Benar sekali mas. Yg diperlukan di negara tercinta adalah maintaining sesuatu yg sdh bagus diawal. Ttg cibangkong mmg benar skrg sdh kumuh.....krn pembinaan dr pemkot tdk ada. Jadi tdk sekedar masyarakat diminta berdaya, tetapi juga kita perlu mencari bentuk pemberdayaan pemda utk mempertahankan sesuatu yg sdh bagus. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT
-----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Sat, 26 Jun 2010 10:09:34 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: Bls [referensi] Fw: KEK, soal BSD Mungkn jg Cibangkong jd bukan best praktis lg krn loose dr makronya ... Nga terlihat itu jd best dr sistem kota Bdngnya atau bhkan di lokasi trsbt. Coba lihat skarang? Jd tdk sustain.. Tentu bs jd bukan salah Dodonya, apalagi kang mas atau teteh Enennya.. Tp apa ada sih proyek2 atau kgtan trsbt yg bs kontinyu? Apakh KIP msh bs kt lihat ada bekasnya dan direplikasi konsisten di metro? ...? Saat ini mas Dodo jg ngajak sy utk berbuat sprt itu lg.. Walaupn utk RTH.. Anybody ada saran? Nuwun sewu kang mas. Rdd Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: [email protected] Date: Sat, 26 Jun 2010 03:26:32 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: Bls [referensi] Fw: KEK, soal BSD Mas Risfan rekans ysh, Kembali terkait integrasi perkampungan pinggiran kota dlm pembangunan kota baru, kita kembangkan waktu itu konsep Guided Land Development. Intinya adalah setelah kota membuat renc master, rakyat bareng kota/kab bersama membuat renc tata ruang yg progresip. Ini mrpk replikasi dr renc di Ismailia yg sukses dan dpt penghargaan best waktu habitat akhir th 80an. Utk melaksanakannya, melalui proyek JIAP dilakukan percobaan di wilayah serpong oleh kelompoknya Antonio Ismail. Sempat terbangun sebuah kompleks disebut Serpong Eko Mandiri sbg lawan BSD tsb. Tapi ternyata pemerintah yg ingin gampang lbh senang dg project2 top down. Jadilah proyek ini ditinggalkan. Melihat itu, pernah sasaran kemudian dialihkan ke daerah slum yg tertekan krn adanya pemb baru berskala masive. Dibuatlah proyek di Bandung letaknya di Cibangkong. Yang punya gawe waktu itu adalah Mas Dodo Yuliman. Proyek itu relatif berhasil dlm menggerakkan rakyat utk second bersama menghadapi tekanan tsb. Banyak inovasi yg dihasilkan. Bahkan warga kampung ini diundang kemana mana sampai ke Bangkok utk menceritakan keberhasilan nya. He he he pdhal waktu itu saya dan pak Dodo dg motornya yg ngotot bu Enen, tidak menggunakan uang halal utk proyek ini. Waktu itu, dananya di korupsi dg membuat paket pekerjaan konsultan selama 3 thn berturut turut. Dlm paket itu tdk ada dana yg dialokasi utk pemberian stimulus pd komunitas, tapi kita waktu itu nekat bikin dana stimulus. Waktu ternyata sukses he he he bos2 baru mau mengakui dg malu2. Salam Bsp Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Risfan M <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sat, 26 Jun 2010 08:24:34 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: Bls [referensi] Fw: KEK, soal BSD Mas Patih BSP dan Rekans, Karena Patih BSP mereview JMDP saya jadi ingat konsep "integrasi" perkampungan asli di sekitar Jabodetabek dengan permukiman modern (realestat, newtowns) yang digagas oleh Patih BSP waktu itu. Itu konsep yang selayaknya diterapkan dan dikembangkan terus. Apakah ada kabar atau good-practice nya ya sekarang ini? Supaya bisa direplikasi dan ddikembangkan terus? Salam, Risfan Munir www.wilayahkota.blogspot.com --- On Fri, 6/25/10, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: Bls [referensi] Fw: KEK, soal BSD To: [email protected] Date: Friday, June 25, 2010, 11:51 AM Bu Cut, mmg benar yg merencanakan BSD adalah swasta dan itu termasuk mas BTS lho, lalu ada Pingky Pangestu dan Jo Santoso ... Mrk anggota milist ini tdk? Kaitannya dg pemerintah adalah dlm perenc. regionalnya. Waktu itu ada tim yg diminta menyusun renc regional namanya JMDP alias Jabotabek sbg pelaksanaan Inpres 13/76. Tapi renc itu tdk pernah ditetapkan dg peraturan. Baru sebagian dr Jabotabek terdiri dr 14 kec yg ditetapkan th. 92 melalui Renc Bopunjur. Mungkin ini bisa sedikit me refresh teman2 Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT From: Bambang Tata Samiadji <btsamia...