Sy pikir utk sebuah maskapai penerbangan suatu negara dgn jumlah penduduk lebih 
dr 240 juta jiwa, harga 750 per lembar saham masih boleh lah di kolek utk long 
long loooooong term. :)  
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: "Tukang Siomay" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 27 Jan 2011 01:51:44 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Right Issue BMRI & IPO Garuda

Saya lihat Ringkasan Prospektusnya, ternyata Saham Garuda Milik BMRI jg 
ditawarkan :P
Sepertinya banyak yg dapat Full nih..
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "a katrin®" [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Thu, 27 Jan 2011 01:43:40 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Right Issue BMRI & IPO Garuda

Sudah lewat locked-up period nya :d

powered by love

-----Original Message-----
From: "Tukang Siomay" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 27 Jan 2011 01:36:17 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Right Issue BMRI & IPO Garuda

Pak Irwan, Saham Mandiri di Garuda di Lock selama 1 Tahun.
CMIIW, jadi sahamnya belum bisa dijual
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 27 Jan 2011 08:03:46 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Right Issue BMRI & IPO Garuda

Dari peristiwa IPO Garuda, saya melihat yg diuntungkan selain Garuda,
tentunya BMRI. Piutang BMRI di Garuda yg bisa dibilang "macet" itu akhirnya
bisa diuangkan melalui IPO :)

Yang menarik disini adalah BMRI lebih memilih piutangnya dirubah jadi saham,
lalu dijual bersamaan saat IPO Garuda, ketimbang tetap mempertahankannya
sebagai piutangnya di Garuda :)

Lumayanlah, BMRI dapat durian runtuh senilai 1,1T dari piutang yg tadinya
sudah "diragukan" nasibnya :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

