Hello F-lee,

Seperti yg saya pikirkan bahwa penyebab inti dari permasalahan ini adalah 
workaholik dan kesepian, ternyata dlm kasus anda juga merupakan salah satu 
bagian yg menjadikan penyebabnya.


Begini,
Anda mungkin berpikir bahwa anda benar, karena anda berkewajiban 
menafkahi keluarga dan istri anda merupakan ratu rumah tangga yg 
urusannya adalah mengatur kelangsungan keluarga dan urusan yg 
berhubungan dg kelangsungan dan keberadaan rumah anda, akan tetapi ada 
sangat banyak faktor yg perlu di lakukan oleh seorg manusia yg kompleks, 
apalagi dlm dunia modern seperti sekarang ini, tdk hanya terpenuhi 
keuangan, tetapi balanced of life diperlukan dlm memelihara keutuhan 
keluarga.

Istri bukan pembantu, staff atau pun robot, ia adalah mahluk Tuhan yg 
bisa dikatakan sederjad dg anda sebagai suaminya, atau juga bukan 
semacam peliharaan yg tentunya hanya perlu diberi makan, harta dan harus 
menyelesaikan semua kewajibanya.
Saya pikir utk memulai komunikasi, apa yg saya tuliskan sebelumnya bisa 
mulai digunakan.
Sekali lagi saya ingin sampaikan bahwa anak2 yg kini sdh mengerti walau 
menurut anda belum 12 tahun, bisa dan harus diajak berdiskusi ttg 
persoalan ini, tetapi nanti setelah semu membuka diri dg baik, 
jadikanlah keluarga anda sebagai kerajaan yg demokrasi bukan kerajaan 
otoriter, diskusikan bukan mencarikan kesalahan, melainkan mencari jalan 
keluar.
membuka diri sendiri utk didiskusikan memang berat, tetapi dg membuka 
diri maka org dlm team juga akan membuka dirinya sehingga diperoleh 
win-win solution.

7 tahun bukan mnerupakan hal yg perlu dibanggakan, karena bisa saja 3 
bulan adalah saat intesif yg dijalani dan berakir dg keputusan utk 
menikahi anda, sedangkan 7 tahun bisa saja hanyua cinta monyet, jadi 
jangan sia2kan 3 bulannya dan menganggab bahwa 7 tahun dulu baru baik.

Saya tdk mengarahkan anda utk kemudian mengarahkan istri dan anak2 anda 
agar menolak sang 7, tetapi yg saya maksudfkan bahwa keputusan yg 
diambil dlm 3 bulan yg membuahkan 3 putra, putri, jauh lebih berharga 
dibanding kehidupan 7 tahun yg dijalani sepintas ketika remaja, karena 
setelah menikah yg ada adalah kewajiban, komitment, dan memelihar cinta 
yg jauh lebih sulit dibanding pacaran (dulu hanya sekali2 bertemu, kini 
bisa setiap hari bertemu, dulu all sikap dan sifat tdk diketahui, kini 
semakin lama hidup bersama semakin banyak yg diketahui).

Tunjukan bahwa, anak2 membutuhkan ia, juga anda, anda berjuang buakn utk 
siapa2, tetapi utk anak2 dan kehidupannya, perbaiki yg tdk disukainya, 
pupuk yg disukainya, yakinkanlah bahwa pilihannya terhadap anda tdk 
salah, dan bukan asal2an sehingga perlu mencari pilihan lainnya.

Certakan kekuatiran anda kepada anak2, jangan menggab bahwa anak 3 tahun 
belum mengerti akan apa yg terjadi, karena dg cara ini disamping anda 
mendidik istri anda utk kembali mengingat akan keluarga yg dibentuk 
bersama anda, anda juga mendidik anak2 anda akan fakta2 kehidupan. dan 
bagaimana mencari jalan keluarnya.

Kalau sampai usaha2 yg dijalankan dan tetap ada akir suasana adalah 
perceraian, maka anda tdk perlu berkuatir karena anda telah menanamkan 
pengertian, kasih dan pola berpikir yg rasional kepada anak2 anda, dan 
dg demikian kekuatiran anda akan kemungkinan panutan yg tdk baik tdk 
menjadi masalah.

