vn bukan ga membela kaum vn sndiri..
  vn kan cm kasi informasi..
  lagian..
  kan uda ada lagunya peterpan (lupa judulnya apa)hehehe
  

hardian <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Wah viena sepertinya kurang membela kaumnya, koq malah menjelek 
jelekkan kaum wanita, gimana Viena kalau seandainya viena punya teman cewek, 
anggap aja masih ada hubungan saudara, gimana kalau seandainya dia berjilbab, 
tapi dikatakan orang sebagai pelacur? gimana sikap Viena???

Itu pertanyaan sederhana tapi sarat makna

Kalau aku sih jawabnya gini:
daripada dia menjadi pelacur mendingan dia kunikahi, karena walaupun dia cewek, 
dia perlu dibina, walaupun banyak pandangan miring kepadanya, tapi dia juga 
manusia biasa, punya rasa dan punya cinta hanya saja jalan hidupnya agak 
sedikit menyimpang perlu sedikit diluruskan

Gimana Best?? koq ga ada komen?

viena rahmati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:      Kan dulu ada ceramah di dr seorg 
ulama (bukan aceh), yg katanya "kalo mau liat pelacur berjilbab,datang aja ke 
aceh".

azman muammar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
        Asswrwb. 
  Rekans,
  kalo ga salah, berita ini juga menjadi berita hangat di KONTRAS bulan juli 
2007 ini.
  Saya kaget krn di berita itu sangat vulgar, dan ada pelaku yg diwawancarai 
langsung sbg user nya. 
   
  Naudzubillah,.. mo jadi apa Aceh ini??
   
  Saya sempat ikuti diskusi ini di milist masyarakat sipil aceh, dan aneh nya 
seakan-akan 8.000 an member di milist itu seakan ga berdaya dgn fenomena ini, 
cuma ada beberapa aja yg komen kesal, selebihnya cenderung apatis dan pengamat 
saja...
  kalo memang sdh berlangsung lama, kenapa susah sekali diturunkan rate 
indeksnya? 
   
   
  Memang kalo masalah syahwat ini, ga ada mati nya. Tapi, masa sih seakan-akan 
sdh jadi kelaziman disana, trus bisa hilang muncul isu nya.. 
  tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada para pejuang kebenaran di Nanggroe 
Aceh, kira-kira masalah apa yang menjadi kendala pemberantasannya?? selain 
birokrasi, mentalitas, dll??. kalo birokrasi, kan udh ada syariah police, 
qanun, dl. 
  selain itu metode penerapan amal islami juga sdh trend aceh sejak dl 
(ex.dayah, pengajian,dl).
   
  Saya juga kehabisan ide kongkrit, spertinya semua tinjauan akademis sdh 
dikemukakan literasi nya, akan tetapi konteks di lapangan yang membuat agenda 
pemberantasan jadi terkendala.. . 
  Perlu shock therapy yg lebih jelas, tidak sekedar buang kewajiban!
  kalo memang semua org yg bermukim di Aceh sadar bhw dia berada di Aceh, 
harusnya juga sadar bhw dia terikat dgn pranata sosial masyarakat Aceh yg 
religius.
   
  Klo hukum cambuk dan potong tangan ga cukup, ya dijauhkan dari pergaulan 
masy.. 
  dulu di jaman Rasul juga pernah terjadi saat Kaab menolak berperang dg kaum 
kafir shg dia diasingkan dari pergaulan masy muslim saat itu. 
   
  Kalo ada PSK and the gank tertangkap basah, saya berharap sekali wajahnya di 
pampang di media, disebarkan di dunia maya dan seluruh penjuru Aceh sebagai 
Penjahat Sosial..
  dipampang nya tidak hitam putih, harus jelas profilnya..
   
  kasus yang terjadi di salah satu lokasi pantai di banda aceh ttg penganiayaan 
thd dua org pasangan yg tertangkap basah sedg berdua2an lalu foto mesum mereka 
disebarkan via HP dan jadi headline topik malam di ANTV, menurut saya sdh jadi 
citra yg kurang baik thd pemuda aceh. 
  yah, kalo memang selama ini memang sdh bgitu, apakah mo bgitu2 trus??
  yang jelas, semua tindakan kecil kita guna mempropaganda penolakan praktik 
PSK di aceh perlu ada, dgn memforward berita penolakan ke email lain atw nulis 
komentar di media dll.
   
  Analisa saya, spt nya pasti akan muncul kelompok alternatif sperti FPI di 
Jakarta, yang berasal dari ormas atw civitas pesantren di Aceh. 
  menurut saya ini bagus, dan saya pikir, kenapa tidak kita forward berita 
fakta nya ke teman2 kita di pesantren?? kalo seandainya memang terjadi 
kejumudan perjuangan di lembaga sosial masy.. 
   
  ayo kita forward berita amoral tersebut ke komunitas santri, kan anak mosa 
sebagian nya juga berasal dari pesantren2 TOP di Aceh... 
  Minimal ada saran alternatif lah... Diskusi jalan terus, dan kontribusi tiada 
henti..
   
  wallahu'alam bisshawab
   
  ~menujuAcehyangmadani
   
  salam,
  Azman
          ?

