IPO garuda porsi lebih besar diberikan ke investor retail, oversubscribe cuma 
1+ kalau tidak salah, jadi resiko cukup tinggi?
Mending lihat hari pertama dulu?

Salam
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "heru" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 28 Jan 2011 04:04:17 
To: Saham<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [saham] Right Issue BMRI & IPO Garuda

Tan, ane dpt info dari sekuritas katanya kalau pesan Garuda, mau minta berapa 
lot jg langsung dikasih ☺

Makanya ane jadi ragu, karena do'i jg sarankan kalau mmg minat ambil setelah 
listing di bursa aja

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Noviati Prihatini <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 28 Jan 2011 10:54:49 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Bls: [saham] Right Issue BMRI & IPO Garuda

DAPAT 40 - 80 %, WAH WAH ...80 % BRO...
BISA2 OPEN LANGSUNG NYUNGSEP KE 500 NEH......
KACAU...




________________________________
Dari: a katrin® <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Kam, 27 Januari, 2011 08:43:40
Judul: Re: [saham] Right Issue BMRI & IPO Garuda

  
Sudah lewat locked-up period nya :d

powered by love
________________________________

From:  "Tukang Siomay" <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Thu, 27 Jan 2011 01:36:17 +0000
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re: [saham] Right Issue BMRI  IPO Garuda
  
Pak Irwan, Saham Mandiri di Garuda di Lock selama 1 Tahun.
CMIIW, jadi sahamnya belum bisa dijual
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
________________________________

From:  Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]> 
Sender:  [email protected] 
Date: Thu, 27 Jan 2011 08:03:46 +0700
To: <[email protected]>
ReplyTo:  [email protected] 
Subject: Re: [saham] Right Issue BMRI  IPO Garuda
  
Dari peristiwa IPO Garuda, saya melihat yg diuntungkan selain Garuda, tentunya 
BMRI. Piutang BMRI di Garuda yg bisa dibilang "macet" itu akhirnya bisa 
diuangkan melalui IPO :)

Yang menarik disini adalah BMRI lebih memilih piutangnya dirubah jadi saham, 
lalu dijual bersamaan saat IPO Garuda, ketimbang tetap mempertahankannya 
sebagai 
piutangnya di Garuda :)

Lumayanlah, BMRI dapat durian runtuh senilai 1,1T dari piutang yg tadinya sudah 
"diragukan" nasibnya :)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


