Terima Kasih yang tak terhingga atas masukannya yang sangat bermanfaat untuk
saya.
apa yang dikatakan rekan-rekan bapak dan rekan-rekan lain adalah sangat
benar, tanpa bermaksud ingin memperpanjang diskusi, ada informasi tambahan;
1. Pekerjaan saya mengharuskan saya traveling, kadang2 sampai merelokasi
keluarga (Jakarta, Medan dan kembali ke Surabaya) dan mungkin inilah
kelemahan/kesalahan saya terbesar walaupun ketika saat jauh, setiap hari saya
berkomunikasi dengannya juga anak2
2. Informasi saya sebelumnya bahwa anak2 saya berusia dibawah 12 thn,
tepatnya 3 anak masing2, 9 thn, 5,5 th dan 3 thn
3. saya berpacaran dengan isteri saya (waktu itu kurang lebih 10 thn lalu),
cuma 3 bulan dan langsung menikah, dan , "org yg saya maksud" kurang lebih 7
thn berpacaran dengan isteri saya sebelum isteri saya berpacaran dengan saya.
Sekali lagi inputnya sangat berarti, saya memang ingin sekali menyelamatkan
Bahtera kami, dan kalo bisa tidak ada kata tapi atau ada syarat, dengan coba
mengajak isteri untuk melupakan "org tsb", mumpung hub nya masih jarak jauh,
kalo hub itu 1 kota, mungkin gak ada lagi kata tawar, karena pasti
....................
Terima kasih Bapak dan rekan-rekan yg lain sudah mau memberikan input utk
saya walaupun agak melenceng di milist ini.
Trims
F-Lee
"Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hello F-lee,
Dlm kehidupan manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yg memilki akal
budi, tdk hanya insting, tetapi rasa, akal budi, dan kebijaksanaan
mempengaruhi kehidupan manusia tersebut.
Dlm cerita anda tersebut:
A.
1. Bahwa anda mendeteksi akan kemungkinan adanya perselingkuhan antara
istri sah anda (sah sebagai suami istri baik oleh adat, agama dan hukum)
yg juga diketahuyi oleh anak2 anda yg melaporkan anda ttg adanya telephon.
2. Bahwa anda telah bertanya langsung dan sdh dijawab oleh istri anda yg
sekali lagi adalah sah, bahwa ia memang melakukan hal tersebut, tanpa
menyebutkan atau anda ceritakan ttg apa yg membuat istri anda menilai
utk kemudian melakukan hubungan kembali dg bekas pacar anda.
3. Bahwa anda baru merasakan adanya perselingkuhan tersebut akir2 ini
dan anda menyadari bahwa hal ini sdh berlangsung 7 bulan.
4. Bahwa anda dan istri anda yg sah telah dikaruniai anak yg juga sah
(bukan hasil perselingkuhan tentunya)
5. Bahwa didalam mail yg lain anda menyebutkan bahwa ada anak anda yg
sdh 12 tahun.
Sepintas dari ke 5 items ini bisa kita tarik bebrapa kesimpulan a/l:
B.
1. Sejak mula2 anda mengenal sang istri, istri sdh memilki pacar, atau
juga sedang pacran, atau anda pacaran duluan dg dia dan kemudian ia juga
pacaran dg pria yg lain pula sebelum menentukan pilihan utk berumah
tangga dg anda.
2. Bahwa sejak perkawinan anda diresmikan maka berarti utk saat itu dan
sampai dg 12 tahun kemudian, istri anda sdh sepenuhnya dan berusaha
sepenuhnya memenuhi komitmentnya utk bersama anda membina rumah tangga,
dan utk itu pula dikaruniai dg anak2 anda. (ini saya tdk tau persis apa
yg ada dlm hati pikiran istri anda n anda jadi saya sebutkan semua
kemungkinan yg terpikirkan)
3, Bahwa anda cukup berotak dingin dlm menyikapi permasalahan, dan
mencari jalan keluar dg meminta berbagai pandangan lain baik dari milis
ini mau pun dari milis yg lainnya, akan tetapi tentu tdk disebutkan
berbagai kendal;a yg mungkin tdk anda sadari atau anda sadari sepenuh
sebgai org yg berkuasa atas istri misalnya, atau ttg pekerjaan anda yg
luar biasa mencari uangnya sampai2 istri menjadi penghuni rumah yg
kesepian misalnya dan misal2 lainnya yg sebenarnya secra akumulasi
menambah nilai2 negatif anda di pikiran sang istri.
