Kalau tidak salah,sudah lebih dari 2 tahun masyarakat menanti Perda tentang peternakan burung walet tidak pernah jadi-jadi(tidak pernah diperkenalkan kepada masyarakat) di kota Singkawang.
Seperti pada umumnya sesuatu pemerintah tidak berhasil(tundak)memperkenalkan sesuatu peraturan kepada masyarakat,ada beberapa penyebab.Misal dalam kasus burung walet ini:Mungkin:
-team pembuat peraturan mengalami technical problem menyusun definisi pembatasan dan penerapan hukum(misal mendefinisikan burung walet itu digolongkan domestic animal atau tidak,dari sini masih banyak hal yang perlu didefinisikan.Jadi bukan hanya urusan dengan kata "Dilarang titik"dari segi hukum.Karena hukum itu harus tahan diuji(challenge) dan adil.
-Pihak merasa dirugikan oleh peraturan baru, mengadakan lobby.(kadang-kadang terjadi penyogokkan) untuk menggagalkan penetrapan peraturan baru.
Peraturan bukan bermakna mematikan pada pengusaha tetapi untuk mengatur tata kota .Selama ini pada pihak non pengusaha walet(tidak punya rumah burung walet),penduduk biasa merasa dirugikan(terganggu)kehidupan mereka.Padahal mereka ini sebagai warga membayar(pajak,iuran) semua kewajiban yang sesuai dengan hukum,tidak ada beda seperti pada pengusaha burung walet.Dia juga berhak mendapat perlindungan dari pemerintah.Bukan hanya pada pengusaha yang harus dilindungi.
Menurut saya peraturan(larangan)harus dijalankan bertahap.
Pertama:tidak ada izin baru diberikan kepada bangunan burung walet baru.
Kedua:izin lama tidak bisa renew
Ketiga:memberi jangka waktu tertentu(misal tahun 2010) utk kota singkawang bebas dari rumah burung walet.
Mengenai kerugian pengusaha telah membangun rumah burung walet itu?Itu adalah resiko dagang,bisa rugi.Sebagai pengusaha mereka mengerti "resiko"kalau dia invest pada suatu bisnis yang belum jelas mendapat perlindungan hukum atau nasib bisnis itu bisa berubah kalau ada perubahan hukum.Seharusnya pengusaha mengerti akan logika ini.
Pada saat saya menulis email ini di TV baru disiarkan "internet gambling"stock mengalami crash.Bahkan harga sharenya jatuh 50%,karena Amerika melarang(peraturan) transaksi kartu kredit pada internet gambling.Sebagai pengusaha bijksana sebelum invest ke internet gambling stock,dia harus memperhitungkan(analisa) resiko.
Kalau dalam kasus pengusaha burung walet....itu adalah pelajaran untuk mereka bahwa system selalu berubah!
salam,
Robert Lay-sydney
Hendy Lie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Pak Robert,Saya mau mengomentari yang soal walet. Persoalan walet yang ada di tengah kota memang menjadi polemik, ada yang pro dan ada yang kontra juga. Dan setau saya saat ini Pemkot Singkawang sedang menyusun Perda soal walet ini.Kalau dibilang jangan bangun rumah walet di tengah kota, mungkin OK untuk bangunan baru. Tapi bagaimana dengan bangunan yang sudah lama berdiri dan sudah sering panen? Apakah bangunan itu harus dibongkar? Saya rasa ini susah sekali ya, pemiliknya pasti gak mau soalnya kalau dibongkar berarti mereka harus kehilangan ratusan juta bahkan milyran rupiah. Pindah ke tempat baru berarti harus mulai dari nol lagi dan belum tentu berhasil juga. Apakah Pemkot Singkawang mau mengganti kerugian mereka? Saya sih sangat yakin Pemkot Singkawang gak akan punya uang sebanyak itu buat ganti rugi :)ThanksSalam,
Hendy Lie----- Original Message -----From: Robert LayDear Pak Ali,Rudi dan Alang,
Terima kasih atas komentar anda terhadap post saya yang terdahulu itu.
Kita mengharapkan kelak ada orang yang memimpin kota Singkawang berazaskan "kepentingan penduduk (kepentingan bersama)kota Singkawang"
Yang mempunyai gagasan bagaiman mengatasi masalah:
-burung walet
-air
-listrik.
--------- dihapus ---------------
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__._,_.___
=====================================================
Hapus bagian email yang tidak perlu sebelum me-reply
United Singkawang - [http://www.singkawang.us]
Friendster - [http://www.friendster.com/singkawang]
=====================================================
SPONSORED LINKS
| Pontianak hotel indonesia | Pontianak indonesia hotel |
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
