Dear komunitas,
Saya kira masalah walet ini tidak akan ada akhir nya. Saya sependapat dengan Hendy dalam hal ini. Yang mungkin dapat kita lakukan mungkin hanya mencegah bertambahnya rumah walet di tengah2 kota. Bagaimana mungkin pemerintah bisa menghilangkan rumah walet yang ada di dalam kota yang mungkin sudah mencapai 300 rumah. Seandainya seperti rancangan Perda Walet(Pontianak) kalau jadi direalisasikan, pengusaha walet diberi waktu dua tahun buat memindahkan rumah walet nya ke pinggiran kota apakah itu juga efektif? Mengingat tidak gampang untuk 'merumahkan' walet dan memerlukan waktu yang lama, pengusaha tsb tidak akan mungkin mau start dr awal lagi dan mengorbankan penghasilan nya yang super itu. Saya sependapat dengan Hendy dalam hal ini. Yang mungkin dapat kita lakukan mungkin hanya mencegah bertambahnya rumah walet di tengah2 kota. Regards, Jimmy Jamon > Dear Pak Li, > Seandainya pak Li menjadi "calon walikota Pilkada 2006" (seharusnya 2007!) seharus masalah rumah burung walet harus diselesaikan,sebagai test case kemampuan..Karena sebagai warga Amerika dengan "American style"kampanye elalu mengutamakan "community safety and environment issue".Anda akan menyadari kepada masyarakat betapa pentingnya issue "environment"itu. > Bahkan akan turun kelapangan(reseach) melihat keluhan dari masyarakat kena masalah ini,kemudian menyusun bahan kampanye yang mengandung gagasan baru untuk memecahkan masalah ini.Sebagai politician anda harus punya solution baru,konsep baru yang diharapkan oleh pendukung anda.Anda tidak akan berkomplomi dengan siapa saja,true only true, > Seandainya saya sebagai pemilih,saya tidak akan memilih anda kalau anda tidak mempunya konsep baru pemecahan masalah "fundamental"(burung walet,air,listrik) yang dihadapi kota Singkawang sekarang dan masa akan datang.Milih anda berarti sama saja memilih pemimpin yang ada,yang tidak membawa perubahan dan kemajuan. > Maaf,ini hanya "seandainya" > > salam, > Robert Lay-sydney > > > Clement lee <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pak Alang Thjai > > Inikan cuma saling tukar pikiran (brain storm) masalah rumah walet. Jadi tidak perlu kuatir pernyataan Pak Alang itu akan menyinggung pihak2 tertentu. > Kalau kita2 yg berpendidikan uni. (college grad) juga takut2 memberikan opini, tidak akan maju2 lah masyarakat kita. > Kalau pada akhirnya kita tetap mempunyai opini yg bertolak belakang - kita masih bisa "agree to disagree" and "move on". Kalau kita semua sudah bisa menerima "agree to disagree", itu sudah merupakan suatu tanda kedewasaan hidup berdemokrasi. > > Kalau saya ini calon walikota Pilkada 2006, saya akan "stay away" dari masalah rumah walet belum saatnya. Kita tetap memerlukan dukungan mereka. Mereka kan yg punya dana. Yg dapat "make something happen". Segala program kerja perlu dana. Jadi kita tidak mau "make enemy" dgn golongan2 yg memiliki dana. > Rakyat kecil (yg jumlahnya lebih besar) kan tidak peduli dgn masalah rumah walet atau masalh PETI yg "pollute" sumber air minum Skw dgn limpah merkurinya. Utk calon yg mau "play to win", dia itu harus (choose your fight). Banyir, listrik dan air minum yg akan "touch their daily life" mereka dan termasuk kehidupan org di semua golongan ekonomi. > > Coba tanya ke mereka: "Kalau mereka itu diberi Rp. 50,000 per orang, apakah mereka itu akan memilih calon yg memberikan uang atau calon yg akan melarang rumah walet". Politik itu kotor, di-mana2, termasuk di Amerika. > Fact of life - "money politic" di-mana2. > > Pemda (Pemkot ?) kan sedang menyusun peraturan rumah walet sejak beberapa tahun yg lalu dan sampai sekarang belum juga ada hasilnya, dan kita tidak lagi membaca masalah rumah walet di Pontianak Post lagi. Tahu sendiri alasannya kan. > > Perlu waktu. > > Salam > > Li > > uray ali sjahran <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Saya sependapat dengan Pak Robert, > > Apapun intinnya, kepentingan umum bagaimanapun juga hrs di utamakan. Apalagi menyangkut lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat setempat. > > Namun sayang sekali apakah pemerintah setempat tdk memikirkan effek sampingan dr rumah burung walet tsb sebelumnya mengeluarkan izin tsb. > > Dalam hal ini pemerintah setempatlah yang hrs