Saya tdk menganjurkan perceraian, dan oleh karena itu lakukan dg 
kesungguhan, berdoalah agar Tuhan membrikan petunjuknya yg memberikan 
hasil yg baik bagi anda, istri anda yg sah dan anak2, dan menjauhkan 
segala godaan baik kep[adfa anda mau pun kepada istri dan anak2 anda.

Demikian, saya pikir saya hanya bisa mengatakan hal seperti ini 
mengingat anda dg informasi yg ada dan apa yg anda pikirkan.

Wassallam,

fadli usman wrote:

>Terima Kasih yang tak terhingga atas masukannya yang sangat bermanfaat untuk 
>saya.
>   
>  apa yang dikatakan rekan-rekan bapak dan rekan-rekan lain adalah sangat 
> benar, tanpa bermaksud ingin memperpanjang diskusi, ada informasi tambahan;
>   
>  1. Pekerjaan saya mengharuskan saya traveling, kadang2 sampai merelokasi 
> keluarga (Jakarta, Medan dan kembali ke Surabaya) dan mungkin inilah 
> kelemahan/kesalahan saya terbesar walaupun ketika saat jauh, setiap hari saya 
> berkomunikasi dengannya juga anak2
>   
>  2. Informasi saya sebelumnya bahwa anak2 saya berusia dibawah 12 thn, 
> tepatnya 3 anak masing2, 9 thn, 5,5 th dan 3 thn
>   
>  3. saya berpacaran dengan isteri saya (waktu itu kurang lebih 10 thn lalu), 
> cuma 3 bulan dan langsung menikah, dan , "org yg saya maksud" kurang lebih 7 
> thn berpacaran dengan isteri saya sebelum isteri saya berpacaran dengan saya.
>   
>  Sekali lagi inputnya sangat berarti, saya memang ingin sekali menyelamatkan 
> Bahtera kami, dan kalo bisa tidak ada kata tapi atau ada syarat, dengan coba 
> mengajak isteri untuk melupakan "org tsb", mumpung hub nya masih jarak jauh, 
> kalo hub itu 1 kota, mungkin gak ada lagi kata tawar, karena pasti 
> ....................
>   
>  Terima kasih Bapak dan rekan-rekan yg lain sudah mau memberikan input utk 
> saya walaupun agak melenceng di milist ini.
>   
>  Trims
>   
>  F-Lee 
>
>"Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>          Hello F-lee,
>
>Dlm kehidupan manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan yg memilki akal 
>budi, tdk hanya insting, tetapi rasa, akal budi, dan kebijaksanaan 
>mempengaruhi kehidupan manusia tersebut.
>
>Dlm cerita anda tersebut:
>A.
>1. Bahwa anda mendeteksi akan kemungkinan adanya perselingkuhan antara 
>istri sah anda (sah sebagai suami istri baik oleh adat, agama dan hukum) 
>yg juga diketahuyi oleh anak2 anda yg melaporkan anda ttg adanya telephon.
>
>2. Bahwa anda telah bertanya langsung dan sdh dijawab oleh istri anda yg 
>sekali lagi adalah sah, bahwa ia memang melakukan hal tersebut, tanpa 
>menyebutkan atau anda ceritakan ttg apa yg membuat istri anda menilai 
>utk kemudian melakukan hubungan kembali dg bekas pacar anda.
>
>3. Bahwa anda baru merasakan adanya perselingkuhan tersebut akir2 ini 
>dan anda menyadari bahwa hal ini sdh berlangsung 7 bulan.
>
>4. Bahwa anda dan istri anda yg sah telah dikaruniai anak yg juga sah 
>(bukan hasil perselingkuhan tentunya)
>
>5. Bahwa didalam mail yg lain anda menyebutkan bahwa ada anak anda yg 
>sdh 12 tahun.
>
>Sepintas dari ke 5 items ini bisa kita tarik bebrapa kesimpulan a/l:
>B.
