mnurut saya, di alquran itu memang dikatakan wajib menutup aurat, khusus buat 
wanita/perempuan yang boleh tampak hanya muka dan telapak tangan. 
  Ini sdh jelas dan sebaiknya kita ambil yang sdh jelas aja,malah kalo wanita 
yang auratnya benar2 dijaga merupakan nilai lebih. 
   
  lalu, wanita yang senang memamerkan apa yg seharusnya tidak boleh dipamerkan 
menurut agama, ya terkesan ga PEDE dgn apa yg ada pada dirinya, mgkn takut 
ditinggalin penggemar ya, padahal ada yang lebih harus kita takuti, yakni 
ditinggalin NYA  ..hehe..
   
  trus, Ada juga wanita yang beranggapan bhw rambut itu ga termasuk, trus 
lengan, trus kaki, trus paha (maaf_) dan seterus nya sehingga tidak lagi ada yg 
perlu ditutup.. ada kan?? coba refer ke protocol zion-nya yahudi, ada semua 
strategi nya disana, strategi nya YAHudi dlm rangka menyesatkan umat muslim.. 
(semoga laknat Allah SWT selalu dan selama nya bersama mereka!)
  naudzubillah!
   
  harusnya budaya itu menyesuaikan dg aturan agama, bukan sebaliknya. Jadi, 
kalo ada budaya yang berseberangan dg ajaran islam, ya wajib ditinggalkan. 
  trus klo masalah selendang, bukannya ga sepakat ga boleh sih..asalkan 
selendang itu dipake jadi penutup aurat, ga masalah sih... yang ga boleh, pake 
selendang, hanya "disawak" (digantungkan) di lengan, kayak tulisan "putri 
indonesia", kalo yang ini, boro-boro nutup aurat..
   
  yah, ambil yang baik nya aja, toh demi kebaikan kita juga..
   
  wallahu'alam bisshwab
   
  salam,


viena rahmati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Dengar2, perempuan aceh (tmpt laen mgkin jg) berpikir kalo jilbab 
itu sebetulnya ga da.
  mereka mengakui kalo dalam islam  mank harus tu2p aurat, tp rambut itu ga 
termasuk. ya palingan pakai selendang aja.
   
  ada yg mo kasi komen?

hardian <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      Ternyata tidak semua wanita itu mengerti tentang dirinya, terkadang 
wanita cenderung mengutamakan diri sendiri dan tidak sama-sama menyadarkan diri 
bersama-sama. Perlu amal Jama'i (kerjasama dan tolong menolong) yg perlu 
digalakkan sejak dini di antara sesama wanita, kalau bukan sesama wanita (bukan 
lesbi lho?), siapa lagi apa perlu kaum GAM yang turun tangan yg menyadarkannya

Kayaknya kata-kata ADA BAND " karena wanita ingin dimengerti" terlalu 
berlebihan (bahkan kebablasan), tidak logis, dan perlu ditinjau ulang.

ingat asal mua diciptakannya siti hawa, ia diciptakan dari tulang rusuk yg 
bengkon, mudah rapuh, maka saling nasehat menasehatilah kamu pada wanita 
tentang nilai sebuah kebenaran dan ajaran Islam,  ya minimal teman dekat, 
saudara, atau pasangan hidup (calon suaminya)


viena rahmati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:       kalo sang wanita "itu" sendiri 
ga menolong dirinya, gmn org laen mo nolong???

hardian <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      wah malang bener nasib kaum wanita itu, udah menjual diri habis manis 
sepah dibuang dibunuh lagi. Gimana nih, yang wanita koq ga pada membela kaumnya 
sendiri? dimana kartini2 baru yang membela hak kekayaan reproduksi wanita???



viena rahmati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      
  kalo menurut vn, tu berita ga heboh lagi..
  bukankah uda dr th 1996 dulu tu berita tersebar?
  apalagi setelah kasus meninggalnya Yanti (kalo ga slh itu namanya) yg dibunuh 
oleh Pria yg menyimpannya (kata2nya betul ga sih?). Yang ternyata si pria itu 
adalah dosennya sendiri.

azman muammar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        Assalamu'alaykum wrwb...
  rekans,
   
  Saya dapat email dibawah, Mohon dikonfirmasi apakah benar kiranya yang 
terjadi skarang?
  Naudzubillaahi min dzalik.....
   
