Dear Jimmy,
Menurut sumber infomasi dari intelligence di lapangan(kota singkawang)yang saya terima,keluarga anda adalah pengusaha rumah burung walet,kalau tidak salah rumah burung waletnya terletak dekat dengan rumah sakit.Baguslah kalau begitu, membuat saya lebih mudah memberi jawaban atas post anda dan banyak juga pertanyaan yang perlu saya tanyakan kepada anda sebagai pihak pengusaha burung walet.
Coba anda cek ijin usaha burung walet anda itu yg keluarkan oleh pihak berwenang(walikota),bentuk izin permit atau izin sementara?Masa berlakunya sampai berapa lama?
Dari sini anda akan tahu posisi kedudukan hukum.Ingat itu izin! Bisa pihak pemerintah tidak memperpanjang izin itu jika masa lakunya habis.Tidak diperpanjang izin dengan berbagai pertimbangan:misal
- situasi dan kondisi berubah,merusak lingkungan ,menyebarkan penyakit.- 
faktor perubahan kebijaksanaan
-penggantian pemerintah(walikota),karena pejabat baru punya kebijaksanaan baru.
Itu nasib "izin".Bukan bentuk dalam satu peraturan(hukum) yang jelas permainan,anda bisa mengadakan lease dengan pemerintah dengan jaminan jangka waktu tertentu,Dengan demikian usaha anda mendapat perlindungan hukum yang jelas.Kalau anda menginvestkan sesuatu usaha belum jelas hukumnya resiko yang harus anda hadapi:yaitu:
-bisa anda dijadikan obyek pemerasan oleh oknum-oknum memanfaatkan situasi yang anda hadapi.Karena anda was-was kalau ada  perubahan dapat menyebabkan usaha anda tidak berfungsi.
-dari segi hukum usaha anda tidak mendapat perlindungan hukum(anda tidak bisa menuntut kepada pihak yang memberi izin,"Izin" Itu selalu punya masa laku sangat terbatas(pada umumnya < 3 tahun).Kecuali anda ada perjanjian sewa(lease),anda berhak menuntut kerugian yang sesuai didalam perjanjian kontrak.Sebagai pengusaha bijaksana,anda harus tahu resiko yang akan anda hadapi jika menginvestkan kedalam usaha yang belum jelas  kedudukan hukumnya.

Saya rasa,di forum banyak member ingin tahu bagaimana bentuk pertanggunganjawaban akan diberikan oleh pemilik rumah burung walet, kalau terjadi malapetaka pada suatu hari burung walet ini membawa penyakit epidemis mengancam jiwa manusia.Sewarga kota Singkawang anda juga mempunya kewajiban moral menjaga keselamatan jiwa penduduk kota ini.Tidak seorangpun berani menjamin bahwa burung walet aman dari berbagai penyakit dimasa akan datang.Menurut info dari badan WHO negara Indonesi rawan terhadap penyakit flu burung.Seandainya itu terjadi di kota Singkawang ternyata penularan oleh burung walet,Tindakkan dan prosedur pengamanan apa yang akan diambil oleh pihak pengusaha burung walet untuk menyelamatkan korban penduduk disekitar rumah burung walet itu ?
Biaya pengaobatan siapa yang tanggung ?Kemungkin besar seluruh kota Singkawang akan dibekukan(tutup),bagaiman cara mengungsikan penduduk kekota lain? Siapa yang menanggung semua biaya ekonomi dan sosial?
Ingat ini adalah malapetaka baru,  belum pernah dihadapi penduduk kota singkawang.Kekacauan pasti akan terjadi.
Setidak-tidak APW(Asosiasi Pengusaha Walet) harus mempunyai masterplanning untuk menghadapi malapetaka ini kalau itu terjadi,sebagai peace of mind.Tanpa ada perosedur(management) yang jelas dan jaminan(kerugian ekonomi) untuk mengatasi dan menangani malapetaka terjadi.Penduduk kota singkawang ini masih belum mendapat ketenangan dari masalah burung walet.