bertanggung jawab. > > ali sj > > > > > > alang tjhai <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: > Pengen kasih coment dikit nich.........g, Alang... > Masalah walet ini memang seharusnya tidak diperbolehkan di bangun > rumah walet di dlm kota Singkawang, karna dpt menyebabkan polusi > udara yg buruk, membikin polusi suara yg buruk jg karna suara2 > kicauan yg dikeluarkan dari si pemilik rumah walet setiap hari itu > dari Hi-fi mereka untuk memanggil walet pulang ke rumah. > Bukannya tidak setuju para orang kaya yg ingin menambah penghasilan > mereka dengan memelihara walet tapi janganlah kami masyarakat yg > dijadikan korban apalagi seperti saat sekarang yg rentan dengan Flu > Burung. > Apakah memang tidak ada tempat yg lebih sesuai untuk membangun rumah > walet selain di tengah kota???? > Saya sebagai salah satu warga kota Singkawang mengharap pemerintah > daerah memperhatikan masalah ini dengan serius...... > Maaf kalau ada pernyataan saya yg menyinggung pihak2 tertentu dan > saya jg ingin mengucapkan terima kasih yg banyak karna melalui > artikel2 seperti ini dapat memberi kesempatan untuk memberikan opini. > > --- In [email protected], Li Malikasim <limalik@> wrote: > > > > Demikian pula pendapat saya. > > Soal walet seharusnya diselesaikan step-by-step. > > Pertama: melarang rumah walet baru. > > Kedua: cari sistem utk kontrol kotoran walet - umpamanya bisa > pasang plastik dilantai. > > Ketiga: menganjurkan pemilik rumah walet utk mendirikan bangunan > baru diluar kota dgn uang hasil panen. > > Keempat: beri mereka janka waktu, katakanlah sepuluh tahun, Skw > sdh harus bersih dari rumah walet. > > > > Rumah walet bukan prioritas rakyat pada saat ini. Banyir, listrik, > air bersih, keamanan, lapangan kerja dan ekonomi rakyat kecil adalah > hal2 yg lebih mendesak dan semestinya mendapat perhatian dari calon2 > walikota yg akan datang. Prioritas program kerja sesuai dgn dana yg > tersedia dan menggalakan PMDN. > > > > Li > > > > Hendy Lie <hendylie@> > wrote: > > Dear Pak Robert, > > > > Saya mau mengomentari yang soal walet. Persoalan walet yang ada > di tengah kota memang menjadi polemik, ada yang pro dan ada yang > kontra juga. Dan setau saya saat ini Pemkot Singkawang sedang > menyusun Perda soal walet ini. > > > > Kalau dibilang jangan bangun rumah walet di tengah kota, mungkin > OK untuk bangunan baru. Tapi bagaimana dengan bangunan yang sudah > lama berdiri dan sudah sering panen? Apakah bangunan itu harus > dibongkar? Saya rasa ini susah sekali ya, pemiliknya pasti gak mau > soalnya kalau dibongkar berarti mereka harus kehilangan ratusan > juta bahkan milyran rupiah. Pindah ke tempat baru berarti harus > mulai dari nol lagi dan belum tentu berhasil juga. Apakah Pemkot > Singkawang mau mengganti kerugian mereka? Saya sih sangat yakin > Pemkot Singkawang gak akan punya uang sebanyak itu buat ganti > rugi :) > > > > Thanks > > > > Salam, > > Hendy Lie > > > > > > > > ----- Original Message ----- > > From: Robert Lay > > > > > > > > Dear Pak Ali,Rudi dan Alang, > > Terima kasih atas komentar anda terhadap post saya yang > terdahulu itu. > > Kita mengharapkan kelak ada orang yang memimpin kota Singkawang > berazaskan "kepentingan penduduk (kepentingan bersama)kota > Singkawang" > > Yang mempunyai gagasan bagaiman mengatasi masalah: > > -burung walet > > -air > > -listrik. > > --------- dihapus --------------- > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out. > > > > > > > > --------------------------------- > Besseren Schutz gegen Spam - jetzt bei dem neuen Yahoo! Mail . > > > > > > > --------------------------------- > Do you Yahoo!? > Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail. > > > > > --------------------------------- > Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help. Yahoo! Small Business. > ===================================================== Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply United Singkawang - [http://www.singkawang.us] Friendster - [http://www.friendster.com/singkawang] ===================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/singkawang/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/singkawang/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
