unik mas klo boleh tau lengkap untuk profil dan pengetahuannya bisa ga diterapkan di kota wali kita bagai mana untuk saling berbagi dan membuat komunitas petani lebih menyatu ikutan sharing ya
--- Pada Sen, 17/5/10, Moch Charis <[email protected]> menulis: Dari: Moch Charis <[email protected]> Judul: Bls: [SMUN 1 Demak] Asuransi Pertanian Kepada: [email protected] Tanggal: Senin, 17 Mei, 2010, 7:38 PM Sambil nunggu Mbak Hany komen, aku SHARING duluan ... Kami bergerak di bidang AGROBISNIS. Sangat berhubungan dg petani, pekebun, masyarakat agro dan dunia pasca panen (industri). Paling dekat, kami bina 7.500 petani kopi arabika di Takengon - 1.000 petani nilam di Teunom - 20.000 petani kopi organik di Timor Leste, selainnya ratusan ribu petani tersebar di Brastagi, siborong2, tanatoraja, lampung, flores, padang, irian jaya, png, dll... selama 20 taon belakangan ini. Belum kami ketemukan, Asuransi (khusus) Pertanian yg bisa diterapkan dan kompatibel di tingkat petani. PERCONTOHAN di PTPN maupun di Perusahaan Perkebunan sawit seperti Astra, Tri mitra..... lebih banyak manfaat ke pengusaha dan penguasa, dibanding ke petani/pekebun. Atas pengalaman2 di lapangan, petani lebih 'leluasa' untuk tidak ber-asuransi khusus pertanian. Petani lebih mengambil OPSI UTAMA, siapa yg mau mempermudah prosses budidaya-siapa yg mau menjamin harga beli yg kompetitip pasca panen-siapa yang mau membantu meringankan beban pada masa sulit / paceklik. Dari segala pertimbangan dan berpihak pada wong cilik, petani sangat nyaman dan cukup maju dengan contoh program yang kami terapkan : 1. Jaminan batas harga minimum kopi dari FAIR TRADE di US untuk komoditas Kopi Arabika Organik (jika harga dunia dibawah patokan, pihak ini mau 'nomboki' supaya petani kopi ga rugi) 2. Adanya PREMI / bonus yang diberikan buyer ke petani pada saat paceklik (non musim) 3. Sebagian besar petani binaan, cukup terbantu dengan PROGRAM MICROFINANCE dibawah pengelolaan Inkopdit (Ina) / CU (Int) 4. Atas bergabungnya petani dalam program dan binaan, kami ikut sertakan mereka di Asuransi DAPERMA, sehingga resiko jiwa sudah ada mencover bukan resiko budidaya. Itulah sedikit urun rembug kami, mudah2an barokah... Nuwun.