>1. Sejak mula2 anda mengenal sang istri, istri sdh memilki pacar, atau 
>juga sedang pacran, atau anda pacaran duluan dg dia dan kemudian ia juga 
>pacaran dg pria yg lain pula sebelum menentukan pilihan utk berumah 
>tangga dg anda.
>
>2. Bahwa sejak perkawinan anda diresmikan maka berarti utk saat itu dan 
>sampai dg 12 tahun kemudian, istri anda sdh sepenuhnya dan berusaha 
>sepenuhnya memenuhi komitmentnya utk bersama anda membina rumah tangga, 
>dan utk itu pula dikaruniai dg anak2 anda. (ini saya tdk tau persis apa 
>yg ada dlm hati pikiran istri anda n anda jadi saya sebutkan semua 
>kemungkinan yg terpikirkan)
>
>3, Bahwa anda cukup berotak dingin dlm menyikapi permasalahan, dan 
>mencari jalan keluar dg meminta berbagai pandangan lain baik dari milis 
>ini mau pun dari milis yg lainnya, akan tetapi tentu tdk disebutkan 
>berbagai kendal;a yg mungkin tdk anda sadari atau anda sadari sepenuh 
>sebgai org yg berkuasa atas istri misalnya, atau ttg pekerjaan anda yg 
>luar biasa mencari uangnya sampai2 istri menjadi penghuni rumah yg 
>kesepian misalnya dan misal2 lainnya yg sebenarnya secra akumulasi 
>menambah nilai2 negatif anda di pikiran sang istri.
>
>4. Bahwa anak2 mengerti dan mendukung anda sebagai ayahnya/bapaknya, dg 
>memberitahukan anda ttg apa yg terjadi dirumah, dan ini berarti bahwa 
>anak2 sdh mengerti dan mau anda berdua kembali bersatu utk membesarkan 
>mereka, dan juga berarti bahwa mereka mau mendaptkan pelajaran berharga 
>akan keputusan apa yg akan diambil oleh anda dan ibunya, tanpa mungkin 
>mereka sadari bahwa kehidupan mereka bukan hanya sampai pada keputusan 
>tersebut tetapi maih berlanjut bahkan sampai mereka akan memilih 
>pasangan hidup mereka.
>
>5. Dlm hal ini kalau keputusan anda adalah bercerai, maka bisa saja hal 
>ini menjadi pedoman hdup mereka bahwa kalau nanti menikah, gampang saja, 
>kalau tdk cocok lagi ya bercerai;
>Atau kalau dialnjutkan tanpa introspeksi dan perbaikan hubungan maka 
>akan juga menjadi beban pikiran bahwa hidup berumah tangga itu 
>barangkali memang harus demikian, setelah sekian tahun menikah, punya 
>anak, maka kehidupan akan menjadi hambar seperti kata anda sendiri dlm 
>mail ini, jadi sebaiknya saya nanti kalau menikah jangan samapi punya 
>anak, dstnya yg bisa menjadi efek negatif bagi sang anak baik secar 
>sadar mau pun secara tdk sadar.
>
>6. Disi lain, apakah benar pengakuan yg dialkukan sang istri benar 
>dilakukannya, ataukah suasana yg membuat ia melakukan perkataan tersebut 
>hanya sekedar utk memanaskan anda yg dlm pikirannya dilakukan agar anda 
>sadar bahwa saya (istri) sebenarnya biar sdh menikah masih ada loh yg 
>mau??? :-) )
>
>7. Kalau meilihat pertanyaan anda dan gaya tulisan yg disampaikan dlm 
>mail ini, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa anda menahan kemarahan 
>anda, tetapi pikiran masa yg akan datang anda memberikan anda pilihan 
>utk mencari jalan keluar yg lain yg dlm hal ini arahnya adalah 
>menyalahkan istri anda tersebut.
>
>8. Bahwa saya tdk tau prosesnya sampai terjadi perselingkuhan yg menurut 
>anda sdh terjadi 7 bulan, dan kenapa terjadi?, kenapa dibiarkan?, kenapa 