  Saya berharap ini hanya lah propaganda, smg dugaan saya benar..
   
  kalo pun benar adanya, tentulah kita harus melakukan sesuatu...
  Sesuatu yang (walau kecil) untuk memberantas praktik ini di aceh..
  Kita dibesarkan di salah satu sekolah kebanggaan masyarakat Aceh, tentunya 
harapan kebanggaan itu harus mulai sedikit demi sedikit kita realisasikan dalam 
lingkup membangun moralitas, selain kebanggaan pendidikan yang pernah kita 
torehkan selama ini.
   
   
  Fiuhhh....
  ~seuntaikekhawatirandariseberangatasmasadepanaceh
   
  salam,
   
  Azman
  =================================================================
  20 PERSEN PSK DI BANDA ACEH BERSTATUS MAHASISWA  
 
          Banda Aceh, 28/6 (ANTARA) - Dari hasil survey yang dilakukan Yayasan 
Daulat Remaja (YDR) disebutkan, sekitar 20 persen dari sekitar 400 orang wanita 
yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial (PSK) di Banda Aceh, berstatus 
mahasiswa di daerah itu. 
     "Jadi, sekitar 80 orang PSK yang ada di Banda Aceh ini berstatus 
mahasiswa, yang lebih dikenal dengan sebutan 'ayam kampus'," kata Sekretaris 
YDR, Jefri di Banda Aceh, Kamis.
     Ia menyatakan, para "ayam kampus" tersebut beroperasi secara terselubung, 
dimana transaksinya dilakukan melalui hand phone dan keberadaannya 
terorganisir, ada germo dan ada oknum aparat dibelakangnya. 
     Disebutkan, para PSK dari kalangan kampus yang setiap bulan berpendapatan 
antara Rp8 juta hingga Rp9 juta per bulan tersebut sebagian besar menjadi 
wanita simpanan.
     Sementara itu, sekitar 400 orang PSK yang ada di Banda Aceh 95 persen 
diantaranya berasal dari berbagai kabupaten/kota di Aceh, sedangkan selebihnya 
dari Sumatera Utara dan provinsi lainnya. 
     Para PSK tersebut berumur antara 16 hingga 30 tahun dengan tingkat 
pendidikan rata-rata tamatan SMP. 
     Jefri menyatakan, selain beroperasi secara selubung, sebagian mereka 
beroperasi di salon-salon yang ada di Banda Aceh. 
     Ia menilai, untuk memberantas keberadaan PSK di Aceh sangat sulit, 
meskipun di daerah itu kini diberlakukan syariat Islam, karena sudah menjadi 
kebutuhan, sehingga berlaku hukum permintaan dan penawaran.
     Meskipun demikian, YDR terus berusaha untuk menyadarkan mereka kembali ke 
jalan yang benar dan bisa membuka usaha lainnya, katanya. 
     Usaha yang dilakukan YDR antara lain dengan mengadakan penyuluhan tentang 
penyakit HIV Aids yang sebagian besar disebabkan oleh hubungan laki-laki dan 
perempuan secara bebas.
     "Kami sudah melakukan penyuluhan HIV Aids, dan ternyata sebagian besar 
dari mereka belum mengetahui bahayanya penyakit tersebut. Sehingga setelah 
mengetahui mereka akan berfikir untuk meneruskan profesi PSK tersebut," 
ujarnya. 
     Jadi, katanya, penyuluhan tersebut selain menjadi pengetahuan, diharapkan 
para PSK menjadi takut, sehingga mereka menghentikan pekerjaan  pemuas nafsu 
lelaki hidung belang.
     Disebutkan, dalam kurun waktu lima tahun (1999-2004), yayasannya telah 
berhasil mengalihkan pekerjaan para PSK untuk kembali ke jalan yang benar 
sebanyak lebih kurang 200 orang. 
     "Meskipun komunitas PSK selama ini termarginalkan dalam kehidupan 
masyarakat, tapi yayasan kami punya komitmen yang tinggi untuk setidaknya dapat 
mengurangi aktifitas dan mereka untuk kembali ke jalan yang benar di Aceh," 
katanya. 
    
---------------------------------
  Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who 
knows.
Yahoo! Answers - Check it out.   




  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 


  
  
---------------------------------
  Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.   


  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 


    
---------------------------------
  Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.   




  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

         

       
---------------------------------
Get the free Yahoo! toolbar and rest assured with the added security of spyware 
protection. 

Kirim email ke