4. Bahwa anak2 mengerti dan mendukung anda sebagai ayahnya/bapaknya, dg
memberitahukan anda ttg apa yg terjadi dirumah, dan ini berarti bahwa
anak2 sdh mengerti dan mau anda berdua kembali bersatu utk membesarkan
mereka, dan juga berarti bahwa mereka mau mendaptkan pelajaran berharga
akan keputusan apa yg akan diambil oleh anda dan ibunya, tanpa mungkin
mereka sadari bahwa kehidupan mereka bukan hanya sampai pada keputusan
tersebut tetapi maih berlanjut bahkan sampai mereka akan memilih
pasangan hidup mereka.
5. Dlm hal ini kalau keputusan anda adalah bercerai, maka bisa saja hal
ini menjadi pedoman hdup mereka bahwa kalau nanti menikah, gampang saja,
kalau tdk cocok lagi ya bercerai;
Atau kalau dialnjutkan tanpa introspeksi dan perbaikan hubungan maka
akan juga menjadi beban pikiran bahwa hidup berumah tangga itu
barangkali memang harus demikian, setelah sekian tahun menikah, punya
anak, maka kehidupan akan menjadi hambar seperti kata anda sendiri dlm
mail ini, jadi sebaiknya saya nanti kalau menikah jangan samapi punya
anak, dstnya yg bisa menjadi efek negatif bagi sang anak baik secar
sadar mau pun secara tdk sadar.
6. Disi lain, apakah benar pengakuan yg dialkukan sang istri benar
dilakukannya, ataukah suasana yg membuat ia melakukan perkataan tersebut
hanya sekedar utk memanaskan anda yg dlm pikirannya dilakukan agar anda
sadar bahwa saya (istri) sebenarnya biar sdh menikah masih ada loh yg
mau??? :-) )
7. Kalau meilihat pertanyaan anda dan gaya tulisan yg disampaikan dlm
mail ini, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa anda menahan kemarahan
anda, tetapi pikiran masa yg akan datang anda memberikan anda pilihan
utk mencari jalan keluar yg lain yg dlm hal ini arahnya adalah
menyalahkan istri anda tersebut.
8. Bahwa saya tdk tau prosesnya sampai terjadi perselingkuhan yg menurut
anda sdh terjadi 7 bulan, dan kenapa terjadi?, kenapa dibiarkan?, kenapa
bisa sang istri seakan melupakan anda pada hal B2 memberikan arti bahwa
pilihan jatuh pada diri anda ketika saya ndak tau 13, atau mungkin 14
tahun lalu??, apa yg hilang??? apa yg terlupakan??, apakah sikap??,
apakah kehidupan??, apakah dan apakah2 yg bisa anda isikan semuanya
(disamping pertanyaan ttg kenapa?) dan anda bisa jawab bukan dari sisi
keputusan anda tetapi dari sisi keputusan istri anda sehingga kalau
benar, melakukan perselingkuhan.
9. Bahwa anda sadar bahwa perceraian akan membawa dampak yg anda
sebutkan sebagai pengasuhan terhadap anak, tetapi sepertinya anda
mencari pembenaran agar terjadi perceraian.
Saya dan anggota milis adalah org2 luar yg hanya bisa melihat dari sisi
sesuai dg berita yg anda sampaikan, meskipun saya berusaha utk mengupas
yg diluar yg terpikirkan oleh saya, tetapi yg terjadi, dan yg
terpikirkan oleh anda, anak2 anda, dan istri anda tentu tdk bisa saya
masuki meskipun dlm dunia mimpi sekalipun, dan hanya anda, anak2 dan
istri anda saja yg tau.
10. Oleh karena itu saya pikir dg 10 items mungkin sdh cukup, mungkin
juga masih kurang, akan tetapi bisa anda pergunakan sebagai bahan mula
atau pokok diskusi yg bisa anda sampaikan kepada keluarga anda dlm
menyelesaikan kasus anda ini.
Jadi kita sampai pada saran2 saya:
Begini,
Dari A n B yg tentunya anda baca dulu sebelum anda sampai pada bagian
ini, akan tetapi kalau tdk anda baca maka kembalilah dan baca dulu
karena pola penyampaiannya sebenarnya saya arahkan agar secra human anda
smapai pada suatu kesimpulan:
C.
1. Lakukan introspeksi diri tentang apa yg anda perbuat selama kehidupan
anda berdua bersama, dan isikanlah dalam satu halaman atau bebrapa
halaman tergantung banyaknya point yg tercatat dg baik.
2. Buat lah tabel ttg apa yg anda sukai dari istri anda mulai dari
bentuk badannya mislanya, dulu dan kini, cara jalnnya, mukanya sampai
bagian2 rinci yg mungkin bisa anda sebutkan
3. Buatlah tabel ttg apa yg anda tdk sukai dari sitri anda termasuk
perubahan yg terjadi kini dibanding dulu.
