Pak Cuan,

Terima kasih atas responsnya.

Kita perlu membedakan Bang IAN sebagai member dan sebagai moderator/owner.  
Bila tidak ada signature moderator, berarti Bang IAN sedang berperan sebagai 
member sama seperti Pak Cuan dan saya. (Ini adalah pendapat Bang IAN sendiri).

Kalau setiap posting, pendapat, pertanyaan yang disampaikan oleh Bang IAN kita 
threat sebagai moderator, maka komentar/respons yang muncul cenderung serba 
"agree".
Contohnya adalah sebagai berikut (maaf kepada yang pernah melakukannya):

o setuju Bang
o mantap Bang
o terima kasih atas warningnya
o hajar
o lanjutkan
o dlsb

Apakah Pak Cuan, saya, dan Bang IAN mendapatkan perspektif dari komen seperti 
itu?

Lalu apakah tanggapan yang berbeda/kritis sebaiknya tidak disampaikan di forum 
ini mengingat kalimat Pak Cuan di bawah ini?

------@cuanesia
Liat2 lah siapa yg melempar topik
------

Saya duga keberatan Pak Cuan terletak pada kata "tendensius".
Bila demikian saya perlu jelaskan bahwa salah satu kelemahan survey (terlihat 
pada kuesionernya) cenderung tendensius supaya dapat mendukung kesimpulan 
sementara yang disekolahan dikenal sebagai "Hipotesis".  Apabila hasil 
pengolahan data signifikan secara statistik maka hipotesis diterima, begitu 
pula sebaliknya akan ditolak.

Kelemahan atas sifat tendensius ini selalu dibahas di buku-buku manajemen SDM. 
Ada kelemahan lain seperti hasil yang cenderung memusat bila menggunakan skala 
ganjil Likert.

Inilah contoh kusioner yang baru saja saya donlot yang cenderung "tendensius":

1. Apakah selama ini pelayanan haji kepada pengguna diberikan secara cepat: a. 
Sangat cepat; b. Cepat; c. Kurang cepat; d. Netral

Bagi saya ini tendensius.  Menurut saya seharusnya:
Apa pendapat saudara tentang pelayanan haji?
Sangat baik, baik, biasa, buruk, sangat buruk

2. Apakah pelayanan haji yang diberikan sesuai dengan yang dibutuhkan?

3. Apakah data yang diinformasikan oleh petugas haji bebas dari kesalahan?

Dari pertanyaan2 di atas dapat saja orang menduga bahwa survey ini diorder oleh 
pihak-pihak penyelenggara haji (Kemenag) yang mungkin saja dilakukan oleh biro 
peneliti independen agar diperoleh hasil yang objektif.

Maaf agak panjang.
Demikian..


"The more quantitative a model, the better the valuation."

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Thu, 31 Mar 2011 23:43:59 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Mana Lebih Beresiko?

Si penanya hanya melempar topik, dan dia sendiri mengemukakan pendapatnya. 
Sebaiknya kita tdk terlalu tendensius berpikir ada niatan tersembunyi. Liat2 
lah siapa yg melempar topik, jgn semuanya dianggap ada maksud tdk baik, susah 
majunya kalo gitu.. :) 
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: "tobeno" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 31 Mar 2011 23:00:32 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Mana Lebih Beresiko?



Bias!  Karena ditanyakan di milis saham (meminjam istilah Pak Wisnu). Sangat 
mungkin orang-orangnya bukan pelaku sektor riil.

Dan cenderung tendensius.

Membandingkan kinerja saham yang sudah memiliki track record baik di masa lalu 
vs. membuka usaha baru. Ini yang pertama.

Kedua mengapa periodenya 8 tahun? Bukan 5 atau 15 tahun.

Di radio saya mendengar seseorang buka resto di tempat yang baik dengan modal 
Rp 1.8 M.  Untung bersih minimal Rp 50 juta/bulan (hanya Rp. 1.6 jt/hari).  
Paling lama tiga tahun balik modal.  Setelah itu ybs tinggal memetik hasil 
tanpa modal.

