Sambil nunggu Mbak Hany komen, aku SHARING duluan ...
Kami bergerak di bidang AGROBISNIS.
Sangat berhubungan dg petani, pekebun, masyarakat agro dan dunia pasca panen
(industri).
Paling dekat, kami bina 7.500 petani kopi arabika di Takengon - 1.000 petani
nilam di Teunom - 20.000 petani kopi organik di Timor Leste,
selainnya ratusan ribu petani tersebar di Brastagi, siborong2, tanatoraja,
lampung, flores, padang, irian jaya, png, dll... selama 20 taon belakangan ini.
Belum kami ketemukan, Asuransi (khusus) Pertanian yg bisa diterapkan dan
kompatibel di tingkat petani.
PERCONTOHAN di PTPN maupun di Perusahaan Perkebunan sawit seperti Astra, Tri
mitra..... lebih banyak manfaat ke pengusaha dan penguasa, dibanding ke
petani/pekebun.
Atas pengalaman2 di lapangan, petani lebih 'leluasa' untuk tidak ber-asuransi
khusus pertanian.
Petani lebih mengambil OPSI UTAMA, siapa yg mau mempermudah prosses
budidaya-siapa yg mau menjamin harga beli yg kompetitip pasca panen-siapa yang
mau membantu meringankan beban pada masa sulit / paceklik.
Dari segala pertimbangan dan berpihak pada wong cilik, petani sangat nyaman dan
cukup maju dengan contoh program yang kami terapkan :
1. Jaminan batas harga minimum kopi dari FAIR TRADE di US untuk komoditas Kopi
Arabika Organik
(jika harga dunia dibawah patokan, pihak ini mau 'nomboki' supaya petani
kopi ga rugi)
2. Adanya PREMI / bonus yang diberikan buyer ke petani pada saat paceklik (non
musim)
3. Sebagian besar petani binaan, cukup terbantu dengan PROGRAM MICROFINANCE
dibawah pengelolaan Inkopdit (Ina) / CU (Int)
4. Atas bergabungnya petani dalam program dan binaan, kami ikut sertakan mereka
di Asuransi DAPERMA, sehingga resiko jiwa sudah ada mencover bukan resiko
budidaya.
Itulah sedikit urun rembug kami, mudah2an barokah...
Nuwun.