Dear Robert, Kalau nanti nya peraturan(hukum) yg mengatur rumah walet ini memang totally 'menghilangkan' rumah walet di tengah kota, bukankah itu sesuatu yg 'tidak adil' juga? Misalnya pada saat saya membangun rumah walet ini tidak aturan ataupun hukum yg mengatur ttg pembangunan rumah walet. Berarti saya tidak melanggar hukum pada saat sebelum hukum itu exist dan saya mempunyai hak untuk membangun. Berarti adanya hukum baru itu telah merugikan pihak2 tertentu yg exist lebih dahulu daripada hukum itu. Apakah bisa hukum/peraturan dibuat tetapi berpotensial merugikan pihak2 tertentu? Mengingat tidak sedikit lagi pengusaha walet di Singkawang, saya kira ini juga tidak bisa dibilang 'mengorbankan' pihak minoritas(pengusaha walet) untuk kepentingan orang yang lebih banyak. Tambahan, isu walet pembawa penyakit itu belum ada kasusnya satu pun di DUNIA. Pernah saya baca di kompas, walet sendiri memproduksi antibodi untuk melawan flu burung. Pencegahan memang lebih baik daripada mengobati. Adanya wabah flu burung di Indonesia yang masih tidak bisa ditangani pemerintah akan terus menjadi masalah bagi kita. Dikait-kaitkan dgn walet yang mungkin menjadi carrier penyakit tsb. Lagi, menurut pengetahuan saya korban flu burung itu hanya menyerang penduduk yang tinggal di wilayah pedesaan. Bagaimana unggas di desa tersebut bisa sampai dijangkitin dan darimana sumber nya? Apakah sudah ada research yang benar2 bisa kita yakinin cara penularan dll nya tersebut? Bila unggas yang terserang penyakit itu mati dan kemudian desa yg dinggap terinfeksi flu burung tsb dimusnahkan unggas nya tapi herannya kenapa waktu pemusnahan itu warga masih mengelilingi dan menyaksikannya tanpa memakai masker dll. Bukankah itu suatu resiko tinggi akan menular nya flu burung? Saya kira pemerintah kita masih menutup2i keterbatasan atas kemampuan nya dalam mengerti 'flu burung'sehingga sulit mengatasinya.
Singkawang sendiri sudah terbentuk APW(Asosiasi Pengusaha Walet) yang disini berusaha untuk melindungi hak-hak pengusaha dan kepentingan umum. Pro dan kontra pasti akan terjadi mengingat tidak sedikit lg penduduk yang berlomba2 untuk membuat rumah walet tsb. Menurut saya, andaikan semua orang di singkawang 'mampu'mengubah hunian nya menjadi rumah walet mereka pasti akan ikut juga membangun rumah walet. Hanya masalah kurangnya biaya yang membuat mereka tidak 'ikut' usaha ini. Andai saja, saya penduduk singkawang yang melihat prospek usaha walet ini. Tidak mungkin berdiam diri kalau memang saya punya sedikit duit untuk membangun rumah walet. Yang kemudian hari mengharapkan penghasilan yang jauh lebih bagus ketimbang ekonomi saya saat ini. Hal ini mengingat tidak mudah untuk memulai usaha lain di Singkawang dan juga resiko yang lebih kecil daripada kita berbisnis/dagang. Anggap aja mungkin investasi properti kalau misalnya walet nya tidak masuk. Selain sisi negatif keberadaan walet yg 'mungkin' membawa wabah penyakit. Walet di Singkawang jg berdampak positif bagi penduduk yg dulunya mempunyai tanah. Melambungnya harga tanah2 menguntungkan para pemilik tanah tsb. Ini mungkin bisa menyambung nadi kehidupan para pemilik tanah yang kala ini tidak mempunyai pekerjaan. Setidaknya mempunyai 'peluang' untuk memperbaiki hidupnya. Tambahan, hasil walet menjadi salah satu sumber pendapatan bagi penduduk Singkawang di kemudian hari. Mungkin exist nya pemain lama menjadi benefit 'extra' yang dimana diskriminasi mesti diabaikan(sosialisasikan). Mereka melihat peluang terlebih dahulu. Hanya yang melihat peluang dulu yang menjadi 'lebih'. Adanya peluang dan waktu yang tepat itulah menjadi sesuatu yang 'membedakan' kita dari yang lain. Menjadikan kita 'core competitive' dengan yang lain. Regards, Jimmy Jamon --- In [email protected], Robert Lay <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear Jimmy, > Tanpa ada peraturan(hukum) yang jelas mengatur rumah burung walet,ini akan menjadi masalah kalau hanya melarang (tidak diizinkan) penambahan rumah walet di tengah-tengah kota.Seandainya besok Jimmy mau membangun rumah walet baru tetapi izin anda ditolak dengan alasan anda adalah pendatang baru dalam bisnis usaha ini.Bagaimana reaksi anda ? Tentu saja anda merasa diperlakukan "tidak adil", Anda juga merasa didiskriminasi(sebagai pendatang baru dalam bisnis ini) dan seakan-akan bisnis ini "hanya dimonopoli oleh pemain lama saja".Anda sebagai warga yang baik,anda berkewajiban memperjuangkan hak-hak anda itu.Karena itu akan merugikan pendapatan anda. > > salam, > Robert Lay-sydney > > > j4mon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear komunitas, > > Saya kira masalah walet ini tidak akan ada akhir nya. Saya > sependapat dengan Hendy dalam hal ini. Yang mungkin dapat kita > lakukan mungkin hanya mencegah bertambahnya rumah walet di tengah2 > kota. > Bagaimana mungkin pemerintah bisa menghilangkan rumah walet yang ada > di dalam kota yang mungkin sudah mencapai 300 rumah. Seandainya > seperti rancangan Perda Walet(Pontianak) kalau jadi direalisasikan, > pengusaha walet diberi waktu dua tahun buat memindahkan rumah walet > nya ke pinggiran kota apakah itu juga efektif? Mengingat tidak > gampang untuk 'merumahkan' walet dan memerlukan waktu yang lama, > pengusaha tsb tidak akan mungkin mau start dr awal lagi dan > mengorbankan penghasilan nya yang super itu. Saya sependapat dengan > Hendy dalam hal ini. Yang mungkin dapat kita lakukan mungkin hanya > mencegah bertambahnya rumah walet di tengah2 kota. > > Regards, > Jimmy Jamon > > > Dear Pak Li, > > Seandainya pak Li menjadi "calon walikota Pilkada 2006" > (seharusnya 2007!) seharus masalah rumah burung walet harus > diselesaikan,sebagai test case kemampuan..Karena sebagai warga > Amerika dengan "American style"kampanye elalu > mengutamakan "community safety and environment issue".Anda akan > menyadari kepada masyarakat betapa pentingnya issue "environment"itu. > > Bahkan akan turun kelapangan(reseach) melihat keluhan dari > masyarakat kena masalah ini,kemudian menyusun bahan kampanye yang > mengandung gagasan baru untuk memecahkan masalah ini.Sebagai > politician anda harus punya solution baru,konsep baru yang > diharapkan oleh pendukung anda.Anda tidak akan berkomplomi dengan > siapa saja,true only true, > > Seandainya saya sebagai pemilih,saya tidak akan memilih anda kalau > anda tidak mempunya konsep baru pemecahan > masalah "fundamental"(burung walet,air,listrik) yang dihadapi kota > Singkawang sekarang dan masa akan datang.Milih anda berarti sama > saja memilih pemimpin yang ada,yang tidak membawa perubahan dan > kemajuan. > > Maaf,ini hanya "seandainya" > > > > salam, > > Robert Lay-sydney > > > > > > Clement lee <licansee@> wrote: > > Pak Alang Thjai > > > > Inikan cuma saling tukar pikiran (brain storm) masalah rumah > walet. Jadi tidak perlu kuatir pernyataan Pak Alang itu akan > menyinggung pihak2 tertentu. > > Kalau kita2 yg berpendidikan uni. (college grad) juga takut2 > memberikan opini, tidak akan maju2 lah masyarakat kita. > > Kalau pada akhirnya kita tetap mempunyai opini yg bertolak > belakang - kita masih bisa "agree to disagree" and "move on". Kalau > kita semua sudah bisa menerima "agree to disagree", itu sudah > merupakan suatu tanda kedewasaan hidup berdemokrasi. > > > > Kalau saya ini calon walikota Pilkada 2006, saya akan "stay > away" dari masalah rumah walet belum saatnya. Kita tetap memerlukan > dukungan mereka. Mereka kan yg punya dana. Yg dapat "make something > happen". Segala program kerja perlu dana. Jadi kita tidak mau "make > enemy" dgn golongan2 yg memiliki dana. > > Rakyat kecil (yg jumlahnya lebih besar) kan tidak peduli dgn > masalah rumah walet atau masalh PETI yg "pollute" sumber air minum > Skw dgn limpah merkurinya. Utk calon yg mau "play to win", dia itu > harus (choose your fight). Banyir, listrik dan air minum yg > akan "touch their daily life" mereka dan termasuk kehidupan org di > semua golongan ekonomi. > > > > Coba tanya ke mereka: "Kalau mereka itu diberi Rp. 50,000 per > orang, apakah mereka itu akan memilih calon yg memberikan uang atau > calon yg akan melarang rumah walet". Politik itu kotor, di-mana2, > termasuk di Amerika. > > Fact of life - "money politic" di-mana2. > > > > Pemda (Pemkot ?) kan sedang menyusun peraturan rumah walet sejak > beberapa tahun yg lalu dan sampai sekarang belum juga ada hasilnya, > dan kita tidak lagi membaca masalah rumah walet di Pontianak Post > lagi. Tahu sendiri alasannya kan. > > > > Perlu waktu. > > > > Salam > > > > Li > > > > uray ali sjahran <uray_alisjahran@> wrote: > > Saya sependapat dengan Pak Robert, > > > > Apapun intinnya, kepentingan umum bagaimanapun juga hrs di > utamakan. Apalagi menyangkut lingkungan hidup dan kesehatan > masyarakat setempat. > > > > Namun sayang sekali apakah pemerintah setempat tdk memikirkan > effek sampingan dr rumah burung walet tsb sebelumnya mengeluarkan > izin tsb. > > > > Dalam hal ini pemerintah setempatlah yang hrs bertanggung jawab. > > > > ali sj > > > > > > > > > > > > alang tjhai <qqlang1977@> schrieb: > > Pengen