>bisa sang istri seakan melupakan anda pada hal B2 memberikan arti bahwa 
>pilihan jatuh pada diri anda ketika saya ndak tau 13, atau mungkin 14 
>tahun lalu??, apa yg hilang??? apa yg terlupakan??, apakah sikap??, 
>apakah kehidupan??, apakah dan apakah2 yg bisa anda isikan semuanya 
>(disamping pertanyaan ttg kenapa?) dan anda bisa jawab bukan dari sisi 
>keputusan anda tetapi dari sisi keputusan istri anda sehingga kalau 
>benar, melakukan perselingkuhan.
>
>9. Bahwa anda sadar bahwa perceraian akan membawa dampak yg anda 
>sebutkan sebagai pengasuhan terhadap anak, tetapi sepertinya anda 
>mencari pembenaran agar terjadi perceraian.
>Saya dan anggota milis adalah org2 luar yg hanya bisa melihat dari sisi 
>sesuai dg berita yg anda sampaikan, meskipun saya berusaha utk mengupas 
>yg diluar yg terpikirkan oleh saya, tetapi yg terjadi, dan yg 
>terpikirkan oleh anda, anak2 anda, dan istri anda tentu tdk bisa saya 
>masuki meskipun dlm dunia mimpi sekalipun, dan hanya anda, anak2 dan 
>istri anda saja yg tau.
>
>10. Oleh karena itu saya pikir dg 10 items mungkin sdh cukup, mungkin 
>juga masih kurang, akan tetapi bisa anda pergunakan sebagai bahan mula 
>atau pokok diskusi yg bisa anda sampaikan kepada keluarga anda dlm 
>menyelesaikan kasus anda ini.
>
>Jadi kita sampai pada saran2 saya:
>
>Begini,
>Dari A n B yg tentunya anda baca dulu sebelum anda sampai pada bagian 
>ini, akan tetapi kalau tdk anda baca maka kembalilah dan baca dulu 
>karena pola penyampaiannya sebenarnya saya arahkan agar secra human anda 
>smapai pada suatu kesimpulan:
>
>C.
>1. Lakukan introspeksi diri tentang apa yg anda perbuat selama kehidupan 
>anda berdua bersama, dan isikanlah dalam satu halaman atau bebrapa 
>halaman tergantung banyaknya point yg tercatat dg baik.
>2. Buat lah tabel ttg apa yg anda sukai dari istri anda mulai dari 
>bentuk badannya mislanya, dulu dan kini, cara jalnnya, mukanya sampai 
>bagian2 rinci yg mungkin bisa anda sebutkan
>3. Buatlah tabel ttg apa yg anda tdk sukai dari sitri anda termasuk 
>perubahan yg terjadi kini dibanding dulu.
>4. Ajak anak2 tanpa mempengaruhi pikiran mereka utk menuliskan ttg apa 
>dan siapakah bapaknya, dan apa dan siapakah ibunya secara pikiran anak2 
>dan lakukan dg tanpa tekanan dan membuat mereka takut utk disalahkan; 
>ingatlah bahwa hal ini dlakukan utk menyelamatkan kehidupan anda, istri 
>anda dan anak2 anda dlm persatuan keluarga.
>5. Cari waktu yg baik, dg mood yg baik pula antara anda dan istri anda, 
>lalu ceritakanlah apa yg anda sdh buat, minta pendapatkanya ttg apa yg 
>anda rasakan dlm penulisan tersebut.
>6. Dlm diskusi tersebut ajak anak2 utk hal2 yg tdk menyangkut misalnya 
>seksual action antara anda berdua, dan ingatlah bahwa hal ini bukan utk 
>memojokan istri anda atau anda tetapi utk menyelamatkan kehidupan 
>keluarga anda; tdk ada terhukum, hakim, jaksa atau pembela, anda adalah 
>familli yg membutuhkan komunikasi timbal balik dan satu utk semua semua 
>utk satu kesatuan.
>7. Dlm diskusi, waktunya diantisipasikan utk berlangsung cukup panjang 
