Kementerian tertentu. Sehingga diharapkan masyarakat tidak sia-sia memilih >>anggota DPR. >>Salam >>Aunur Rofiq >> >> >> >>----- Original Message ---- >>From: "mand...@gmail. com" <mand...@gmail. com> >> >>Sent: Sat, June 5, 2010 5:48:13 PM >>Subject: [futurologi] Lebih Besar dari "Century" >> >> >>Rekan-rekan Yth., >> >>Mari kita belajar berhitung. >>Jumlah anggota DPR = 560. >>Jumlah yang diminta per dapil = Rp 15 M. >>Ekspektasi jumlah yang harus dibayar kepada mereka "sesuai dengan peraturan >>yang bakal berlaku" = 560 x Rp 15 M = Rp 8,4 T. >> >>Jadi, bila ini benar-benar di-"SETUJUUU" -kan, Anda akan segera tahu makhluk >>macam apa yang telah Anda pilih mewakili Anda di parlemen. >> >>Salam, >>CA >>BebasOrba® TaatPajak® AntiLumpur® >> >>------------ --------- --------- ------ >> >> > > > > >________________________________ >New Windows 7: Find the right PC for you. Learn more. ________________________________ Windows Live Hotmail: Your friends can get your Facebook updates, right from Hotmail®.