4. Ajak anak2 tanpa mempengaruhi pikiran mereka utk menuliskan ttg apa
dan siapakah bapaknya, dan apa dan siapakah ibunya secara pikiran anak2
dan lakukan dg tanpa tekanan dan membuat mereka takut utk disalahkan;
ingatlah bahwa hal ini dlakukan utk menyelamatkan kehidupan anda, istri
anda dan anak2 anda dlm persatuan keluarga.
5. Cari waktu yg baik, dg mood yg baik pula antara anda dan istri anda,
lalu ceritakanlah apa yg anda sdh buat, minta pendapatkanya ttg apa yg
anda rasakan dlm penulisan tersebut.
6. Dlm diskusi tersebut ajak anak2 utk hal2 yg tdk menyangkut misalnya
seksual action antara anda berdua, dan ingatlah bahwa hal ini bukan utk
memojokan istri anda atau anda tetapi utk menyelamatkan kehidupan
keluarga anda; tdk ada terhukum, hakim, jaksa atau pembela, anda adalah
familli yg membutuhkan komunikasi timbal balik dan satu utk semua semua
utk satu kesatuan.
7. Dlm diskusi, waktunya diantisipasikan utk berlangsung cukup panjang
dan seru, jadi sediakan waktu dimana smeua bisa ikut hadir, rileks,
ceria tdk dlm tekanan.
Mulai lah dg misalnya kerajaan kita ini sdh berumur misalnya 14 tahun,
tentu sebagai anggota (bukan raja) saya perlu evaluasi apakah saya
selama menjalankan amanah pememerintahan sdh baik berbuat terhadap
anggota keluarga yg lainnya dari kaca mata anggota sekalian.
Tdk perlu menyinggung ttg perselingkuhan, antisipasi perceraian dlsbnya.
Demikian juga tdk perlu membuat argument atau sanggahan ttg apa yg
dikatakan terhadap anda secra berlebihan sampai suasana kembali memanas
dan berakir dg pertengkaran berat dan hebat, karena yg dicari bukan
pertengkaran melainkan penyelesaian masalah.
8. Utk masaalah seksual anda lakukan bnerdua saja tanpa anak2, sekali
lagi tdk saling menyalahkan, tetapi terbuka akan apa yg anda rasakan
atau yg istri rasakan.
9 Setelah diperoleh hasilnya jalankanlah dg konsistensi bukan hanya
ngomong tetpi Do it!
10. ajak anak2 memantau situasi, dan kondisi dg perbaikan yg ada,
semntara anda perlu memesrakan diri kalau perlu setiap hari dg istri
anda, usahakan sebanyak mungkin anda bisa menemani sang istri, bukan
sebagai satpam atau polisi tetapi sebagai partner yg siap membantu bila
diperlukan.
Sebenarnya dlm pelajaran saya ada tools yg bisa digunakan utk utk
mendeteksi hubungan manusia, akan tetapi informasi yg saya terima dari
anda hanya demikian.
Demikian, semoga perkawinan anda terselamatkan dan kehidupan anak2 anda
cukup baik.
Wassallam,
PS. salah satu pasien saya korban perceraian adalah pengguna berat
narkoba yg kemudian sangat sukar utk disembuhkan.
Pelarian yg dilakukan bermula hanya dari munculnya perceraian dan
kemudian ayahnya menikah lagi.
Banyak contoh dlm masyarakat yg sebnarnya membawa dampak yg cukup
panjang dan luas
Fadli wrote:
>Dear All,
>
>Minta pendapat nih, mungkin juga gak cocok di forum ini, but at
>least i've tried.
>
>Isteriku terindikasi selingkuh dengan ex-pacarnya (walaupun jarak
>jauh)kita leave di surabaya sementara ex nya itu di Maluku Utara
>(kebetulan isteri org sana), mereka sering telpon2an (kata anak2ku)
>dan aku sering baca sms (tampilannya sih nama cewek) utk janjian
>nelpon, dsb.
>
>cat tambahan; isteri biasa mudik (kadang2 sama anak2) setahun
>sekali, biasanya kalo saya minta dia delay, dia mau, tp kali ini dia
>keukeh sesuai jadwal yaitu nov thn ini (aku berasumsi jangan2 dia
>udah planningin bersama ex-nya itu)
>
>sudah 7 bulan ini dia "selingkuh" dgn ex nya itu, padahal ex-nya itu
>sudah beristeri pula....
>
>sudah terbalik dunia ini kali ya.....
>
>Yang jadi persoalan adalah aku seharusnya bagaimana ??
>
>
>1. Menceraikan isteri(karena takut kehormatan rumah tangga
>dihancurkan dan tidak edukatif utk anak-anak)
>
>2. diam saja, walaupun nanti hubngan hambar demi anak-anak
>
>atau ada solusi yang lain???
>
>
>Yang Bingung
>
>F-lee
>
>
>
--
"Absolutely Drug less Health Care solution Organization"
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]