SAHAM=PISAU !!!
Pisau digunakan utk melukai orang lain ---> jahat,amoral.
Pisau digunakan utk alat bantu memasak,bertani --->baik,berguna.
Saham digunakan utk berjudi ---> tdk baik, amoral
Saham digunakan utk investasi,tabungan ---> baik,bermanfaat.
Jadi segala sesuatunya kembali pada diri kita masing masing bagaimana
memperlakukan barang,benda yang ada disekitar kita.
Yang jadi masaalah adalah,sebagai negara yang menjunjung nilai nilai
keagamaan. Tentu saja pemerintahnya harus memperkecil kesempatan hal hal yang
dapat digunakan untuk melarang perintah agama.
Anehnya lagi, kalau dulu para broker meminjam saham nasabah lain utk nasabah
tertentu ngeshort. Sekarang malah BEI meminjamkan para broker,
saham investor yang dititipkan padanya.
Kepada siapa kita harus mengadu ? Apakah pada rumput yang bergoyang.
Salam,
Steven Pribadi
Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Tommy, yg perlu menjelaskan adalah pihak yang mengijinkan ngeshort
pada saat justru sudah turun banyak. Saya jelas tidak mampu menjelaskan.
Saya juga tidak mau menduga2 hal negatif. Biarlah semua pihak segera
memperbaiki kesalahan2 ini dengan segera sebelum semuanya jadi terlambat.
Semua fasilitas short di saham2 yg sudah turun banyak hendaknya segera
ditutup. Tidak perlu menunggu tanggal 1 Oktober 2008. Pihak yang
membuat regulasi bisa lebih responsif terhadap perubahan situasi.
Kalau perlu mulai Senin pagi sebelum pasar dibuka, semua fasilitas
short di saham2 yg sudah mengalami penurunan signifikan, ditutup.
Di masa mendatang, hendaknya hal seperti ini tidak diulangi lagi.
Fasilitas ngeshort hanya diberikan ke saham2 yg memang sudah
mengalami kenaikan yang sangat tinggi, sehingga bisa terjadi
nilai yang wajar.
Fasilitas ngeshort diberikan ke saham yang sudah turun banyak, ini
sangat aneh. Bisa mengundang kecurigaan2 yg tidak perlu.
Kita tidak perlu menunggu KPK mengobok2, segeralah perbaiki
demi menjaga kepentingan nasional yang lebih luas.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
2008/9/14 Tommy Jayamudita <[EMAIL PROTECTED]>:
> Setelah dipelajari data di idx yang boleh di-short, saya merasa sedikit
> janggal, semua saham yang sejak diijinkan boleh di-short jatuh dalam semua
> (bisa diperiksa di chart masing-masing saham).
>
> BUMI (baru) mulai 1 Agustus boleh di-short, langsung jatuh dari 6850 sampai
> 3450, (tertinggi di Juni 8750, jadi setelah turun +/- 21% malahan diijinkan
> short), UNSP mulai 1 September diijinkan short sell, padahal sudah turun
> hampir 50% dari akhir Juni (tertinggi 2050,close di 29/8/08: 1060), dan
> sejak itu jatuh ke 750. Saham yang boleh di-short bertambah 12 (ASII, BBNI,
> BTEL, BUMI, DEWA, ENRG, INDF, JSMR, KIJA, MEDC, SGRO, WIKA) di Agustus, dan
> 1 yang baru di September (UNSP).
>
> Kalau pasar naik terus, saham yang naiknya terlalu tinggi dan cepat
> diijinkan short untuk mendinginkan (menyeimbangkan) pasar bisa diterima akal
> sehat, tapi kalau saham yang sudah turun 30 - 50% justru yang diijinkan
> short selling, saya tidak mengerti logika dan kepentingan apa yang menjadi
> pertimbangan otoritas bursa?
>
> Pak IAN mungkin bisa membantu menjelaskan?
>
> Terima kasih
>
>
> ----- Original Message -----
> From: saidkat
> To: [email protected]
> Sent: Friday, September 12, 2008 9:01 PM
> Subject: Re: [saham] SHORT = AMORAL
>
> Ups, posting sebelumnye ternyate sale, mohon di sory.
> posisi terakhir yang boleh di short adalah juli ada 11.
> tapi mulai agustus naik jadi 22. jadi yang september itu adalah terusan yang
> agustus, jadi pantes aja kan mulai agustus kite jadi bearish, karena orang
> lagi seneng nyoba aturan short tersebut. silahken di cek di situs
> www.idx.co.id daftar marjin juli sampai september
>
> 401 gak bisa nge short
>
---------------------------------
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
br>Cepat sebelum diambil orang lain!