Setelah dipelajari data di idx yang boleh di-short, saya merasa sedikit janggal, semua saham yang sejak diijinkan boleh di-short jatuh dalam semua (bisa diperiksa di chart masing-masing saham).
BUMI (baru) mulai 1 Agustus boleh di-short, langsung jatuh dari 6850 sampai 3450, (tertinggi di Juni 8750, jadi setelah turun +/- 21% malahan diijinkan short), UNSP mulai 1 September diijinkan short sell, padahal sudah turun hampir 50% dari akhir Juni (tertinggi 2050,close di 29/8/08: 1060), dan sejak itu jatuh ke 750. Saham yang boleh di-short bertambah 12 (ASII, BBNI, BTEL, BUMI, DEWA, ENRG, INDF, JSMR, KIJA, MEDC, SGRO, WIKA) di Agustus, dan 1 yang baru di September (UNSP). Kalau pasar naik terus, saham yang naiknya terlalu tinggi dan cepat diijinkan short untuk mendinginkan (menyeimbangkan) pasar bisa diterima akal sehat, tapi kalau saham yang sudah turun 30 - 50% justru yang diijinkan short selling, saya tidak mengerti logika dan kepentingan apa yang menjadi pertimbangan otoritas bursa? Pak IAN mungkin bisa membantu menjelaskan? Terima kasih ----- Original Message ----- From: saidkat To: [email protected] Sent: Friday, September 12, 2008 9:01 PM Subject: Re: [saham] SHORT = AMORAL Ups, posting sebelumnye ternyate sale, mohon di sory. posisi terakhir yang boleh di short adalah juli ada 11. tapi mulai agustus naik jadi 22. jadi yang september itu adalah terusan yang agustus, jadi pantes aja kan mulai agustus kite jadi bearish, karena orang lagi seneng nyoba aturan short tersebut. silahken di cek di situs www.idx.co.id daftar marjin juli sampai september 401 gak bisa nge short
