Dear Tjung Po,
Iya, kami juga berharap agar khiu2 saya mendapatkan hukuman yg sesuai 
dengan kesalahan yg diperbuat.
Terima Kasih atas perhatiaanya.
cu
take care
bye

--- In [email protected], xeno phane <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> saya memang sering mendengar kasus spt ini, kasus distop di polisi, 
jadi tidak akan pernah ada penuntutan, apalagi pemeriksaan di 
pengadilan. hal ini benar2 suatu ironi ditengah usaha kita menegakan 
supremasi hukum.
>    
>   oya, saya kurang mengerti dengan istilah dijamin keluar, apakah 
itu berarti mereka yg pernah ditahan dipebolehkan keluar dari tahanan 
(krn alasan tidak akan melarikan diri or menghilangkan barang bukti) 
tp kasusnya tetap berjalan?atau mereka yg pernah ditahan melalui 
penyelesaian rupiah langsung dilepas "free"? saya rasa dijamin keluar 
yg alang sebut mempunyai arti yg terakhir  ya?he...he......dalam 
sistem hukum pidana kita, tidak ada istilah jaminan ini. 
> 
>   ini saran saya (non legal): cobalah keluarga Paman sampaikan 
kepada pembuat dan pemasok arak secara baik2; tekankan bahwa ia 
mempunyai tanggungjawab moral dalam kasus ini. mungkin dia bisa 
mengusahakan hukuman yg seringan2nya? (saya assume jika diadili Paman 
pasti dihukum krn menjual arak sudah haram hukumnya dlm khup).
>    
>    
>   
> alang tjhai <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Hi Tjung Po, g Alang, terima kasih atas perhatiannya.
> Saat ini kami sekeluarga jg tidak bisa berbuat apa2 lagi, hanya 
yang 
> kami harapkan Paman saya bisa dijatuhi hukuman sesuai dengan 
> kesalahan yg diperbuatnya.
> Orang2 yg bersangkutan memang pernah ditahan tapi dengan mudahnya 
> mereka bisa dijamin keluar, padahal mungkin blom diselidiki dengan 
> jelas kasus ini, kalo memang masih ragu pihak yang mana saja yg 
mesti 
> bertanggung jawab, mengapa paman saya yg cuman sebagai pengantar yg 
> tidak boleh dijamin keluar???Sedangkan Akui itu pembuat arak tsb, 
> malah boleh dijamin keluar?Kan gak masuk akal?????
> 
> --- In [email protected], xeno phane <phanexeno@> wrote:
> >
> > hi alang,
> > 
> > kalau aku boleh berkomentar atas kasus dibawah ini:
> > 1. Ajhung, paman Alang (sebut saja Paman), saat ini ditahan di 
> kejaksaan (sebelumnya udh di polsek ya?) krn diduga menjual dan 
> mengedarkan arak yang mengakibatkan org yg meminumnya meninggal. 
Krn 
> semua orang ditempat kejadian mengetahui bahwa yang menjual dan 
> menyerahkan arak adalah Paman, maka pastilah Paman yg pertama2 akan 
> ditangkap dan diperiksa oleh polisi (bukan kejaksaan). Dalam 
> pemeriksaan ini, Paman dapat menjelaskan semuanya; kronologis 
> kejadiannya termasuk al bahwa Paman hanya mengantar arak atas 
pesanan 
> A, B, C, dst.
> > 2. Nah dari hasil pemeriksaan ini, polisi dapat mengembangkan 
> case-nya lebih lanjut, termasuk memanggil Akui, dll untuk diperiksa 
> dan dimintai keterangan, dan tidak tertutup kemungkinan statusnya 
> bisa ditingkatkan menjadi tersangka.
> > 3. Apabila berkas (bukti2 dirasa cukup), maka berkas akan 
> diserahkan ke kejaksaan dan jika ok (tanpa saran perbaikan), maka 
> kejaksaan mulai menyusun surat dakwaan terhadap Paman (termasuk 
> tersangka lain apabila ada) terdengan memasukkan delik2 kuhp yg 
> ancaman hukumannya paling memberatkan (he...he....jangan takut, ini 
> memang pekerjaan jaksa);
> > 4. selanjutnya adalah sidang di pengadilan dimana didalamnya 
> terdiri dari beberapa tahap, mulai dari sidang pertama jaksa 
> membacakan surat dakwaan, eksepsi (al bahwa yg berhak memeriksa 
bukan 
> pn skw tp pn sanggau), pledoi, pemeiksaan saksi2 dan barang bukti, 
> dst, dst sampai vonis dijatuhkan. 
> > 5. Saran saya sebaiknya Paman didampingi lawyer, saya gak tahu 
> apakah di skw ada lawyer yg mau memberikan probono services spt 
> mereka yg ada di lbh. dalam uu advakat sendiri sih jelas bahwa 
setiap 
> lawyer diwajibkan utk memberikan probono services kepada klien yg 
> tidak mampu.
> > 
> > Alang, ini hanya pendapat saya aja ya...dan bisa aja didalamnya 
> mengandung kekurangan; ini hanya utk memberikan kamu gambaran 
singkat 
> tentang kira2 spt apa proses case Paman.
> > 
> > salam,
> > tjung po
> > 
> > alang tjhai <qqlang1977@> wrote:
> > Dear Hendy, kam chia to to atas bantuannya.....
> > Berita yg ini sudah g baca, cuman yg pengen g ketahui adalah awal 
> > mula berita ini, soale pengantar arak yg di tangkap itu adala 
Paman 
> > g, Ajung........Oh yach, g pengen ralat, peristiwa itu terjadi di 
> > Sanggau bukannya di Singkawang....jadi mungkin saja orang2 
> Singkawang 
> > tidak begitu jelas atas kasus ini.
> > G telah coba browser ke web kapuas post, cuman gak bisa2.... trus 
> > pontianak post tidak memuat berita ini secara detil...
> > Anyway......thanks a lot for ur help, Hendy...
> > Cu
> > Take care
> > Bye
> > 
> > --- In [email protected], Hendy Lie <h3ndylie@> wrote:
> > >
> > > Lang, apa berita ini yang Alang maksud?
> > > 
> > > Hendy
> > > 
> > > ----------------------------
> > > 
> > > Jumat, 1 Desember 2006
> > > Kasus Arak Maut, Pemasok Belum Tersentuh
> > > Polda Kalbar Diminta Proaktif
> > > 
> > > 
> > > Singkawang,- Liu Su Sian (34) alias Asian, istri dari Ajhung, 
> > tertuduh pengedar arak maut di Kecamatan Jangkang kembali angkat 
> > bicara. Ia masih mempertanyakan kelanjutan kasus yang telah 
> > dilimpahkan dari Polres Sanggau ke Polres Singkawang tersebut. 
> Sebab, 
> > sejak tiga pekan lalu hingga saat ini, AS, oknum Polsek 
Singkawang 
> > Tengah yang memasok arak maut untuk suaminya belum ditindak. 
> > > 
> > > "Akui yang sebagai bandar arak juga belum disentuh. Mereka 
> terkesan 
> > kebal hukum karena sampai sekarang masih bebas. Ada apa kok bisa 
> > begitu," katanya, kemarin. Karena itu, ia meminta agar Polda 
Kalbar 
> > juga perhatian terhadap kasus ini. Terlebih lagi jika mengingat 
> kasus 
> > ini terkait dengan citra atau nama baik institusi kepolisian di 
> mata 
> > masyarakat. 
> > > 
> > > Sebagaimana diberitakan sebelumnya, suami Asian yang bernama 
> Ajhung 
> > saat ini ditahan di Kejaksaan Sanggau. Ajhung dituduh mengedarkan 
> > arak putih beracun di Kecamatan Jangkang yang menyebabkan 
sembilan 
> > orang tewas dan 29 lainnya diopname. Menurut Asian, arak tersebut 
> > diperoleh dari AS, seorang oknum yang bertugas di Polsek Tengah. 
AS 
> > merupakan perpanjangan tangan dari Akui. 