2011/1/26 Dimas Yoga <[email protected]>


>
>
>
>
>Rabu, 26 Januari 2011
>The Tale of Two Siblings
>
>
>Kementrian BUMN dalam waktu dekat ini akan menggelar dua hajatan besar di 
>pasar 
>modal. Pertama, penawaran umum terbatas I Bank Mandiri (Right Issue BMRI), dan 
>kedua, IPO Garuda Indonesia. Menariknya, dua perusahaan ini ternyata memiliki 
>kaitan khusus.
>
>Harga IPO Garuda akhirnya ditetapkan pada level terendah yaitu Rp750, dan 
>jumlah 
>saham yang dilepas berkurang dari tadinya 36%, menjadi 26% saja. Hal ini 
>mungkin 
>disebabkan oleh kondisi market yang memang lagi sedikit lesu, tapi tetap tidak 
>mengubah opini mayoritas pengamat dan analis yang menyebutkan bahwa harga IPO 
>Garuda tersebut terlalu mahal.
>
>Sementara BMRI menetapkan harga right issue-nya pada level Rp5,000 per saham, 
>dengan harga HMETD Rp5,250 per saham. Meskipun dikabarkan bahwa para investor 
>minta harga yang lebih rendah dari Rp5,000, tapi sejauh ini nggak ada pengamat 
>yang bilang kalau harga tersebut kemahalan. Mengingat harga tersebut masih 
>lebih 
>rendah dari harga terakhir BMRI ‘hasil koreksi IHSG’ yaitu 5,700 (sebelum 
>terjadi koreksi, BMRI mantap diatas 6,500), maka sepertinya pemerintah ga akan 
>kesulitan menjual saham baru BMRI ini ke masyarakat.
>
>Lantas apa kaitan antara BMRI dengan Garuda? Fakta menariknya adalah, dari 
>dana 
>perolehan IPO Garuda sebesar kira-kira Rp4.8 trilyun, BMRI akan kebagian 1.1 
>trilyun. Kenapa begitu? Karena BMRI memiliki saham di Garuda, hasil konversi 
>utang. Garuda memang pernah punya utang sekian trilyun ke BMRI. Dan karena 
>Garuda gak sanggup bayar, maka utang tersebut dikonversi menjadi saham, 
>sehingga 
>BMRI jadi memiliki 10.6% saham Garuda. Selama ini, masalah terbesar Garuda 
>memang terletak di utangnya yang kelewat besar, gak terlalu berbeda dengan 
>perusahaan airlines lainnya. Mandala Airlines juga bangkrut karena masalah 
>utang.
>
>Kenapa kok BMRI mau mengubah piutangnya di Garuda menjadi saham? Karena Garuda 
>berjanji bahwa saham tersebut bisa diuangkan melalui mekanisme IPO. Dan memang 
>dari sekian milyar lembar saham Garuda yang akan dilepas ke publik, sebagian 
>diantaranya adalah milik BMRI.
>
>Jadi jika anda beli saham IPO Garuda, maka itu berarti anda bayarin utangnya 
>Garuda ke BMRI. Setelah IPO ini, janji Garuda untuk mencairkan saham milik 
>BMRI 
>menjadi dana tunai akan terpenuhi, dan BMRI mendapatkan uangnya kembali.
>
>Selain mendapat 1.1 trilyun dari IPO Garuda, BMRI juga akan mendapat sekitar 
>12.2 trilyun dari right issue-nya, jadi totalnya 13.3 trilyun. Jumlah dana 
>yang 
>sangat besar, tentu saja. Dan dana ini akan sangat berguna untuk menambah 
>modal 
>BMRI, sehingga catatan CAR-nya yang pada kuartal tiga 2010 hanya 14.1%, 
>mungkin 
>akan naik menjadi 17 – 19% setelah right issue ini. Dengan cadangan modal yang 
>jauh lebih baik, BMRI nantinya akan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk 
>berekspansi, sehingga mereka akan dapat mempertahankan posisinya sebagai The 
>Largest Bank in Indonesia.
>
>Namun disisi lain, right issue ini akan menyebabkan nilai saham BMRI akan 
>terdilusi (berkurang) sekitar 10.0%. Dan kepemilikan saham pemerintah di BMRI 
>juga akan terdilusi, dari tadinya 66.7%, menjadi 60.0%. Kenapa demikian? 
>Karena 
>pemerintah gak akan mengambil jatah HMETD-nya yang berjumlah sekitar 1.6 
>milyar 
>lembar saham, melainkan melemparnya ke publik. Karena kepemilikan pemerintah 
>di 
>BMRI berkurang, maka status ‘ke-BUMN-an’ BMRI juga jadi berkurang. Artinya? 
>Jaminan pemeliharaan dari negara terhadap BMRI juga jadi tidak sebesar 
>sebelumnya.
>
>Tapi BMRI boleh dibilang gak begitu butuh perhatian pemerintah, sebab 
>kinerjanya 
>selama ini terbilang bagus, dan perusahaannya sendiri juga jarang bermasalah. 
>Sementara untuk Garuda, kepemilikan saham pemerintah terhadapnya akan 
>berkurang 
>dari tadinya 85.8%, menjadi 60.1% pasca IPO. Mengingat Garuda selama ini punya 
>banyak masalah utang, dan kinerjanya juga nggak bagus, maka angka 60.1% 
>tersebut 
>terdengar beresiko.
>
>Kalau penulis boleh berpendapat, seharusnya Bank Mandiri ‘meng-ikhlas-kan’ 
>saja 
>piutangnya yang 1.1 trilyun itu ke Garuda Indonesia. Kenapa begitu? Karena 
>baik 
>BMRI maupun Garuda kan sama-sama milik pemerintah. Jadi kalaupun utang itu gak 
>dibayar, pemerintah sebagai pemilik BMRI gak akan rugi, karena yang menerima 
>keuntungannya adalah Garuda, perusahaan milik pemerintah juga. Ibaratnya 
>seperti 
>ngambil duit dari kantong kanan, lalu dimasukkan ke kantong kiri, jadi duitnya 
>sebenarnya gak kemana-mana. Harusnya BMRI bisa sedikit lunak lah, sama 
>saudaranya. Secara dia kan bermain di sektor perbankan, salah satu sektor 
>paling 
>prospektif di Indonesia (makanya kinerjanya bagus). Sementara Garuda 
>‘terpaksa’ 
>bermain di sektor jasa transportasi udara, sektor yang kurang menguntungkan. 
>Duit 1.1 trilyun tersebut kalau diambil BMRI, maka hanya akan menambah 
>modalnya 
>sedikit saja. Sementara kalau duit itu tetap dikasiin di Garuda, maka bisa 
>dipake buat beli setidaknya 2 atau 3 unit pesawat terbang. Soal pengaruh 
>negatif 
>yang mungkin terjadi dari langkah 'ikhlas' ini terhadap catatan NPL di laporan 
>keuangan BMRI nanti, itu bisa diakalin kok.
>
>Tapi para petinggi BMRI dan para fund besar yang memegang sahamnya pasti gak 
>akan setuju sama ide konyol diatas.
>
>
>Sumber : http://teguhidx.blogspot.com/2011/01/right-issue-bmri-ipo-garuda.html
>
>
>

 


Kirim email ke