kasih coment dikit nich.........g, Alang... > > Masalah walet ini memang seharusnya tidak diperbolehkan di bangun > > rumah walet di dlm kota Singkawang, karna dpt menyebabkan polusi > > udara yg buruk, membikin polusi suara yg buruk jg karna suara2 > > kicauan yg dikeluarkan dari si pemilik rumah walet setiap hari itu > > dari Hi-fi mereka untuk memanggil walet pulang ke rumah. > > Bukannya tidak setuju para orang kaya yg ingin menambah > penghasilan > > mereka dengan memelihara walet tapi janganlah kami masyarakat yg > > dijadikan korban apalagi seperti saat sekarang yg rentan dengan > Flu > > Burung. > > Apakah memang tidak ada tempat yg lebih sesuai untuk membangun > rumah > > walet selain di tengah kota???? > > Saya sebagai salah satu warga kota Singkawang mengharap pemerintah > > daerah memperhatikan masalah ini dengan serius...... > > Maaf kalau ada pernyataan saya yg menyinggung pihak2 tertentu dan > > saya jg ingin mengucapkan terima kasih yg banyak karna melalui > > artikel2 seperti ini dapat memberi kesempatan untuk memberikan > opini. > > > > --- In [email protected], Li Malikasim <limalik@> wrote: > > > > > > Demikian pula pendapat saya. > > > Soal walet seharusnya diselesaikan step-by-step. > > > Pertama: melarang rumah walet baru. > > > Kedua: cari sistem utk kontrol kotoran walet - umpamanya bisa > > pasang plastik dilantai. > > > Ketiga: menganjurkan pemilik rumah walet utk mendirikan bangunan > > baru diluar kota dgn uang hasil panen. > > > Keempat: beri mereka janka waktu, katakanlah sepuluh tahun, Skw > > sdh harus bersih dari rumah walet. > > > > > > Rumah walet bukan prioritas rakyat pada saat ini. Banyir, > listrik, > > air bersih, keamanan, lapangan kerja dan ekonomi rakyat kecil > adalah > > hal2 yg lebih mendesak dan semestinya mendapat perhatian dari > calon2 > > walikota yg akan datang. Prioritas program kerja sesuai dgn dana > yg > > tersedia dan menggalakan PMDN. > > > > > > Li > > > > > > Hendy Lie <hendylie@> > > wrote: > > > Dear Pak Robert, > > > > > > Saya mau mengomentari yang soal walet. Persoalan walet yang ada > > di tengah kota memang menjadi polemik, ada yang pro dan ada yang > > kontra juga. Dan setau saya saat ini Pemkot Singkawang sedang > > menyusun Perda soal walet ini. > > > > > > Kalau dibilang jangan bangun rumah walet di tengah kota, mungkin > > OK untuk bangunan baru. Tapi bagaimana dengan bangunan yang sudah > > lama berdiri dan sudah sering panen? Apakah bangunan itu harus > > dibongkar? Saya rasa ini susah sekali ya, pemiliknya pasti gak mau > > soalnya kalau dibongkar berarti mereka harus kehilangan ratusan > > juta bahkan milyran rupiah. Pindah ke tempat baru berarti harus > > mulai dari nol lagi dan belum tentu berhasil juga. Apakah Pemkot > > Singkawang mau mengganti kerugian mereka? Saya sih sangat yakin > > Pemkot Singkawang gak akan punya uang sebanyak itu buat ganti > > rugi :) > > > > > > Thanks > > > > > > Salam, > > > Hendy Lie > > > > > > > > > > > > ----- Original Message ----- > > > From: Robert Lay > > > > > > > > > > > > Dear Pak Ali,Rudi dan Alang, > > > Terima kasih atas komentar anda terhadap post saya yang > > terdahulu itu. > > > Kita mengharapkan kelak ada orang yang memimpin kota Singkawang > > berazaskan "kepentingan penduduk (kepentingan bersama)kota > > Singkawang" > > > Yang mempunyai gagasan bagaiman mengatasi masalah: > > > -burung walet > > > -air > > > -listrik. > > > --------- dihapus --------------- > > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > > Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out. > > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Besseren Schutz gegen Spam - jetzt bei dem neuen Yahoo! Mail . > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Do you Yahoo!? > > Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail. > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help. Yahoo! > Small Business. > > > > > > > > > --------------------------------- > Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+ countries) for 2ยข/min or less. > ===================================================== ~~~~~~~~~~ Selamat Menunaikan Ibadah Puasa ~~~~~~~~~~ Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply United Singkawang - [http://www.singkawang.us] Friendster - [http://www.friendster.com/singkawang] ===================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/singkawang/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/singkawang/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
