*Senin, 31 Maret 2008*
*15 Group Barongsai Adu Ketangkasan
* *Pagelaran Barongsai *

*Pontianak,-*  Ratusan masyarakat berkumpul di Markas Detasemen Kavaleri 2
Beruang Cakti di Jalan Adisucipto Kabupaten Kubu Raya, Minggu (30/3) pukul
09.00 WIB, untuk menyaksikan dua barongsai menaiki mobil buatan Inggris,
Panser Saladin dan Panser Feret.

Dua Barongsai tersebut juga sempat merebahkan tubuhnya sejenak sejenak di
atas panser, setelah menari-nari dengan lincah. Barongsai tersebut juga
memakan sayuran yang diikat diujung panser.

Atraksi dua barongsai yang dimainkan dua anggota kavaleri dan dua anggota
kungfu Saolin tersebut membukan Pagelaran Barongsai, untuk memperingati
ulang tahun Detasemen Kavaleri 2 Beruang Cakti Kodam VI/Tanjungpura ke 11.
Selain dua barongsai menari di atas panser, sebanyak 16 barongsai lainnya
dari berbagai daerah di Kalbar, juga ikut beratraksi di halaman Markas
Denkav.

Kegiatan bertambah meriah, saat 15 pria bertubuh kekar menarik sebuah panser
seberat 12 ton atau 12 ribu kilogram. Masyarakat langsung mendekat untuk
menyaksikan aksi tersebut.

Komandan Detasemen Kavaleri II Beruang Cakti Kalbar, Mayor Kav Asep Solihin
mengungkapkan diadakannya pagelaran Barongsai untuk mengakomodasi keinginan
masyarakat, yang sempat terkendala beberapa waktu lalu. Namun, Asep tidak
menjelaskan kendala yang dimaksudnya.

"Kegiatan ini kan juga bisa menambah aset budaya bangsa. Sebab Barongsai ini
juga merupakan aset bangsa dan Kalbar," ujar Asep, kemarin.

Asep menambahkan kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya untuk
memfasilitasi TNI dalam membina hubungan dengan masyarakat. Diharapkan
kegiatan tersebut bisa mempererat hubungan TNI dengan masyarakat.

Saat dikonfirmasi apakah kegiatan tersebut merupakan dampak dari SK Walikota
Pontianak nomor 127 tahun 2008, Ketua Umum Barongsai Kalbar, Tio Yau Phenk
menegaskan SK Walikota bukan melarang atraksi Barongsai.

"SK Walikota bukan melarang Barongsai, melainkan mengatur kegiatan Barongsai
agar tertib. Kalau tidak ada yang main saat Imlek kemarin, kan tergantung
dari masing-masing group Barongsai," ujar Tio di Markas Denkav 2, kemarin.

Selaku Ketua Umum, Tio hanya melakukan pembinaan saja. Sebab selama ini
banyak group Barongsai yang kekurangan dana. Di Kalbar, kata Tio, sedikitnya
terdapat 115 group Barongsai. "Kedepannya kita mengharapkan kelompok
Barongsai yang ada bisa menukir prestasi di tingkat nasional maupun
internasional," timpalnya.(uni)

Kirim email ke