Bias!  Karena ditanyakan di milis saham (meminjam istilah Pak Wisnu). Sangat 
mungkin orang-orangnya bukan pelaku sektor riil.

Dan cenderung tendensius.

Membandingkan kinerja saham yang sudah memiliki track record baik di masa lalu 
vs. membuka usaha baru. Ini yang pertama.

Kedua mengapa periodenya 8 tahun? Bukan 5 atau 15 tahun.

Di radio saya mendengar seseorang buka resto di tempat yang baik dengan modal 
Rp 1.8 M.  Untung bersih minimal Rp 50 juta/bulan (hanya Rp. 1.6 jt/hari).  
Paling lama tiga tahun balik modal.  Setelah itu ybs tinggal memetik hasil 
tanpa modal.

Mengapa orang ini berani?  Besar kemungkinan ybs sudah berpengalaman.

Catatan:  hati-hati Bang menarik kesimpulan dari subject di atas.  Sangat 
mungkin bias.

Demikian...


"The more quantitative a model, the better the valuation."

-----Original Message-----
From: Wisnu Mobile <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 1 Apr 2011 00:28:21 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Mana Lebih Beresiko?

Haha... Objection!

Pertanyaannya mengarahkan ke sebuah kesimpulan. Cornering!

Ditanyakan ke milis saham, jawabannya jelas.

Ditanyakan ke milis wirausaha, yang mungkin tidak kenal saham, jawabnya bisa
beda.

Good night.

2011/4/1 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>

>
>
> Anda memiliki uang 300-500 juta, berani buka restoran dan memulainya dari
> awal ketimbang ditaruh di ASII sama2 selama 8 tahun?
>
> Anda yakin anda bisa survive membuka usaha restoran dan tidak bangkrut
> karena tidak laku? :)
>
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> 2011/4/1 <[email protected]>
>
>
>>
>> Asii vs restoran
>> Sy pilih restoran, krn org akan tetap butuh makanan sampai kapanpun dlm
>> kondisi apapun.. Org tdk membeli produk asii msh bisa hidup :)
>>
>> Indf vs bakery
>> Sy pilih indf krn tk bakery butuh terigu dan indf adl pemilik bogasari,
>> pabrik terigu bermutu. Kalo lndf/bogasari bermasalah maka pasokan terigu
>> terhambat dan tk bakery yg biasa pake terigu bogasari tdk berani pake terigu
>> merk lain krn akan sgt berpengaruh ke kualitas dan rasanya dan akan sgt
>> berpengaruh jg ke masa dpnnya
>>
>> Bmri vs salon
>> Sy pilih bmri krn bank sdh merupakan salah satu tempat tujuan utama semua
>> org ketika keluar rmh dan jam berapapun dan dilakukan oleh semua kalangan
>> mis: ke atm. Saat ini bank sdh menjadi kebutuhan primer semua org dlm hal
>> keuangan .. Salon hanya dikunjungi oleh org2 tertentu dan mengelolanya hrs
>> bener2 teliti krn termasuk usaha yg sophisticated
>>
>> Begitu pendapat sy bang hehe
>>
>> Regards...
>>
>> ZFQ
>> ------------------------------
>> *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Fri, 1 Apr 2011 00:04:52 +0700
>> *To: *<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *[saham] Mana Lebih Beresiko?
>>
>>
>>
>> Mana yang lebih beresiko menurut anda saat ini dengan asumsi menggunakan
>> modal yg sama besar untuk diinvestasikan dengan jangka waktu 8 tahun ke
>> depan. Catatan, di saham hanya buy saja dan di hold terus alias tidak
>> ditradingkan dan dividennya di reinvestasikan.
>>
>>
>>
>> Membeli saham ASII (Astra Internasional)
>> vs
>> Membuka restoran makanan
>>
>>
>> Membeli saham INDF (Indofood)
>> vs
>> Membuka usaha bakery (roti)
>>
>>
>> Membeli saham BMRI (Bank Mandiri)
>> vs
>> Membuka Salon Kecantikan
>>
>>
>> Moga2 dengan memberikan pertanyaan ini bisa melihat lebih jelas
>> pemetaannya terkait resiko :)
>> Jawabannya saya yakin bisa berbeda2, tapi menarik untuk mengetahui jawaban
>> dari para sahabat disini agar kita sama2 bisa mengetahui.
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>>
>>
>>
>>
>
>
> 
>

Kirim email ke