***** Hari masih gelap, subuh baru saja lewat. Aku, adik-adikku, Amang dan Enur, serta sepupuku Ida, Atih dan Uji, segera bergegas meninggalkan rumah. Hari ini sekolah libur, sebab ini hari minggu. Kami berencana mencari kembang duren.
Menyusuri jalanan yang gelap, tapi kami tidak takut. Sekitar 1.5 kilometer kami berjalan, menuju gang bunga harapan. Tahun 80-an, masih banyak pohon durian di kebon belakang sampai smp-2. Tapi kami biasa mencarinya hanya sampai tempat mengajiku. Madrasah Itbtidaiyah Tarbiyatul Islamiyah alias MITI. Dengan sabar kami mulai menyusuri kebun durian. Menutur, mencari jatuhan kembang durian di antara daun-daun durian yang gugur. Biasanya kami menemui yang sudah pisahan. Mungkin karena jatuh dari tempat yang tinggi. Tangkai putik dan kupingnya. Dan alangkah senangnya jika mendapat yang masih utuh seperti ini. Semua itu kami kumpulkan dalam kantung plastik yang kami bawa masing-masing. Ada beberapa pohon suweg yang besar yang kadang iseng aku cabut dan kutanam di belakang rumah enyak engkong. Pohon dengan buah warna-warni yang katanya makan uler tidak berani kami sentuh sama sekali. Sesekali kami dapati juga pentil duren. Menjelang siang dan kembang durian yang kami kumpulkan cukup, kami pun pulang. Kami kumpulkan ke emak. Kadang kami membantunya untuk membersihkan putik dari tangkai. Dan juga membersihkan pasir atau debu dari kupingnya. Proses selanjutnya kami serahkan kepada ahlinya, emak tercinta. Terbayang sudah, betapa sedapnya makan siang nanti. Nasi hangat dengan tumis kembang duren, dari keringat kami sendiri ***** Halah puasa-puasa malah posting tentang makanan. Habisnya dulu, kami juga pernah mencari kembang duren setelah sahur dan sholat shubuh deh kayaknya. Tumis kembang duren ini enak banget. Bolehlah ini dibilang daging ayam bagi kami yang hidup sederhana :P. Sekarang ini sudah tidak ada lagi yang mencari kembang duren, paling kami membelinya lewat tukang sayur. Cara menangani dan memasak kembang duren sebetulnya mudah sekali. Begini caranya, kembang duren, tangkai yang sudah dibersihkan putiknya dan kuping yang sudah bersih dari debu/pasir, kemudian dicuci bersih. Setelah itu kembang duren ini direbus sampai empuk. Setelah empuk, airnya ditiriskan. Sambil dicuci kembali dan diremas. Panaskan sedikit minyak untuk menumis. Tumis irisan bawang merah, bawang putih, cabe merah dan cabe putih. Eh salah cabe rawit. Setelah harum, masukkan kembang duren tadi. Aduk rata. Tambahkan garam secukupnya dan juga penyedap rasa jika suka. Hidangan ini bisa ditambahkan juga teri medan untuk mendapatkan rasa asin dan lebih yummyÂ… makannya pake nasi anget deh.. sedeeeeppppppp Halah jadi laper nih.. mak.. bisa kirimin buat buka puasa ga? ***** Happy nice cooking with love.
