Assalaamu'alaikum wr. wb.

Pernah satu saat, ketika Dale Carnigie sudah top, sekretarisnya yang
masih baru melakukan kesalahan. Carnigie marah bukan main, ingin
rasanya ia habis-habisan memarahi dan menunjukkan kesalahan si
sekretaris. Tapi akhirnya semua keinginan itu dibatalkan oleh Carnigie,
ia ingat bahwa dulu ketika ia memulai ia juga banyak melakukan
kesalahan. Si sekretaris akhirnya malah dipuji oleh Carnigie, "Aku
menyukai pekerjaan kamu, dan aku berharap kamu bisa menjadi lebih baik
lagi." 

Ya begitulah, kita yang mengaku aktivis Islam seringkali lupa, bahwa
kita dulu juga berproses dengan banyak kesalahan, sehingga kita bisa
sampai pada kondisi yang saat ini. Karena lupa, akhirnya kerja kita
adalah menghakimi orang lain - baik yang terdahulu atau sekarang - yang
tidak seperti kita. Padahal, apa sih yang telah kita sumbangkan untuk
izzul islam wal muslimin, lebih baikkah dibanding oleh orang lain yang
sedang kita hakimi? Kalau lebih baik, syukur; tetapi jangan-jangan
penghakiman kita akan membangkrutkan amal baik kita di timbangan Allah
nantinya. Kalau tidak, betapa malunya kita nanti di hadapan Allah,
bahwa orang yang kita hakimi ternyata kedudukannya lebih mulia dari
kita.

Jujur saja, anda suka dikritik? Kalau saya tidak! Terus terang, saya
bukan orang yang cukup optimis untuk menyatakan telah memiliki
kebesaran jiwa untuk menerima kritik:-)

Wassalaamu'alaikum wr. wb.
B. Samparan

--- suhana032003 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> wa'alaikum salam wr.wb
> 
> hmm..aku jadi ingat omongan guruku, yaitu "perbesar semua kesalahan
> kamu walau sekecil apapun juga dan anggap semua kebaikan yg sudah
> kamu





       
____________________________________________________________________________________Pinpoint
 customers who are looking for what you sell. 
http://searchmarketing.yahoo.com/

Kirim email ke