Mengapa orang ini berani?  Besar kemungkinan ybs sudah berpengalaman.

Catatan:  hati-hati Bang menarik kesimpulan dari subject di atas.  Sangat 
mungkin bias.

Demikian...


"The more quantitative a model, the better the valuation."

-----Original Message-----
From: Wisnu Mobile <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Fri, 1 Apr 2011 00:28:21 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [saham] Mana Lebih Beresiko?

Haha... Objection!

Pertanyaannya mengarahkan ke sebuah kesimpulan. Cornering!

Ditanyakan ke milis saham, jawabannya jelas.

Ditanyakan ke milis wirausaha, yang mungkin tidak kenal saham, jawabnya bisa
beda.

Good night.

2011/4/1 Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>

>
>
> Anda memiliki uang 300-500 juta, berani buka restoran dan memulainya dari
> awal ketimbang ditaruh di ASII sama2 selama 8 tahun?
>
> Anda yakin anda bisa survive membuka usaha restoran dan tidak bangkrut
> karena tidak laku? :)
>
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> 2011/4/1 <[email protected]>
>
>
>>
>> Asii vs restoran
>> Sy pilih restoran, krn org akan tetap butuh makanan sampai kapanpun dlm
>> kondisi apapun.. Org tdk membeli produk asii msh bisa hidup :)
>>
>> Indf vs bakery
>> Sy pilih indf krn tk bakery butuh terigu dan indf adl pemilik bogasari,
>> pabrik terigu bermutu. Kalo lndf/bogasari bermasalah maka pasokan terigu
>> terhambat dan tk bakery yg biasa pake terigu bogasari tdk berani pake terigu
>> merk lain krn akan sgt berpengaruh ke kualitas dan rasanya dan akan sgt
>> berpengaruh jg ke masa dpnnya
>>
>> Bmri vs salon
>> Sy pilih bmri krn bank sdh merupakan salah satu tempat tujuan utama semua
>> org ketika keluar rmh dan jam berapapun dan dilakukan oleh semua kalangan
>> mis: ke atm. Saat ini bank sdh menjadi kebutuhan primer semua org dlm hal
>> keuangan .. Salon hanya dikunjungi oleh org2 tertentu dan mengelolanya hrs
>> bener2 teliti krn termasuk usaha yg sophisticated
>>
>> Begitu pendapat sy bang hehe
>>
>> Regards...
>>
>> ZFQ
>> ------------------------------
>> *From: * Irwan Ariston Napitupulu <[email protected]>
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Fri, 1 Apr 2011 00:04:52 +0700
>> *To: *<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *[saham] Mana Lebih Beresiko?
>>
>>
>>
>> Mana yang lebih beresiko menurut anda saat ini dengan asumsi menggunakan
>> modal yg sama besar untuk diinvestasikan dengan jangka waktu 8 tahun ke
>> depan. Catatan, di saham hanya buy saja dan di hold terus alias tidak
>> ditradingkan dan dividennya di reinvestasikan.
>>
>>
>>
>> Membeli saham ASII (Astra Internasional)
>> vs
>> Membuka restoran makanan
>>
>>
>> Membeli saham INDF (Indofood)
>> vs
>> Membuka usaha bakery (roti)
>>
>>
>> Membeli saham BMRI (Bank Mandiri)
>> vs
>> Membuka Salon Kecantikan
>>
>>
>> Moga2 dengan memberikan pertanyaan ini bisa melihat lebih jelas
>> pemetaannya terkait resiko :)
>> Jawabannya saya yakin bisa berbeda2, tapi menarik untuk mengetahui jawaban
>> dari para sahabat disini agar kita sama2 bisa mengetahui.
>>
>> jabat erat,
>> Irwan Ariston Napitupulu
>>
>>
>>
>>
>
>
> 
>

Kirim email ke