> > > 
> > > Arak maut itu diantar oleh Ajhung kesana atas order dari kepala 
> > kampung setempat. Masalahnya, setelah arak tersebut merenggut 
> korban, 
> > hanya Ajhung yang ditindak. "Kalau suami saya memang salah, saya 
> bisa 
> > terima jika ia ditahan. Tetapi, kenapa AS dan Akui serta kepala 
> > kampung yang juga terlibat dalam peredaran arak tersebut tidak 
> > ditindak. Saya minta keadilan," ujarnya. 
> > > 
> > > Jika aparat benar-benar ingin menegakkan hukum, tentunya 
seluruh 
> > mata rantai peredaran arak tersebut juga diperlakukan sama. Asian 
> > lalu mengungkapkan, beberapa hari lalu ia telah dimintai 
keterangan 
> > oleh aparat Polres Singkawang terkait dengan pengakuannya di 
media 
> > beberapa hari lalu. "Sudah dibuat berita acaranya," kata Asian. 
> > > 
> > > Usai memberi keterangan di kantor polisi, Asian pulang dengan 
> penuh 
> > harap bahwa kasus ini bisa diselesaikan dengan tuntas. Ternyata, 
> > upayanya mencari keadilan tersebut lagi-lagi mendapat halangan. 
Di 
> > malam harinya, ia yang sedang di rumah bersama enam anaknya 
kembali 
> > diintimidasi oleh beberapa orang. "Ada yang malam-malam datang ke 
> > rumah dan berteriak-teriak dengan nada mengancam. Ada juga yang 
> > menggeber-geber gas sepeda motornya ketika berhenti di depan 
rumah 
> > sehingga membuat kami sekeluarga menjadi takut," ungkap dia.(rnl) 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > ----- Original Message ----
> > > From: alang tjhai <qqlang1977@>
> > > To: [email protected]
> > > Sent: Sunday, December 3, 2006 10:08:14 AM
> > > Subject: [Singkawang] KASUS ARAK MAUT!!!!
> > > 
> > > Dear All, G Alang....... .
> > > Bersama ini ingin g ketahui sebuah berita yg berhubungan dengan 
> > > kejadian "arak maut" yg mnyebabkan 9 orang meninggal dunia. 
> Kepada 
> > > siapa saja yg mengetahui lebih jelas lagi mengenai berita ini, 
> > mohon 
> > > diforward ke g ataupun send ke g kalo pas ada beritanya di 
> koran....
> > > Oh yach, kasus ini terjadi di Singkawang, tepatnya dimana g 
> kurang 
> > > jelas, cuman g denger kalo telah ditangkapnya salah satu 
> pengantar 
> > > arak tsb, tapi pemasok serta oknum2 pembuat arak tsb sudah 
> > melarikan 
> > > diri.....
> > > Apa pendapat kalian mengenai kasus ini? Apakah semua kesalahan 
> > harus 
> > > di dera oleh pengantar arak ini ataukah mesti di tangkap dulu 
> > oknum2 
> > > lainnya??? Mungkin pengantar arak ini memang bersalah karena 
> > > melanggar hukum, tapi mestikah dia harus menanggung semua 
> kesalahan 
> > > tsb, sedangkan mungkin dia pun tidak tahu menahu kalau arak itu 
> > > beracun, karna tugasnya hanyalah mengantar arak tsb sampai ke 
> > > tujuannya, seperti tugas2 pengantar barang2 lainnya..... ...
> > > Setahu g, kasus ini termasuk kasus yg menghebohkan, apalagi 
bagi 
> > Kota 
> > > Singkawang karna jarang ada kasus yg mengemparkan seperti 
ini.....
> > > Thanks
> > > cu
> > > take care
> > > bye
> > > 
> > > . 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > > 
> > __________________________________________________________
> > ______________
> > > Do you Yahoo!?
> > > Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
> > > http://new.mail.yahoo.com
> > >
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ---------------------------------
> > Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call 
rates.
> >
> 
> 
> 
>          
> 
>  
> ---------------------------------
> Any questions?  Get answers on any topic at Yahoo! Answers. Try it 
now.
>


Kirim email ke