wa'alaikum salam wr.wb hmm..aku jadi ingat omongan guruku, yaitu "perbesar semua kesalahan kamu walau sekecil apapun juga dan anggap semua kebaikan yg sudah kamu lakukan itu tidak pernah ada " or "dengarkan orang yg bacakan kesalahanmu dulu dan jangan bantah, karena bantahanmu hanya mencari pembenaran saja, maka pada saat kamu membantah maka kamu tidak akan pernah bisa menerima masukan." hehehe..susyeh juga sich memang menerima kenyataan bahwa sebenarnya kita merasa tidak melakukan kesalahan, tapi terus aja dituding2 dan kita disuruh diam *_*
kalau mental yg belum kuat, mungkin akan sakit hati dan frustasi, koq rasanya apa yg aku kerjakan salah aja ya..??:)hehehe tapi kalau sudah dilihat aku senyum2 aja dengarkan tuduhannya, strateginya dirubah "apa yg saya katakan benar dong..?!kalau tidak benar, kenapa kamu diam aja..?!" hehehe..wayyaahh..kacau dech..dijawab salah..karena disangka mencari pembenaran, nda di jawab juga salah..disangka tuduhannya benar..:)hehehehe yaa..kalau bagiku pribadi..itu semua hal yg biasa, karena koreksi yg datang dari orang, maka akan menjadikan kita lebih baik dan terus belajar, sekalian uji mental dan kesabaran :) hmm..kalau menerima semua itu dengan hati bersih dan berpikiran kalau itu semua dilakukan karena bentuk perhatian dan berharap agar kita jadi lebih baik..jadi is ok lah..no problem mau dibentak2 or dituduh apapun juga. karena tidak ada orang yg baik yg tidak pernah lakukan kesalahan, justru orang baik itu berawal dari kesalahan2 yg pernah dia lakukan.. hmm..aku selalu berfikir..kenapa kita selalu berharap orang untuk selalu menjaga perasaan kita??mengharap orang berbicara menurut kenyamanan hati dan perasaan kita?andai kita mempunyai prinsip bahwa apapun yg orang kerjakan adalah bukan tanggung jawab kita kepada Allah, tapi apapun yg orang kerjakan adalah tanggung jawab orang itu sendiri padaNya..rasanya kita nda perlu lagi mengharapkan orang melakukan apa mau kita dan apa yg buat kita nyaman.. hmm..motivasiku mendamaikan hatiku sendiri adalah Rasul yg mempunyai sesempurnanya akhlak aja..masih disalahkan dan dicaci maki, apalagi kita yg jelas2 berakhlak jauh sekali dibawah para sahabat, dikomentarin dan dikoreksi sedikit langsung ngamuk2 dan mencari pembenaran. ya..diskusi ada panas ada dingin..harusnya itu hal yg wajar, karena kita sedang mencari kesepakatan or keputusan dari pilihan yg harus kita putuskan kan..:)jadi stay cool lahh..hehehe kalau dicubit balas cubit, ditabok balas nabok, sudah kuat ilmu ikhlasnya dimaafkan itu jauh lebih baik ..:)hehehe salam hana --- In [email protected], Bango Samparan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalaamu'alaikum wr. wb. > > Kalau sudah lelah denger berbagai diskusi dengan nash-nash, kadang saya > refreshing dengan membaca bukunya Dale Carnigie. Ada satu pendapat > Carnigie yang sering saya ingat: > > KRITIK BAK MERPATI POS, KEMBALINYA KEPADA SI PEMILIKNYA JUGA. > > Begitulah, kritik umumnya tidak melahirkan perubahan pada yang > dikritik, tetapi justru lebih banyak melahirkan kontra argumentasi > untuk melawan kritik. Pertama, langgamnya adalah mempertahankan diri > bahwa yang sedang dikritik tidak seperti apa yang dikritikkan. Kedua, > langgamnya justru menyerang pada pengkritik bahwa pengkritik sendiri > memiliki seribu satu hal yang juga layak dikritik. > > Coba amati dengan kepala dingin, bukankah begitu yang terjadi di milis > ini. Jadi, kapan sih kita akan sudahi saling kritik ini? > > Wassalaamu'alaikum wr. wb. > B. Samparan > > > > > > > ____________________________________________________________________________________ > Sucker-punch spam with award-winning protection. > Try the free Yahoo! Mail Beta. > http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/features_spam.html >

