suenenge atiku, temen temen nggak bisa membayangkan betapa bungah hati ini ada diskusi, sharing atau apalah itu yang bermutu di milis kita tercinta, ayo lanjutt, nanti insya Allah turut menimpali, semakin serius tapi tetep santai ya rekan-rekan, monggo...:)
On 5/17/10, Moch Charis <[email protected]> wrote: > Sambil nunggu Mbak Hany komen, aku SHARING duluan ... > > Kami bergerak di bidang AGROBISNIS. > Sangat berhubungan dg petani, pekebun, masyarakat agro dan dunia pasca panen > (industri). > Paling dekat, kami bina 7.500 petani kopi arabika di Takengon - 1.000 petani > nilam di Teunom - 20.000 petani kopi organik di Timor Leste, > selainnya ratusan ribu petani tersebar di Brastagi, siborong2, tanatoraja, > lampung, flores, padang, irian jaya, png, dll... selama 20 taon belakangan > ini. > > Belum kami ketemukan, Asuransi (khusus) Pertanian yg bisa diterapkan dan > kompatibel di tingkat petani. > PERCONTOHAN di PTPN maupun di Perusahaan Perkebunan sawit seperti Astra, Tri > mitra..... lebih banyak manfaat ke pengusaha dan penguasa, dibanding ke > petani/pekebun. > > Atas pengalaman2 di lapangan, petani lebih 'leluasa' untuk tidak > ber-asuransi khusus pertanian. > Petani lebih mengambil OPSI UTAMA, siapa yg mau mempermudah prosses > budidaya-siapa yg mau menjamin harga beli yg kompetitip pasca panen-siapa > yang mau membantu meringankan beban pada masa sulit / paceklik. > > Dari segala pertimbangan dan berpihak pada wong cilik, petani sangat nyaman > dan cukup maju dengan contoh program yang kami terapkan : > 1. Jaminan batas harga minimum kopi dari FAIR TRADE di US untuk komoditas > Kopi Arabika Organik > (jika harga dunia dibawah patokan, pihak ini mau 'nomboki' supaya petani > kopi ga rugi) > 2. Adanya PREMI / bonus yang diberikan buyer ke petani pada saat paceklik > (non musim) > 3. Sebagian besar petani binaan, cukup terbantu dengan PROGRAM MICROFINANCE > dibawah pengelolaan Inkopdit (Ina) / CU (Int) > 4. Atas bergabungnya petani dalam program dan binaan, kami ikut sertakan > mereka di Asuransi DAPERMA, sehingga resiko jiwa sudah ada mencover bukan > resiko budidaya. > > Itulah sedikit urun rembug kami, mudah2an barokah... > Nuwun. > > >