>dan seru, jadi sediakan waktu dimana smeua bisa ikut hadir, rileks, 
>ceria tdk dlm tekanan.
>Mulai lah dg misalnya kerajaan kita ini sdh berumur misalnya 14 tahun, 
>tentu sebagai anggota (bukan raja) saya perlu evaluasi apakah saya 
>selama menjalankan amanah pememerintahan sdh baik berbuat terhadap 
>anggota keluarga yg lainnya dari kaca mata anggota sekalian.
>Tdk perlu menyinggung ttg perselingkuhan, antisipasi perceraian dlsbnya.
>Demikian juga tdk perlu membuat argument atau sanggahan ttg apa yg 
>dikatakan terhadap anda secra berlebihan sampai suasana kembali memanas 
>dan berakir dg pertengkaran berat dan hebat, karena yg dicari bukan 
>pertengkaran melainkan penyelesaian masalah.
>8. Utk masaalah seksual anda lakukan bnerdua saja tanpa anak2, sekali 
>lagi tdk saling menyalahkan, tetapi terbuka akan apa yg anda rasakan 
>atau yg istri rasakan.
>9 Setelah diperoleh hasilnya jalankanlah dg konsistensi bukan hanya 
>ngomong tetpi Do it!
>10. ajak anak2 memantau situasi, dan kondisi dg perbaikan yg ada, 
>semntara anda perlu memesrakan diri kalau perlu setiap hari dg istri 
>anda, usahakan sebanyak mungkin anda bisa menemani sang istri, bukan 
>sebagai satpam atau polisi tetapi sebagai partner yg siap membantu bila 
>diperlukan.
>
>Sebenarnya dlm pelajaran saya ada tools yg bisa digunakan utk utk 
>mendeteksi hubungan manusia, akan tetapi informasi yg saya terima dari 
>anda hanya demikian.
>
>Demikian, semoga perkawinan anda terselamatkan dan kehidupan anak2 anda 
>cukup baik.
>
>Wassallam,
>
>PS. salah satu pasien saya korban perceraian adalah pengguna berat 
>narkoba yg kemudian sangat sukar utk disembuhkan.
>Pelarian yg dilakukan bermula hanya dari munculnya perceraian dan 
>kemudian ayahnya menikah lagi.
>Banyak contoh dlm masyarakat yg sebnarnya membawa dampak yg cukup 
>panjang dan luas
>
>Fadli wrote:
>
>  
>
>>Dear All,
>>
>>Minta pendapat nih, mungkin juga gak cocok di forum ini, but at 
>>least i've tried.
>>
>>Isteriku terindikasi selingkuh dengan ex-pacarnya (walaupun jarak 
>>jauh)kita leave di surabaya sementara ex nya itu di Maluku Utara 
>>(kebetulan isteri org sana), mereka sering telpon2an (kata anak2ku)
>>dan aku sering baca sms (tampilannya sih nama cewek) utk janjian 
>>nelpon, dsb.
>>
>>cat tambahan; isteri biasa mudik (kadang2 sama anak2) setahun 
>>sekali, biasanya kalo saya minta dia delay, dia mau, tp kali ini dia 
>>keukeh sesuai jadwal yaitu nov thn ini (aku berasumsi jangan2 dia 
>>udah planningin bersama ex-nya itu)
>>
>>sudah 7 bulan ini dia "selingkuh" dgn ex nya itu, padahal ex-nya itu 
>>sudah beristeri pula.... 
>>
>>sudah terbalik dunia ini kali ya.....
>>
>>Yang jadi persoalan adalah aku seharusnya bagaimana ??
>>
>>
>>1. Menceraikan isteri(karena takut kehormatan rumah tangga 
>>dihancurkan dan tidak edukatif utk anak-anak)
>>
>>2. diam saja, walaupun nanti hubngan hambar demi anak-anak
>>
>>atau ada solusi yang lain??? 
>>
>>
>>Yang Bingung
>>
>>F-lee
>>
>>
>>
>>    
>>
>
>  
>

-- 

   "Absolutely Drug less Health Care solution Organization"



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke