he he ........apapun itu keputusan yang dibuat cuman karena paniknya otoritas 
bursa + penguasa yg pengalamannya blum lama + kejar setoran pajak (fee) biar 
lebih gede+ klo harga dibatasi biar g turun drastis....he he he he yah 
dimaklumin aja .......3 orang itu khan hamba negara+butuh duit he he he..... c 
u happy cuan "cara apapun dalam ekonomi adalah tetap dibenarkan yang salah 
apabila terjadi kerugian......."

--- On Thu, 10/16/08, ahmad saharjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: ahmad saharjo <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [saham] Re: Aneh2 aja Fuad, Erry & Sofyan (tentang AR kanan)..
To: [email protected]
Date: Thursday, October 16, 2008, 3:33 AM









Sudahlah Bang IAN, kan biasa suatu kebijakan akan mendatangkan pro dan kontra, 
sebaik apapun kebijakan tersebut, karena memang sudut pandangnya saling 
berbeda. Yang penting bagi kita yang pro, marilah kita dukung penuh kebijakan2 
pemerintah yang sifatnya ditujukan untuk kepentingan nasional, terlebih dalam 
menghadapi krisis global seperti sekarang ini, salam cuan.

--- On Wed, 10/15/08, Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [saham] Re: Aneh2 aja Fuad, Erry & Sofyan (tentang AR kanan)..
To: [email protected]
Date: Wednesday, October 15, 2008, 4:10 AM




Saya terkadang tidak bisa mengerti, mengapa
rencana otoritas bursa untuk membebaskan batas
atas AR dipersoalkan.

Apakah ada yang dirugikan? Logikanya sih
tidak ada yang dirugikan. Toh, short sell sudah
dilarang.

Kalau pun suatu saat ada kenaikan cukup tinggi,
yang punya barang khan bisa saja jualan kalau
merasa harga sahamnya sudah ketinggian.

Kalau batas bawah AR tetap dibatasi 10%, itu masuk
akal karena dalam situasi khusus ini, pemerintah
ingin menjaga kepentingan nasional.

Sudah kita lihat dan rasakan bersama, ketika
market global rally gila2an, kita tertinggal
karena kenaikan yg dibatasi hanya 10%. Ketika
market global melakukan profit taking, pasar kita
pun akhirnya terkena imbasnya juga hari ini.
Faktor psikologis masih sangat berperan.

Program penyelamatan yg dilakukan pemerintah bisa
jadi sia2 kalau batas atas tetap dipertahankan 10%
karena bisa kehilangan
 momentum pemulihan.

Apa memang mereka yang komplain ini lebih senang
IHSG gagal pulih dan melorot dari level terendahnya
tahun ini?

Tujuan pemerintah sudah jelas, mau memulihkan
kondisi yang ada. Bahkan untuk memulihkan itu,
pemerintah sudah berani ambil langkah tepat dan
jitu dengan menjamin simpanan nasabah di bank
dari sebelumnya hanya 100 juta, dinaikan 
menjadi 2 milyar.

Pemerintah dan otoritas bursa sudah bekerja secara
marathon mencari formula menyelamatkan ekonomi
bangsa ini.

Apapun cara yg akan dipakai, akan saya dukung
demi penyelamatan ekonomi nasional. Karena, sekali
ekonomi nasional ambrug, yang kena dampaknya itu
mayoritas rakyat Indonesia.

Yang perlu jug akita ingat adalah,
apa yg akan dilakukan oleh otoritas bursa kita 
ini toh sifatnya hanya temporer, sampai tercipta
situasi yang lebih kondusif.

Dalam situasi khusus, adalah wajar bila
diterapkan
 aturan khusus juga.

Semoga hal ini bisa dipahami bersama
demi kepentingan nasional yang lebih luas.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

--- In [EMAIL PROTECTED] com, ki_4ever888 <ki_4ever888@ ...> wrote:
>
> Kalau Bapepam takut akan turunnya indeks, 
> Seharusnya Bapepam mengeluarkan saja peraturan bahwa investor tidak
boleh jual saham dibawah harga penutupan kemarin..... he3x, (dgn kata
lain bikin kebijakan AR kiri = 0%)
> 
> Dijamin deh indeks tidak akan pernah turun dan kita terhindar dari
krisis ekonomi. 
> (Kapan majunya Indonesia, apa2 diatur sesuai dengan keinginan
PENGUASA). ..
> 
> dikutip dr detikforum.. . hehehhe...
> 
> shrsnya Fuad, Erry & Soyan itu bikin kebijakan yg lbh rasional.. 
> itu kan gak wajar, kl bikin AR naik tak terbatas berarti main
 saham
ude pasti untung..
> 
> btw, kyknya Fuad, Erry, Sofyan & para menteri dll itu kalah main
saham ya? so dibuat kebijakan yg menguntungkan diri sendiri...
hahahahhahahaha. ..
>




      




      

Kirim email ke