@yahoo. com> Sender: refere...@yahoogrou ps.com Date: Fri, 25 Jun 2010 22:46:29 +0800 (SGT) To: <refere...@yahoogrou ps.com> ReplyTo: refere...@yahoogrou ps.com Subject: Re: Bls [referensi] Fw: KEK, soal BSD Mbak Cut, setahu saya BSD itu tidak direncanakan oleh Pemerintah. Yang merencanakan dan yang membangun semua swasta. Pemerintah daerah hanya meng-iya-kan dan dapat pajaknya saja. Berkembangnya BSD akibat spill-over Jakarta. Kalau nggak ada Jakarta, BSD ya nggak jadi apa-apa. Thanks. CU. BTS. --- Pada Jum, 25/6/10, cut safana <cutsaff...@yahoo. com> menulis: Dari: cut safana <cutsaff...@yahoo. com> Judul: Re: Bls [referensi] Fw: KEK Kepada: refere...@yahoogrou ps.com Tanggal: Jumat, 25 Juni, 2010, 11:06 AM Pak Aby, Pak Nuzul Ysh, Terima kasih pencerahannya, mudah-mudahan penjabaran Pak Aby dan Pak Nuzul akan terwujud. Namun walau bagaimanapun faktor efektifitas dan efisiensi tetap menjadi salah satu dasar pertimbangan pilihan pengembangannya. Contohnya, maaf, mungkin bukan suatu perbandingan yang tepat dan pengamatan hanya secara general, tanpa dasar teori apapun. Perbedaan Batam dan BSD -Tangerang, walau infrastruktur sudah dibantu dibangun di Batam, namun harga lahan masih rendah (tidak ada 25 %nya Singapura), investasi masih tersendat, belum menggembirakan. Sebaliknya BSD (yang direncanakan oleh Pemerintah juga), tanpa dibantu infrastrukturnya, dapat sedemikian berkembang, 2-3 tahun terakhir dibangun jalan bebas hambatan). Kita berdo'a semoga pengembangan KEK ini dapat mengangkat perekonomian di Indonesia baik skala nasional maupun regional/lokal, praktis dapat mengurangi jumlah pengangguran sekaligus menurunkan persentase angka kemiskinan. Salam hangat. From: Nuzul Achjar <ach...@gmail. com> To: refere...@yahoogrou ps.com Sent: Fri, June 25, 2010 8:15:57 AM Subject: Re: Bls [referensi] Fw: KEK Pak Aby, Ibu Cut Savana dan Sahabat Referensiers, Menyambung apa yang disampaikan pak Aby, kebetulan saya berada dalam rapat koordinasi hari Senin pagi di Kantor Menko Perekonomian. Sebatas yang mungkin boleh disampaikan (apalagi referensier adalah komunitas yang patut dihormati), Menko perekonomian antara lain mengusulkan agar muncul semacam pusat pertumbuhan baru, dan itu searah dengan apa yang diinginkan oleh Bappenas. Muncul pemikiran mungkinkah kita kembangkan pusat pertumbuhan baru di Sulawesi Tengah (dengan basis gas alam Donggi-Senoro) , ditambah lagi dengan sumber gas baru oleh Chevron di Selat Makasar.. nah kenapa nggak kita munculkan sebuah ide agar muncul ada LNG, ada pabrik pupuk dan petrokimia lainnya di sekitar ladang gas tersebut. Seperti kayak Bontang lah begitu, ada kilang LNG, ada Pupuk Kaltim, dst. Bedanya, kalau dulu LNG Bontang untuk ekspor, sekarang paradigmanya sudah berubah, gas terlebih dahulu diberikan prioritas untuk domestik. Pemikiran ini sama sekali tidak ada dalam 48 KEK yang diusulkan daerah... ini pandangan ke depan. Dalam waktu dekat akan muncul perspektif pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (Green Energy) dalam konteks Pengembangan Daerah. Pengen saya pribadi sih komunitas Referensiers adalah pendukung green energy dalam pembangunan daerah he he... Salam hangat selalu Nuzul Achjar

