Pak Ibn, Di dunia ini mulai banyak gerakan atau network alternative trade, fair trade yang membantu pemasaran produk-produk UMKM dengan persyaratan "green", hubungan buruh yang fair dan tidak mempekerjakan anak dibawah umur. Ini sangat membantu banyak UMKM di era yang dikuasai penguasa ekonomi dunia (ala WTO). Salah satunya yang Pak Ibn juga tahu tentunya, Mitra Bali yang di Ubud itu. Jadi peluang Pak, asal bisa mengorganisir mereka sehingga taat azas green tersebut. Salam, Risfan Munir www.wilayahkota.blogspot.com
--- On Fri, 6/25/10, Ibnu Taufan <[email protected]> wrote: From: Ibnu Taufan <[email protected]> Subject: Re: Bls [referensi] Fw: KEK To: "Milis Referensi" <[email protected]> Date: Friday, June 25, 2010, 12:14 AM Pak RM dan referensiers .. Kalau begitu apa ada resep utk "green empowerment" .. supaya komunitas jg mulai bertgjawab menjaga lingkungan sambil mendukung pengembangan (kegiatan) ekonomi lokal ..plus bersiap juga jika harus berpartisipasi pada KEK ...!? IBNU TAUFAN, http://ibnutaufan. blogspot. com http://psgf42. blogspot. com Jakarta Selatan, Indonesia indosat.blackberry® From: Risfan M <risf...@yahoo. com> Sender: refere...@yahoogrou ps.com Date: Fri, 25 Jun 2010 12:28:17 +0800 (SGT) To: <refere...@yahoogrou ps.com> ReplyTo: refere...@yahoogrou ps.com Subject: Re: Bls [referensi] Fw: KEK Bang Nuzul, Siap! Saya juga kebetulan sedang gali-gali soal "green budgeting" terkait green economy, termasuk untuk Pemda, tentu ada singgungannya kan. Salam, Risfan Munir --- On Thu, 6/24/10, Nuzul Achjar <ach...@gmail. com> wrote: From: Nuzul Achjar <ach...@gmail. com> Subject: Re: Bls [referensi] Fw: KEK To: refere...@yahoogrou ps.com Date: Thursday, June 24, 2010, 10:45 PM Pak Aby, Ibu Cut Savana dan Sahabat Referensiers, Menyambung apa yang disampaikan pak Aby, kebetulan saya berada dalam rapat koordinasi hari Senin pagi di Kantor Menko Perekonomian. Sebatas yang mungkin boleh disampaikan (apalagi referensier adalah komunitas yang patut dihormati), Menko perekonomian antara lain mengusulkan agar muncul semacam pusat pertumbuhan baru, dan itu searah dengan apa yang diinginkan oleh Bappenas. Muncul pemikiran mungkinkah kita kembangkan pusat pertumbuhan baru di Sulawesi Tengah (dengan basis gas alam Donggi-Senoro) , ditambah lagi dengan sumber gas baru oleh Chevron di Selat Makasar.. nah kenapa nggak kita munculkan sebuah ide agar muncul ada LNG, ada pabrik pupuk dan petrokimia lainnya di sekitar ladang gas tersebut. Seperti kayak Bontang lah begitu, ada kilang LNG, ada Pupuk Kaltim, dst. Bedanya, kalau dulu LNG Bontang untuk ekspor, sekarang paradigmanya sudah berubah, gas terlebih dahulu diberikan prioritas untuk domestik. Pemikiran ini sama sekali tidak ada dalam 48 KEK yang diusulkan daerah... ini pandangan ke depan. Dalam waktu dekat akan muncul perspektif pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (Green Energy) dalam konteks Pengembangan Daerah. Pengen saya pribadi sih komunitas Referensiers adalah pendukung green energy dalam pembangunan daerah he he... Salam hangat selalu Nuzul Achjar

