Saya bukan sejarahwan tapi penjajahan dimulai saat Belanda menyuruh membakar kebun cengkeh, menetapkan suatu daerah harus menanam tanaman tertentu dan daerah lain harus memusnahkannya, sejak pribumi tidak diperbolehkan berdagang produksi pertanian, sejak itulah kita dijajah. Salam Sent from BlackBerry® on 3
-----Original Message----- From: <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 16 Aug 2010 15:18:21 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [referensi] Belanda butuh 300 th... tanggal sejarah Pak Eka Pak BTS ysh, Banyak orang yang memiliki pendapat yang sama dengan Bung Eka... Menurut pendapat ini, Negeri Belanda mulai menguasai wilayah nusantara sejak awal tahun 1800 semenjak mendapat pelimpahan warisan dari VOC sebagai akibat dari dinasionalisasi VOC oleh pemerintah Belanda (Republik Batavia, ketika itu) setelah pengumuman kebangkrutannya akibat korupsi (VOC adalah sebuah serikat perusahaan yang paling besar ketikanisnya hancur karena korupsi yang sangat parah. Karena itu VOC juga diolok-olok sebagai kepanjangan dari "Vergaan Onder Corruptie" atau tengelam/hilang kaena korupsi). Kalau saya ngak salah, sebelum dikuasai Pemerintah Belanda, VOC yang menguasai. Namun penguasaan VOC hanya ditujukan untuk pengelolaan kepentingan dagang yng berkolaborasi dengan penguasa-penguasa lokal. penguasaan wilayah VOC hanya pada kota-kota dagangnya (kota pelabuhan), dan biasanya, wilayahdi luar wilayah kota dagang masih merupakan wilayah kekuasaan penguasa lokal. Mohon saya dikoreksi apabila ada kesalahan di dalam pendapat ini. Jadi penguasaan secara legal ya sejak pengambil alihan aset dan hutang-hutang VOC oleh Pemerintah Negeri Belanda (Republik Batavia), yaitu sejak awal tahun 1800. Salam, Fadjar --- En date de : Lun 16.8.10, Bambang Tata Samiadji <[email protected]> a écrit : De: Bambang Tata Samiadji <[email protected]> Objet: Re: [referensi] Belanda butuh 300 th... tanggal sejarah Pak Eka À: [email protected] Date: Lundi 16 août 2010, 12h28 Dear Pak Eka Terima kasih atas koreksinya. Cuman koq ada yang perlu saya tanyakan. Pertama, Belanda menjajah per 1 Januari 1800. Itu data dari mana koq sampai ada tanggalnya segala? Apa ada bukti situs dokumentasi daun lontar atau kulit lembu atau tatahan batu yang menyebutkan tanggal? Kenapa nggak sekalian hari dan jamnya sekalian? Lagi pula pernyataan menjajah itu tandanya (clue) apa? Koq sampai bisa menunjukkan tanggal? Kedua, Belanda menguasai Dataran Tinggi Alas Aceh. Pertanyaan saya, lho berani-beraninya Belanda menguasai Dataran Tinggi tanpa menguasai dulu daerah pesisir/pelabuhan. Kalau menguasai Dataran Tinggi, maka Belanda akan terkepung oleh orang-orang Aceh yang tinggal di pesisir. Apa betul begitu Pak? Lagipula menurut kata sejarah, peperangan Aceh itu nggak ada yang menang koq (disebut perang berkepanjangan). Koq bisa-bisanya menyatakan menguasai tanggal 24 Juli 1904? Hi..hi...usil saja Pak! Piiss. Thanks. CU. BTS. --- Pada Ming, 15/8/10, - ekadj <[email protected]> menulis: Dari: - ekadj <[email protected]> Judul: Re: [referensi] Belanda butuh 300 th menaklukkan Indonesia Kepada: [email protected] Tanggal: Minggu, 15 Agustus, 2010, 2:35 PM Tambahan koreksi Pak BTS, dari guru sejarah ekonomi saya di Bandung dulu yang bernama Krishna NP, sebenarnya wilayah nusantara ini dikuasai secara bertahap oleh sebuah 'perusahaan'. Dan baru mulai dijajah oleh Belanda per 1 Januari 1800. Membetulkan penguasaan teritorial sepenuhnya terhadap nusantara adalah pada tanggal 24 Juli 1904, dengan dikuasainya dataran tinggi Alas Aceh oleh Marsose Belanda. Salam. Merdeka ! -ekadj 2010/8/15 Bambang Tata Samiadji <[email protected]> Bung Deny, pada tahun 1592, atau 350 tahun dari 1942, Bangsa Indonesia maupun Wilayah Indonesia itu belum ada. Jadi Bangsa Indoensia memang tidak dijajah Belanda selama 350 tahun. Belanda itu baru menguasai seluas wilayah