Seandainya  rumah burung walet terletak pada suatu lokasi jauh dari tempat pemukiman penduduk.Kalau terjadi malapetaka  jauh lebih mudah diatas.

salam,
Robert Lay-sydney






j4mon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Robert,

Kalau nanti nya peraturan(hukum) yg mengatur rumah walet ini memang
totally 'menghilangkan' rumah walet di tengah kota, bukankah itu
sesuatu yg 'tidak adil' juga? Misalnya pada saat saya membangun
rumah walet ini tidak aturan ataupun hukum yg mengatur ttg
pembangunan rumah walet. Berarti saya tidak melanggar hukum pada
saat sebelum hukum itu exist dan saya mempunyai hak untuk membangun.
Berarti adanya hukum baru itu telah merugikan pihak2 tertentu yg
exist lebih dahulu daripada hukum itu. Apakah bisa hukum/peraturan
dibuat tetapi berpotensial merugikan pihak2 tertentu? Mengingat
tidak sedikit lagi pengusaha walet di Singkawang, saya kira ini juga
tidak bisa dibilang 'mengorbankan' pihak minoritas(pengusaha walet)
untuk kepentingan orang yang lebih banyak. Tambahan, isu walet
pembawa penyakit itu belum ada kasusnya satu pun di DUNIA. Pernah
saya baca di kompas, walet sendiri memproduksi antibodi untuk
melawan flu burung.
Pencegahan memang lebih baik daripada mengobati. Adanya wabah flu
burung di Indonesia yang masih tidak bisa ditangani pemerintah akan
terus menjadi masalah bagi kita. Dikait-kaitkan dgn walet yang
mungkin menjadi carrier penyakit tsb. Lagi, menurut pengetahuan saya
korban flu burung itu hanya menyerang penduduk yang tinggal di
wilayah pedesaan. Bagaimana unggas di desa tersebut bisa sampai
dijangkitin dan darimana sumber nya? Apakah sudah ada research yang
benar2 bisa kita yakinin cara penularan dll nya tersebut? Bila
unggas yang terserang penyakit itu mati dan kemudian desa yg dinggap
terinfeksi flu burung tsb dimusnahkan unggas nya tapi herannya
kenapa waktu pemusnahan itu warga masih mengelilingi dan
menyaksikannya tanpa memakai masker dll. Bukankah itu suatu resiko
tinggi akan menular nya flu burung? Saya kira pemerintah kita masih
menutup2i keterbatasan atas kemampuan nya dalam mengerti 'flu
burung'sehingga sulit mengatasinya.

Singkawang sendiri sudah terbentuk APW(Asosiasi Pengusaha Walet)
yang disini berusaha untuk melindungi hak-hak pengusaha dan
kepentingan umum. Pro dan kontra pasti akan terjadi mengingat tidak
sedikit lg penduduk yang berlomba2 untuk membuat rumah walet tsb.
Menurut saya, andaikan semua orang di singkawang 'mampu'mengubah
hunian nya menjadi rumah walet mereka pasti akan ikut juga membangun
rumah walet. Hanya masalah kurangnya biaya yang membuat mereka
tidak 'ikut' usaha ini. Andai saja, saya penduduk singkawang yang
melihat prospek usaha walet ini. Tidak mungkin berdiam diri kalau
memang saya punya sedikit duit untuk membangun rumah walet. Yang
kemudian hari mengharapkan penghasilan yang jauh lebih bagus
ketimbang ekonomi saya saat ini. Hal ini mengingat tidak mudah untuk
memulai usaha lain di Singkawang dan juga resiko yang lebih kecil
daripada kita berbisnis/dagang. Anggap aja mungkin investasi
properti kalau misalnya walet nya tidak masuk.

Selain sisi negatif keberadaan walet yg 'mungkin' membawa wabah
penyakit. Walet di Singkawang jg berdampak positif bagi penduduk yg
dulunya mempunyai tanah. Melambungnya harga tanah2 menguntungkan
para pemilik tanah tsb. Ini mungkin bisa menyambung nadi kehidupan
para pemilik tanah yang kala ini tidak mempunyai pekerjaan.
Setidaknya mempunyai 'peluang' untuk memperbaiki hidupnya. Tambahan,
hasil walet menjadi salah satu sumber pendapatan bagi penduduk
Singkawang di kemudian hari.