2011/1/26 Dimas Yoga <[email protected]>

>
>
>
> Rabu, 26 Januari 2011
> The Tale of Two 
> Siblings<http://teguhidx.blogspot.com/2011/01/right-issue-bmri-ipo-garuda.html>
>
> Kementrian BUMN dalam waktu dekat ini akan menggelar dua hajatan besar di
> pasar modal. Pertama, penawaran umum terbatas I Bank Mandiri (Right Issue
> BMRI), dan kedua, IPO Garuda Indonesia. Menariknya, dua perusahaan ini
> ternyata memiliki kaitan khusus.
>
> Harga IPO Garuda akhirnya ditetapkan pada level terendah yaitu Rp750, dan
> jumlah saham yang dilepas berkurang dari tadinya 36%, menjadi 26% saja. Hal
> ini mungkin disebabkan oleh kondisi market yang memang lagi sedikit lesu,
> tapi tetap tidak mengubah opini mayoritas pengamat dan analis yang
> menyebutkan bahwa harga IPO Garuda tersebut terlalu mahal.
>
> Sementara BMRI menetapkan harga right issue-nya pada level Rp5,000 per
> saham, dengan harga HMETD Rp5,250 per saham. Meskipun dikabarkan bahwa para
> investor minta harga yang lebih rendah dari Rp5,000, tapi sejauh ini nggak
> ada pengamat yang bilang kalau harga tersebut kemahalan. Mengingat harga
> tersebut masih lebih rendah dari harga terakhir BMRI ‘hasil koreksi IHSG’
> yaitu 5,700 (sebelum terjadi koreksi, BMRI mantap diatas 6,500), maka
> sepertinya pemerintah ga akan kesulitan menjual saham baru BMRI ini ke
> masyarakat.
>
> Lantas apa kaitan antara BMRI dengan Garuda? Fakta menariknya adalah, dari
> dana perolehan IPO Garuda sebesar kira-kira Rp4.8 trilyun, BMRI akan
> kebagian 1.1 trilyun. Kenapa begitu? Karena BMRI memiliki saham di Garuda,
> hasil konversi utang. Garuda memang pernah punya utang sekian trilyun ke
> BMRI. Dan karena Garuda gak sanggup bayar, maka utang tersebut dikonversi
> menjadi saham, sehingga BMRI jadi memiliki 10.6% saham Garuda. Selama ini,
> masalah terbesar Garuda memang terletak di utangnya yang kelewat besar, gak
> terlalu berbeda dengan perusahaan airlines lainnya. Mandala Airlines juga
> bangkrut karena masalah utang.
>
> Kenapa kok BMRI mau mengubah piutangnya di Garuda menjadi saham? Karena
> Garuda berjanji bahwa saham tersebut bisa diuangkan melalui mekanisme IPO.
> Dan memang dari sekian milyar lembar saham Garuda yang akan dilepas ke
> publik, sebagian diantaranya adalah milik BMRI.
>
> Jadi jika anda beli saham IPO Garuda, maka itu berarti anda bayarin
> utangnya Garuda ke BMRI. Setelah IPO ini, janji Garuda untuk mencairkan
> saham milik BMRI menjadi dana tunai akan terpenuhi, dan BMRI mendapatkan
> uangnya kembali.
>
> Selain mendapat 1.1 trilyun dari IPO Garuda, BMRI juga akan mendapat
> sekitar 12.2 trilyun dari right issue-nya, jadi totalnya 13.3 trilyun.
> Jumlah dana yang sangat besar, tentu saja. Dan dana ini akan sangat berguna
> untuk menambah modal BMRI, sehingga catatan CAR-nya yang pada kuartal tiga
> 2010 hanya 14.1%, mungkin akan naik menjadi 17 – 19% setelah right issue
> ini. Dengan cadangan modal yang jauh lebih baik, BMRI nantinya akan memiliki
> kesempatan yang lebih luas untuk berekspansi, sehingga mereka akan dapat
> mempertahankan posisinya sebagai The Largest Bank in Indonesia.
>
> Namun disisi lain, right issue ini akan menyebabkan nilai saham BMRI akan
> terdilusi (berkurang) sekitar 10.0%. Dan kepemilikan saham pemerintah di
> BMRI juga akan terdilusi, dari tadinya 66.7%, menjadi 60.0%. Kenapa
> demikian? Karena pemerintah gak akan mengambil jatah HMETD-nya yang
> berjumlah sekitar 1.6 milyar lembar saham, melainkan melemparnya ke publik.
> Karena kepemilikan pemerintah di BMRI berkurang, maka status ‘ke-BUMN-an’
> BMRI juga jadi berkurang. Artinya? Jaminan pemeliharaan dari negara terhadap
> BMRI juga jadi tidak sebesar sebelumnya.
>
> Tapi BMRI boleh dibilang gak begitu butuh perhatian pemerintah, sebab
> kinerjanya selama ini terbilang bagus, dan perusahaannya sendiri juga jarang
> bermasalah. Sementara untuk Garuda, kepemilikan saham pemerintah terhadapnya
> akan berkurang dari tadinya 85.8%, menjadi 60.1% pasca IPO. Mengingat Garuda
> selama ini punya banyak masalah utang, dan kinerjanya juga nggak bagus, maka
> angka 60.1% tersebut terdengar beresiko.
>
> Kalau penulis boleh berpendapat, seharusnya Bank Mandiri ‘meng-ikhlas-kan’
> saja piutangnya yang 1.1 trilyun itu ke Garuda Indonesia. Kenapa begitu?
> Karena baik BMRI maupun Garuda kan sama-sama milik pemerintah. Jadi kalaupun
> utang itu gak dibayar, pemerintah sebagai pemilik BMRI gak akan rugi, karena
> yang menerima keuntungannya adalah Garuda, perusahaan milik pemerintah juga.
> Ibaratnya seperti ngambil duit dari kantong kanan, lalu dimasukkan ke
> kantong kiri, jadi duitnya sebenarnya gak kemana-mana. Harusnya BMRI bisa
> sedikit lunak lah, sama saudaranya. Secara dia kan bermain di sektor
> perbankan, salah satu sektor paling prospektif di Indonesia (makanya
> kinerjanya bagus). Sementara Garuda ‘terpaksa’ bermain di sektor jasa
> transportasi udara, sektor yang kurang menguntungkan. Duit 1.1 trilyun
> tersebut kalau diambil BMRI, maka hanya akan menambah modalnya sedikit saja.
> Sementara kalau duit itu tetap dikasiin di Garuda, maka bisa dipake buat
> beli setidaknya 2 atau 3 unit pesawat terbang. Soal pengaruh negatif yang
> mungkin terjadi dari langkah 'ikhlas' ini terhadap catatan NPL di laporan
> keuangan BMRI nanti, itu bisa diakalin kok.
>
> Tapi para petinggi BMRI dan para fund besar yang memegang sahamnya pasti
> gak akan setuju sama ide konyol diatas.
>
> Sumber :
> http://teguhidx.blogspot.com/2011/01/right-issue-bmri-ipo-garuda.html
>
>
>
> 

Kirim email ke