nusantara ini tahun 1912. (terakhir melawan Aceh, tapi belum menang). Jadi Belanda menjajah Indonesia itu bisa dikatakan selama 30 tahun saja, bukan 350 tahun seperti kata sejarah di SD dulu. Thanks. CU. BTS. --- Pada Ming, 15/8/10, [email protected] <[email protected]> menulis: Dari: [email protected] <[email protected]> Judul: Re: [referensi] Belanda butuh 300 th menaklukkan Indonesia Kepada: [email protected] Tanggal: Minggu, 15 Agustus, 2010, 4:38 AM Numpang pendapat, Dijajah bukan hanya berarti wilayah kita dikuasai..mungkin saja dijajah dalam artian kita telah "dikendalikan" oleh penjajah..jadi besar kemungkinan "penjajahan" terhadap bangsa indonesia telah terjadi 350 tahun..yang bukan hanya berarti penjajahan terhadap "wilayah indonesia".. Salam semua.. Sent from BlackBerry® on 3 From: "nita" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 15 Aug 2010 04:27:12 +0000 To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: Re: [referensi] Belanda butuh 300 th menaklukkan Indonesia New perspective... Kesannya lbih heroik, bhw Indonesia tdk gampang ditaklukkan... Bagus buat renungan 65 th Proklamasi.... Indonesia Bangkit. Indonesia United. Cheers, Nita Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 15 Aug 2010 12:10:35 +0800 (SGT) To: <[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: [referensi] Belanda butuh 300 th menaklukkan Indonesia BETUL JUGA YA..... Thanks. CU. BTS. Indonesia Tidak Pernah Dijajah 350 Tahun Minggu, 15 Agustus 2010 | 06:07 WIB kotapalembang.blogspot.com ilustrasi MEDAN, KOMPAS.com — Sejarahwan Universitas Negeri Medan, Ichwan Azhari, mengatakan tidaklah benar bahwa Indonesia pernah dijajah Belanda selama 350 tahun. Karena jika angka tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran, maka awal mula penjajahan di Indonesia adalah tahun 1592. "Padahal, bangsa Belanda pada tahun 1592 itu belum tiba di Indonesia. Belanda sendiri tiba di Indonesia, yakni di Banten, pada tahun 1552 di bawah pimpinan Cornelius De Houtman untuk menjajaki potensi perdagangan di Indonesia," katanya di Medan, Sabtu. Oleh karena itu, kata dia, yang benar adalah bahwa Belanda memerlukan waktu selama lebih kurang 300 tahun untuk menaklukkan Indonesia. Hal ini ditandai oleh maraknya penentangan pemerintahan di sejumlah daerah untuk menolak intervensi Belanda seperti Raja Tallo, Iskandar Muda, dan Sultan Agung yang semuanya muncul dari beberapa wilayah di Indonesia. Ia mengatakan, masa penjajahan di Indonesia tidak bisa digeneralisasikan untuk semua kawasan di Indonesia karena setiap daerah memiliki masa waktu berbeda untuk dijajah oleh bangsa asing. Oleh karena itu, dalam pembelajaran sejarah di sekolah-sekolah, mutlak dilakukan reformasi pembelajaran sejarah. Sementara itu, staf peneliti Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Universitas negeri Medan (Unimed), Erond Damanik, merujuk pada pendapat GJ Resink Tahun 1987 dalam bukunya Raja dan Kerajaan Yang Merdeka Di Indonesia Tahun 1850-1910. Disebutkan bahwa dalam kurun waktu tahun 1850 hingga 1910, masih banyak daerah di Indonesia yang masih merdeka atau belum diduduki oleh Kolonial Belanda. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masa Indonesia dijajah Belanda tidak benar selama 350 tahun, karena hingga tahun 1907 masih banyak wilayah yang bebas dari pengaruh Belanda. Misalnya, di Sumatera Utara ada perang Sisingamangaraja (1887-1907), Kiras Bangun (1901-1905), Rondahaim (1870-1889), maupun Datuk Sunggal masih mengobarkan perang terhadap Belanda termasuk wilayah Aceh. "Justru yang benar adalah sebaliknya, yakni Belanda membutuhkan waktu sekitar 300 tahun untuk menaklukkan seluruh wilayah di Indonesia. Jadi, mari sama-sama kita luruskan perjalanan bangsa ini. Kita tidak pernah dijajah selama 350 tahun, tapi justru yang terjadi adalah Belanda memerlukan waktu selama 300 tahun untuk menaklukkan kita," katanya.