Mungkin exist nya pemain lama menjadi benefit 'extra' yang dimana
diskriminasi mesti diabaikan(sosialisasikan). Mereka melihat peluang
terlebih dahulu. Hanya yang melihat peluang dulu yang
menjadi 'lebih'. Adanya peluang dan waktu yang tepat itulah menjadi
sesuatu yang 'membedakan' kita dari yang lain. Menjadikan kita 'core
competitive' dengan yang lain.

Regards,
Jimmy Jamon

--- In [EMAIL PROTECTED]ups.com, Robert Lay <robertlaymas@...>
wrote:
>
> Dear Jimmy,
> Tanpa ada peraturan(hukum) yang jelas mengatur rumah burung
walet,ini akan menjadi masalah kalau hanya melarang (tidak diizinkan)
penambahan rumah walet di tengah-tengah kota.Seandainya besok Jimmy
mau membangun rumah walet baru tetapi izin anda ditolak dengan
alasan anda adalah pendatang baru dalam bisnis usaha ini.Bagaimana
reaksi anda ? Tentu saja anda merasa diperlakukan "tidak adil", Anda
juga merasa didiskriminasi(sebagai pendatang baru dalam bisnis ini)
dan seakan-akan bisnis ini "hanya dimonopoli oleh pemain lama
saja".Anda sebagai warga yang baik,anda berkewajiban memperjuangkan
hak-hak anda itu.Karena itu akan merugikan pendapatan anda.
>
> salam,
> Robert Lay-sydney
>
>
> j4mon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear
komunitas,
>
> Saya kira masalah walet ini tidak akan ada akhir nya. Saya
> sependapat dengan Hendy dalam hal ini. Yang mungkin dapat kita
> lakukan mungkin hanya mencegah bertambahnya rumah walet di
tengah2
> kota.
> Bagaimana mungkin pemerintah bisa menghilangkan rumah walet yang
ada
> di dalam kota yang mungkin sudah mencapai 300 rumah. Seandainya
> seperti rancangan Perda Walet(Pontianak) kalau jadi
direalisasikan,
> pengusaha walet diberi waktu dua tahun buat memindahkan rumah
walet
> nya ke pinggiran kota apakah itu juga efektif? Mengingat tidak
> gampang untuk 'merumahkan' walet dan memerlukan waktu yang lama,
> pengusaha tsb tidak akan mungkin mau start dr awal lagi dan
> mengorbankan penghasilan nya yang super itu. Saya sependapat
dengan
> Hendy dalam hal ini. Yang mungkin dapat kita lakukan mungkin
hanya
> mencegah bertambahnya rumah walet di tengah2 kota.
>
> Regards,
> Jimmy Jamon
>
> > Dear Pak Li,
> > Seandainya pak Li menjadi "calon walikota Pilkada 2006"
> (seharusnya 2007!) seharus masalah rumah burung walet harus
> diselesaikan,sebagai test case kemampuan..Karena sebagai warga
> Amerika dengan "American style"kampanye elalu
> mengutamakan "community safety and environment issue".Anda akan
> menyadari kepada masyarakat betapa pentingnya
issue "environment"itu.
> > Bahkan akan turun kelapangan(reseach) melihat keluhan dari
> masyarakat kena masalah ini,kemudian menyusun bahan kampanye yang
> mengandung gagasan baru untuk memecahkan masalah ini.Sebagai
> politician anda harus punya solution baru,konsep baru yang
> diharapkan oleh pendukung anda.Anda tidak akan berkomplomi dengan
> siapa saja,true only true,
> > Seandainya saya sebagai pemilih,saya tidak akan memilih anda
kalau
> anda tidak mempunya konsep baru pemecahan
> masalah "fundamental"(burung walet,air,listrik) yang dihadapi
kota
> Singkawang sekarang dan masa akan datang.Milih anda berarti sama
> saja memilih pemimpin yang ada,yang tidak membawa perubahan dan
> kemajuan.
> > Maaf,ini hanya "seandainya"
> >
> > salam,
> > Robert Lay-sydney
> >
> >
> > Clement lee <licansee@> wrote:
> > Pak Alang Thjai
> >
> > Inikan cuma saling tukar pikiran (brain storm) masalah rumah