hardian <[EMAIL PROTECTED]> wrote:       wah malang bener nasib kaum wanita 
itu, udah menjual diri habis manis sepah dibuang dibunuh lagi. Gimana nih, yang 
wanita koq ga pada membela kaumnya sendiri? dimana kartini2 baru yang membela 
hak kekayaan reproduksi wanita???



viena rahmati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      
  kalo menurut vn, tu berita ga heboh lagi..
  bukankah uda dr th 1996 dulu tu berita tersebar?
  apalagi setelah kasus meninggalnya Yanti (kalo ga slh itu namanya) yg dibunuh 
oleh Pria yg menyimpannya (kata2nya betul ga sih?). Yang ternyata si pria itu 
adalah dosennya sendiri.

azman muammar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        Assalamu'alaykum wrwb...
  rekans,
   
  Saya dapat email dibawah, Mohon dikonfirmasi apakah benar kiranya yang 
terjadi skarang?
  Naudzubillaahi min dzalik.....
   
  Saya berharap ini hanya lah propaganda, smg dugaan saya benar..
   
  kalo pun benar adanya, tentulah kita harus melakukan sesuatu...
  Sesuatu yang (walau kecil) untuk memberantas praktik ini di aceh..
  Kita dibesarkan di salah satu sekolah kebanggaan masyarakat Aceh, tentunya 
harapan kebanggaan itu harus mulai sedikit demi sedikit kita realisasikan dalam 
lingkup membangun moralitas, selain kebanggaan pendidikan yang pernah kita 
torehkan selama ini.
   
   
  Fiuhhh....
  ~seuntaikekhawatirandariseberangatasmasadepanaceh
   
  salam,
   
  Azman
  =================================================================
  20 PERSEN PSK DI BANDA ACEH BERSTATUS MAHASISWA  
 
          Banda Aceh, 28/6 (ANTARA) - Dari hasil survey yang dilakukan Yayasan 
Daulat Remaja (YDR) disebutkan, sekitar 20 persen dari sekitar 400 orang wanita 
yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK) di Banda Aceh, berstatus 
mahasiswa di daerah itu. 
     "Jadi, sekitar 80 orang PSK yang ada di Banda Aceh ini berstatus 
mahasiswa, yang lebih dikenal dengan sebutan 'ayam kampus'," kata Sekretaris 
YDR, Jefri di Banda Aceh, Kamis.
     Ia menyatakan, para "ayam kampus" tersebut beroperasi secara terselubung, 
dimana transaksinya dilakukan melalui hand phone dan keberadaannya 
terorganisir, ada germo dan ada oknum aparat dibelakangnya. 
     Disebutkan, para PSK dari kalangan kampus yang setiap bulan berpendapatan 
antara Rp8 juta hingga Rp9 juta per bulan tersebut sebagian besar menjadi 
wanita simpanan.
     Sementara itu, sekitar 400 orang PSK yang ada di Banda Aceh 95 persen 
diantaranya berasal dari berbagai kabupaten/kota di Aceh, sedangkan selebihnya 
dari Sumatera Utara dan provinsi lainnya. 
     Para PSK tersebut berumur antara 16 hingga 30 tahun dengan tingkat 
pendidikan rata-rata tamatan SMP. 
     Jefri menyatakan, selain beroperasi secara selubung, sebagian mereka 
beroperasi di salon-salon yang ada di Banda Aceh. 
     Ia menilai, untuk memberantas keberadaan PSK di Aceh sangat sulit, 
meskipun di daerah itu kini diberlakukan syariat Islam, karena sudah menjadi 
kebutuhan, sehingga berlaku hukum permintaan dan penawaran.
     Meskipun demikian, YDR terus berusaha untuk menyadarkan mereka kembali ke 
jalan yang benar dan bisa membuka usaha lainnya, katanya. 
     Usaha yang dilakukan YDR antara lain dengan mengadakan penyuluhan tentang 
penyakit HIV Aids yang sebagian besar disebabkan oleh hubungan laki-laki dan 
perempuan secara bebas.
     "Kami sudah melakukan penyuluhan HIV Aids, dan ternyata sebagian besar 
dari mereka belum mengetahui bahayanya penyakit tersebut. Sehingga setelah 
mengetahui mereka akan berfikir untuk meneruskan profesi PSK tersebut," 
ujarnya. 
     Jadi, katanya, penyuluhan tersebut selain menjadi pengetahuan, diharapkan 
para PSK menjadi takut, sehingga mereka menghentikan pekerjaan  pemuas nafsu 
lelaki hidung belang.
     Disebutkan, dalam kurun waktu lima tahun (1999-2004), yayasannya telah 
berhasil mengalihkan pekerjaan para PSK untuk kembali ke jalan yang benar 
sebanyak lebih kurang 200 orang. 
     "Meskipun komunitas PSK selama ini termarginalkan dalam kehidupan 
masyarakat, tapi yayasan kami punya komitmen yang tinggi untuk setidaknya dapat 
mengurangi aktifitas dan mereka untuk kembali ke jalan yang benar di Aceh," 
katanya. 
    
---------------------------------
  Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who 
knows.
Yahoo! Answers - Check it out.   




  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 


  
  
---------------------------------
  Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.   


  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 





    
---------------------------------
  Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!   




  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 


    
---------------------------------
  Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.   

         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke