Pengen kasih coment dikit nich.........g, Alang... Masalah walet ini memang seharusnya tidak diperbolehkan di bangun rumah walet di dlm kota Singkawang, karna dpt menyebabkan polusi udara yg buruk, membikin polusi suara yg buruk jg karna suara2 kicauan yg dikeluarkan dari si pemilik rumah walet setiap hari itu dari Hi-fi mereka untuk memanggil walet pulang ke rumah. Bukannya tidak setuju para orang kaya yg ingin menambah penghasilan mereka dengan memelihara walet tapi janganlah kami masyarakat yg dijadikan korban apalagi seperti saat sekarang yg rentan dengan Flu Burung. Apakah memang tidak ada tempat yg lebih sesuai untuk membangun rumah walet selain di tengah kota???? Saya sebagai salah satu warga kota Singkawang mengharap pemerintah daerah memperhatikan masalah ini dengan serius...... Maaf kalau ada pernyataan saya yg menyinggung pihak2 tertentu dan saya jg ingin mengucapkan terima kasih yg banyak karna melalui artikel2 seperti ini dapat memberi kesempatan untuk memberikan opini.
--- In [email protected], Li Malikasim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Demikian pula pendapat saya. > Soal walet seharusnya diselesaikan step-by-step. > Pertama: melarang rumah walet baru. > Kedua: cari sistem utk kontrol kotoran walet - umpamanya bisa pasang plastik dilantai. > Ketiga: menganjurkan pemilik rumah walet utk mendirikan bangunan baru diluar kota dgn uang hasil panen. > Keempat: beri mereka janka waktu, katakanlah sepuluh tahun, Skw sdh harus bersih dari rumah walet. > > Rumah walet bukan prioritas rakyat pada saat ini. Banyir, listrik, air bersih, keamanan, lapangan kerja dan ekonomi rakyat kecil adalah hal2 yg lebih mendesak dan semestinya mendapat perhatian dari calon2 walikota yg akan datang. Prioritas program kerja sesuai dgn dana yg tersedia dan menggalakan PMDN. > > Li > > Hendy Lie <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dear Pak Robert, > > Saya mau mengomentari yang soal walet. Persoalan walet yang ada di tengah kota memang menjadi polemik, ada yang pro dan ada yang kontra juga. Dan setau saya saat ini Pemkot Singkawang sedang menyusun Perda soal walet ini. > > Kalau dibilang jangan bangun rumah walet di tengah kota, mungkin OK untuk bangunan baru. Tapi bagaimana dengan bangunan yang sudah lama berdiri dan sudah sering panen? Apakah bangunan itu harus dibongkar? Saya rasa ini susah sekali ya, pemiliknya pasti gak mau soalnya kalau dibongkar berarti mereka harus kehilangan ratusan juta bahkan milyran rupiah. Pindah ke tempat baru berarti harus mulai dari nol lagi dan belum tentu berhasil juga. Apakah Pemkot Singkawang mau mengganti kerugian mereka? Saya sih sangat yakin Pemkot Singkawang gak akan punya uang sebanyak itu buat ganti rugi :) > > Thanks > > Salam, > Hendy Lie > > > > ----- Original Message ----- > From: Robert Lay > > > > Dear Pak Ali,Rudi dan Alang, > Terima kasih atas komentar anda terhadap post saya yang terdahulu itu. > Kita mengharapkan kelak ada orang yang memimpin kota Singkawang berazaskan "kepentingan penduduk (kepentingan bersama)kota Singkawang" > Yang mempunyai gagasan bagaiman mengatasi masalah: > -burung walet > -air > -listrik. > --------- dihapus --------------- > > > > > --------------------------------- > Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out. > ===================================================== Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply United Singkawang - [http://www.singkawang.us] Friendster - [http://www.friendster.com/singkawang] ===================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/singkawang/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/singkawang/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