> walet. Jadi tidak perlu kuatir pernyataan Pak Alang itu akan
> menyinggung pihak2 tertentu.
> > Kalau kita2 yg berpendidikan uni. (college grad) juga takut2
> memberikan opini, tidak akan maju2 lah masyarakat kita.
> > Kalau pada akhirnya kita tetap mempunyai opini yg bertolak
> belakang - kita masih bisa "agree to disagree" and "move on".
Kalau
> kita semua sudah bisa menerima "agree to disagree", itu sudah
> merupakan suatu tanda kedewasaan hidup berdemokrasi.
> >
> > Kalau saya ini calon walikota Pilkada 2006, saya akan "stay
> away" dari masalah rumah walet belum saatnya. Kita tetap
memerlukan
> dukungan mereka. Mereka kan yg punya dana. Yg dapat "make
something
> happen". Segala program kerja perlu dana. Jadi kita tidak
mau "make
> enemy" dgn golongan2 yg memiliki dana.
> > Rakyat kecil (yg jumlahnya lebih besar) kan tidak peduli dgn
> masalah rumah walet atau masalh PETI yg "pollute" sumber air
minum
> Skw dgn limpah merkurinya. Utk calon yg mau "play to win", dia
itu
> harus (choose your fight). Banyir, listrik dan air minum yg
> akan "touch their daily life" mereka dan termasuk kehidupan org
di
> semua golongan ekonomi.
> >
> > Coba tanya ke mereka: "Kalau mereka itu diberi Rp. 50,000 per
> orang, apakah mereka itu akan memilih calon yg memberikan uang
atau
> calon yg akan melarang rumah walet". Politik itu kotor, di-mana2,
> termasuk di Amerika.
> > Fact of life - "money politic" di-mana2.
> >
> > Pemda (Pemkot ?) kan sedang menyusun peraturan rumah walet
sejak
> beberapa tahun yg lalu dan sampai sekarang belum juga ada
hasilnya,
> dan kita tidak lagi membaca masalah rumah walet di Pontianak Post
> lagi. Tahu sendiri alasannya kan.
> >
> > Perlu waktu.
> >
> > Salam
> >
> > Li
> >
> > uray ali sjahran <uray_alisjahran@> wrote:
> > Saya sependapat dengan Pak Robert,
> >
> > Apapun intinnya, kepentingan umum bagaimanapun juga hrs di
> utamakan. Apalagi menyangkut lingkungan hidup dan kesehatan
> masyarakat setempat.
> >
> > Namun sayang sekali apakah pemerintah setempat tdk
memikirkan
> effek sampingan dr rumah burung walet tsb sebelumnya mengeluarkan
> izin tsb.
> >
> > Dalam hal ini pemerintah setempatlah yang hrs bertanggung
jawab.
> >
> > ali sj
> >
> >
> >
> >
> >
> > alang tjhai <qqlang1977@> schrieb:
> > Pengen kasih coment dikit nich.........g, Alang...
> > Masalah walet ini memang seharusnya tidak diperbolehkan di
bangun
> > rumah walet di dlm kota Singkawang, karna dpt menyebabkan
polusi
> > udara yg buruk, membikin polusi suara yg buruk jg karna suara2
> > kicauan yg dikeluarkan dari si pemilik rumah walet setiap hari
itu
> > dari Hi-fi mereka untuk memanggil walet pulang ke rumah.
> > Bukannya tidak setuju para orang kaya yg ingin menambah
> penghasilan
> > mereka dengan memelihara walet tapi janganlah kami masyarakat
yg
> > dijadikan korban apalagi seperti saat sekarang yg rentan
dengan
> Flu
> > Burung.
> > Apakah memang tidak ada tempat yg lebih sesuai untuk membangun
> rumah
> > walet selain di tengah kota????
> > Saya sebagai salah satu warga kota Singkawang mengharap
pemerintah
> > daerah memperhatikan masalah ini dengan serius......
> > Maaf kalau ada pernyataan saya yg menyinggung pihak2 tertentu
dan
> > saya jg ingin mengucapkan terima kasih yg banyak karna melalui
> > artikel2 seperti ini dapat memberi kesempatan untuk memberikan
> opini.
> >
> > --- In [EMAIL PROTECTED]ups.com, Li Malikasim <limalik@>
wrote:
> > >
