oh ada mas, nih coba disimak dahulu http://en.wikipedia.org/wiki/Fuzzy_logic ini menjadi tantangan dunia digital, mencoba untuk membuat 'perasaan' didalam logika 0 dan 1
----- Original Message ---- From: ACHMAD SUTRIADI <[EMAIL PROTECTED]> To: "[email protected]" <[email protected]> Sent: Saturday, September 20, 2008 2:31:46 PM Subject: Re: [sma1bks] Dialog Dua Hati di Kala Malam (Puisi Berantai) Hihihi.... dalam dunia digital memangnya ada ya nilai 1/2 (kurang pas) :P ------- Original Message ------- Sender : arrysign<[EMAIL PROTECTED] com> Date : Sep 20, 2008 13:14 (GMT+07:00) Title : Re: [sma1bks] Dialog Dua Hati di Kala Malam (Puisi Berantai) ok d, sepakat... orang IT yg satu ini emang lagi sok tau, ncoba komentarin teritori sastra... :)) benar = 1 salah = 0 kurang pas = 1/2 scroll...scroll. ... baca satu 1 email yg berjibun.... ----- Original Message ---- From: Nadiah Abidin <[EMAIL PROTECTED] com> To: [EMAIL PROTECTED] .com Sent: Saturday, September 20, 2008 1:58:43 PM Subject: Re: [sma1bks] Dialog Dua Hati di Kala Malam (Puisi Berantai) Alasannya sederhana, Ry...Temanku itu kan nulis di bait pertama "Wajahmu terlukis di bantal", makanya aku jawab "Bidadari pada lenting bulu angsa dalam bantal". Tau kan. Ada juga bantal-bantal yang di dalamnya berisi bulu angsa. Nah, bantal berkonotasi pada mimpi, angan, keinginan. Bidadari lebih mengacu pada gadis. Jadi artinya...terka aja sendiri :)) Btw, aku sama temenku ini iseng aja secara sama-sama anak komunitas puisi. Puisi ini persis sama dengan isi smsku dan dia. Jadi yah, maklumlah andaikata kurang indah hehe...Memang susah jawab seniman. Dia pakai puisi, ya aku juga terima tantangannya jawab pakai puisi. Dalam sastra sih nggak ada benar-salah. Yang penting meluapkan pikiran dan hati :) Salam puisi! Nadiah --- On Sat, 9/20/08, arrysign <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: From: arrysign <[EMAIL PROTECTED] com> Subject: Re: [sma1bks] Dialog Dua Hati di Kala Malam (Puisi Berantai) To: [EMAIL PROTECTED] .com Date: Saturday, September 20, 2008, 12:11 PM Hi na, kalo boleh kasih komentar, dari runutan waktu dan ungkapan basa, ada satu kata yg kurang pas itu 'Bantal' mungkin kamu mau sampaikan lagi tiduran / bemalasan / diatas ranjang.. tapi terasa kata 'Bantal' kurang menyatu di antara bait-bait puisi, sukses membuat sastra Arry Budianto, gak punya hubungan sama Arry Amilin atau Arry Cahyono :D ----- Original Message ---- From: Nadiah Abidin <[EMAIL PROTECTED] com> To: komunitaspuisi_ [EMAIL PROTECTED] com; [EMAIL PROTECTED] com Cc: [EMAIL PROTECTED] ups.com; smpn1bekasi95@ yahoogroups. com; [EMAIL PROTECTED] .com; [EMAIL PROTECTED] s.com; [EMAIL PROTECTED] ps.com; dewanrollingaction@ yahoogroups. com; rollingaction@ yahoogroups. com; lautan-quran@ yahoogroups. com; yisc_al-azhar@ yahoogroups. com; [EMAIL PROTECTED] com; agressetiawan@ yahoo.com; [EMAIL PROTECTED] com; alrizal_azhari@ yahoo.com; [EMAIL PROTECTED] com; [EMAIL PROTECTED] com; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] co.id; [EMAIL PROTECTED] co.id; [EMAIL PROTECTED] co.id; Adi <[EMAIL PROTECTED] com>; Antonius Indopos <[EMAIL PROTECTED] com>; Aris Ananda <aris.ananda@ transtv.co. id>; arya batista <[EMAIL PROTECTED] co.id>; atu kesuma <[EMAIL PROTECTED] com>; bc-indonesia_ [EMAIL PROTECTED] .com; [EMAIL PROTECTED] com; [EMAIL PROTECTED] com; Bekasi Kini <[EMAIL PROTECTED] co.id>; formasi-fibui@ yahoogroups. com Sent: Saturday, September 20, 2008 12:47:33 PM Subject: [sma1bks] Dialog Dua Hati di Kala Malam (Puisi Berantai) DIALOG DUA HATI DI KALA MALAM Ketika hari mulai senja, bintang-gemintang muncul di angkasa, seseorang berbisik kepadaku. Katanya: Wajahmu terlukis di bantal, Senyummu terpahat di jantung, Tawamu terekam di batin, Kau menjelma angin yang membasuh sepiku. Kataku: Malam merangkak jauh Menuju lengkung relung waktu, Menimang insan dalam dekapan Di ujung napas pelan mendiam Hingga hening-sunyi menjelang. Katanya: Wajahmu menjelma Oase di gurun rindu, 'Tika tanpa buah sebagai bekal Tiada cahaya buat lentera. Senyummu menjelma Telaga bagi kelana, Di tengah penat mengurai air mata. Kataku: Oh, kelana... Mungkin carimu Bidadari pada lenting bulu angsa Yang bergelung dalam bantalmu. Mungkin dian yang meremang bisik gelombang ilusi yang memintal, berpilin, mengelabu, Bahwa gadis nun jauh di sana Ialah hati. Padahal sesungguhnya tidak... Katanya: Di relung waktu renta, Mentari memucat di bening mata. Aku terkulai dalam birama ragu, Kaukah gadis di lenting bulu angsa, Yang menopang penat Dalam lingkaran waktu. Kataku: Kiranya kelana salah terka Tetes embun sangka mutiara. Terbuai angin lalu, Getarkan pucuk jantung hatimu. Dan embun menari sejenak, Hibur hati nan lara Sebelum lelap dalam gelap gulana Katanya: Akulah sang resah Di pantai tanya, Dalam bait pengharapan, Kala lafadz alam bertuliskan malam, Kutunggu dirimu Dengan setetes senja. Jawabku: Wahai pujangga Di ujung senja. Kiranya duli rahasiakan asa. Biar waktu redam emosi, Karena kelam Tlah peluk gadis erat Biar kelam lampiaskan bara, Dalam bisu hangat ironi Katanya: Di balik senja Asa merenda, Harap perawan bermain gerimis, Kau di ujung waktu Goreskan sandi rahasia, Dari relung sribu jiwa. Kataku: Kelam terlanjur Cengkram jiwa dalam cakra. Lemah aku tanpa aura. Biarlah rahasia tetap rahasia. Masih ada esok tuk bersua Jika kelam rela Lepas belenggu nyawa... Lalu bisikan pun menghilang dan aku mulai terbuai mimpi, dalam gelembung Galaksi Bimasakti, yang serasa tanpa tepi. (Nadiah Abidin & Arry Amilin, 18 September 2008, pukul 00:20 a.m., saat iseng-iseng berbalas puisi) Achmad Sutriadi Strategy and Planning Procurement OMS Division PT Samsung Electronics Indonesia