> > > Demikian pula pendapat saya.
> > > Soal walet seharusnya diselesaikan step-by-step.
> > > Pertama: melarang rumah walet baru.
> > > Kedua: cari sistem utk kontrol kotoran walet - umpamanya bisa
> > pasang plastik dilantai.
> > > Ketiga: menganjurkan pemilik rumah walet utk mendirikan
bangunan
> > baru diluar kota dgn uang hasil panen.
> > > Keempat: beri mereka janka waktu, katakanlah sepuluh tahun,
Skw
> > sdh harus bersih dari rumah walet.
> > >
> > > Rumah walet bukan prioritas rakyat pada saat ini. Banyir,
> listrik,
> > air bersih, keamanan, lapangan kerja dan ekonomi rakyat kecil
> adalah
> > hal2 yg lebih mendesak dan semestinya mendapat perhatian dari
> calon2
> > walikota yg akan datang. Prioritas program kerja sesuai dgn
dana
> yg
> > tersedia dan menggalakan PMDN.
> > >
> > > Li
> > >
> > > Hendy Lie <hendylie@>
> > wrote:
> > > Dear Pak Robert,
> > >
> > > Saya mau mengomentari yang soal walet. Persoalan walet yang
ada
> > di tengah kota memang menjadi polemik, ada yang pro dan ada
yang
> > kontra juga. Dan setau saya saat ini Pemkot Singkawang sedang
> > menyusun Perda soal walet ini.
> > >
> > > Kalau dibilang jangan bangun rumah walet di tengah kota,
mungkin
> > OK untuk bangunan baru. Tapi bagaimana dengan bangunan yang
sudah
> > lama berdiri dan sudah sering panen? Apakah bangunan itu harus
> > dibongkar? Saya rasa ini susah sekali ya, pemiliknya pasti gak
mau
> > soalnya kalau dibongkar berarti mereka harus kehilangan ratusan
> > juta bahkan milyran rupiah. Pindah ke tempat baru berarti harus
> > mulai dari nol lagi dan belum tentu berhasil juga. Apakah
Pemkot
> > Singkawang mau mengganti kerugian mereka? Saya sih sangat yakin
> > Pemkot Singkawang gak akan punya uang sebanyak itu buat ganti
> > rugi :)
> > >
> > > Thanks
> > >
> > > Salam,
> > > Hendy Lie
> > >
> > >
> > >
> > > ----- Original Message -----
> > > From: Robert Lay
> > >
> > >
> > >
> > > Dear Pak Ali,Rudi dan Alang,
> > > Terima kasih atas komentar anda terhadap post saya yang
> > terdahulu itu.
> > > Kita mengharapkan kelak ada orang yang memimpin kota
Singkawang
> > berazaskan "kepentingan penduduk (kepentingan bersama)kota
> > Singkawang"
> > > Yang mempunyai gagasan bagaiman mengatasi masalah:
> > > -burung walet
> > > -air
> > > -listrik.
> > > --------- dihapus ---------------
> > >
> > >
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Stay in the know. Pulse on the new Yahoo.com. Check it out.
> > >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Besseren Schutz gegen Spam - jetzt bei dem neuen Yahoo!
Mail .
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Do you Yahoo!?
> > Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail.
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help.
Yahoo!
> Small Business.
> >
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and
30+ countries) for 2ยข/min or less.
>



Get your own web address for just $1.99/1st yr. We'll help. Yahoo! Small Business. __._,_.___

=====================================================
~~~~~~~~~~ Selamat Menunaikan Ibadah Puasa ~~~~~~~~~~
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
United Singkawang - [http://www.singkawang.us]
Friendster - [http://www.friendster.com/singkawang]
=====================================================





SPONSORED LINKS
Pontianak hotel indonesia Pontianak indonesia hotel

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke